<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748</id><updated>2011-07-29T11:59:41.235+07:00</updated><title type='text'>s for sagara</title><subtitle type='html'>My thoughts, my idealism, my life</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>89</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-1186379596392709468</id><published>2009-11-13T12:49:00.000+07:00</published><updated>2009-11-13T12:53:32.317+07:00</updated><title type='text'>Wisata Kota Tua Episode 1</title><content type='html'>Kami tiba sekitar jam 9.30 di Alun-alun. Kegiatan dibuka dengan sarapan bersama, ada yg menikmati Ketoprak Tempoe Doeloe, Siomay Jadoel, dan berbagai hidangan bercitarasa nan mengguirkan lainnya...&lt;br /&gt;Setelah kami mengisi amunisi perut kami, kaki pun melangkah ke pintu gerbang Museum Sejarah Jakarta (Fatahillah). Apa mau dikata, ternyata museum sedang penuh sesak oleh kunjungan rombongan adik-adik muda siswa sebuah SMU. Karenanya kami mengurungkan niat untuk memulai wisata budaya di Museum Fatahillah dan beranjak ke Museum Wayang. Sungguh menakjubkan! Bangunan yang dulunya gereja tua ini penuh dengan desain kolonial yang mempesona mata. Koleksi wayang di dalamnya pun sungguh memikat hati. Nasib baik sepertinya sedang berpihak pada kami-kami ini. Tour guide yang sedianya disewa oleh rombongan lain, ternyata malah akhirnya "membelot" ke rombongan kami. Jadilah kami menikmati santapan komplit: mata disuguhi arsitektur yang menawan ditambah suguhan koleksi berbagai jenis wayang yang ada, dengan iringan suara sang tour guide yang menjelaskan koleksi demi koleksi yang ada. Wah, sambil menikmati sajian visual, telinga dan otak juga disuguhi informasi yang tak kalah menariknya. Ternyata ada berbagai jenis wayang selain wayang kulit dan wayang topeng loh! Bahkan ada wayang yang digunakan dalam kegiatan penginjilan di pelosok tanah air (bayangkan, wayang kulit dengan karakter Adam, Hawa, dan Iblis; dilengkapi pula dengan Gunungan bercorak Salib).&lt;br /&gt;Sayang sekali sebagian bangunan Museum Wayang sedang direnovasi sehingga kami tidak dapat melihat seluruh koleksi yang ada (termasuk koleksi Wayang Intan, primadona museum ini). Akan tetapi kekecewaan ini terobati sebagian karena ternyata tour guide tadi mengizinkan kami masuk ke area yang sedang direnovasi itu, dan mengunjungi areal Makam Jan Pieterzoon Coen (Gubernur VOC dulu). Kesempatan ini tidak disia-siakan kami untuk mengabadikan kunjungan dalam berbagai foto yang menawan.&lt;br /&gt;Puas dari Museum Wayang, kaki pun melangkah kembali ke Museum Sejarah Jakarta. Kesempatan ini kami sukses masuk ke dalam museum dan melihat berbagai koleksi yang ada: peninggalan arca dan prasasti purbakala, senjata-senjata zaman kolonial, perabotan dan keramik Hinda Belanda dulu, hingga ke foto-foto dan informasi tentang Djakarta (atau lebih baik disebut Batavia?) Tempoe Doeloe.&lt;br /&gt;Mata kami semua mendadak tertuju ke satu ruangan tanpa pintu di ruangan bawah tanah. Ruang apa itu? Ternyata penjara bawah tanah! Ya, maklum saja, dulunya bangunan ini memang pernah digunakan sebagai balai kota setelah sebelumnya digunakan juga sebagai pengadilan. Jadi para terdakwa akan ditahan berdesakan di ruangan sempit nan sumpek dan pengap (bayangkan, kami tak dapat berdiri tegak dan harus setengah membungkuk dalam ruangan tersebut, yang mana ruangan itu biasanya diisi oleh puluhan narapidana). Informasi yang kami dapat, alun-alun di depan museum ini juga digunakan sebagai tempat eksekusi para terpidana mati, entah itu dipancung atau digantung.&lt;br /&gt;Puas berpetualang di dalam bangunan museum, kami pun bergerak ke halaman belakang museum tersebut. Ada apa disana? Wah, area yang tak kalah menarik! Beberapa penjara bawah tanah berhasil kami telusuri di halaman ini. Tak lupa kami berfoto di depan patung Hermes yang dulu diletakkan di Jembatan Harmoni. Ada satu objek yang tak boleh dilewati di area ini: Meriam Si Jagur! Ya, meriam yang kabarnya merupakan leburan dari 16 meriam kecil lainnya ini kini mendekam di halaman dalam museum setelah sebelumnya diletakkan di alun-alun Kota Tua. Meriam berukuran besar dengan bagian belakang yang melambangkan kesuburan ini dipercaya dapat membawa banyak keberuntungan bagi orang-orang yang memegang bagian jempolnya. Percaya akan tahayul itu mungkin tidak, tapi melepaskan kesempatan untuk berfoto dengan meriam tersebut? Jangan harap! Pasukan narsis ini pun menghabiskan sekitar 15 menit hanya untuk berfoto dengan peninggalan ini.&lt;br /&gt;Siapa bilang semua museum Indonesia itu kuno dan hanya berisi barang membosankan? Kami membuktikan kalau itu hanya usapan jempol! Betapa tidak, Museum Bank Indonesia menjadi objek kunjungan berikutnya. Museum yang letaknya di seberang Halte Busway Kota ini, memberikan kejutan pula bagi kami: tiket masuk gratis! Padahal bangunan dan fasilitasnya sungguh memanjakan diri. Bangunan nan indah, dilengkapi dengan fasilitas AC dan segudang media interaktif multimedia ini membawa kami masuk ke alam tersendiri. Di depan loket tiket, kami sudah disuguhi dengan ruangan-ruangan teller djaman doeloe. Ternyata isu privasi sungguh dijaga dalam kegiatan perbankan dulu. Kaki kami pun melangkah ke Ruang Peralihan. Ruang apa pula ini? Ternyata ruangan ini merupakan wahana interaktif nan mengasyikkan. Gambar koin-koin jatuh ditembakkan ke dinding layar, dan koin-koin tersebut dapat "ditangkap" oleh tangan-tangan nan hiperaktif milik kami. Apa yang terjadi ketika kami berhasil menangkap koin tersebut? Oh, informasi detail mengenai koin itu akan dimunculkan. Menarik dan mengasyikkan, membuat kami enggan untuk segera meninggalkan ruangan ini.&lt;br /&gt;Museum ini menampilkan sejarah lembaga keuangan sentral di Indonesia, bahkan sebelum Republik Indonesia berdiri. Tertera bagaimana sistem perekonomian Nusantara dulunya, komoditi yang sering digunakan untuk pertukaran barang, hingga ke sepak-terjang Bank Indonesia dalam membantu menjaga perekonomian Indonesia. Kami juga melihat evolusi logo Bank Indonesia yang dulunya bernama De Javasche Bank. Ada pula diorama-diorama perbankan, termasuk perbankan dalam masa peperangan. Yang sangat berkesan, kami sempat mengoperasikan pintu brankas bank sentral yang tebalnya sekitar setengah meter! Berat dan kokohnya luar biasa! Kami juga melihat berbagai koleksi mata uang kuno dan mata uang negara lainnya, termasuk uang token dan uang perkebunan. Menarik, sungguh menarik!&lt;br /&gt;Tak ada perjumpaan yang tidak diakhiri dengan perpisahan. Demikian pula dengan perjumpaan kami dengan Kota Tua pada hari Sabtu itu. Terlebih mengingat perut yang sudah keroncongan meminta diisi, akhirnya kami terpaksa mengakhiri kunjungan Kota Tua kami pada hari itu dan bergerak ke Bakmi GM Jalan Sunda. Tentunya dengan satu tekad: ini tidak akan menjadi kunjungan Kota Tua terakhir kami. Ya, kami akan kembali mengunjungimu, Kota Tua!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-1186379596392709468?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/1186379596392709468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=1186379596392709468' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/1186379596392709468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/1186379596392709468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2009/11/wisata-kota-tua-episode-1.html' title='Wisata Kota Tua Episode 1'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-1989001558939857887</id><published>2008-06-07T21:54:00.003+07:00</published><updated>2008-06-07T22:13:50.758+07:00</updated><title type='text'>Pantomim Bizot, Pantomim Kehidupan?</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/SEqiTvn0GII/AAAAAAAAAEA/zwPpIPdjdbY/s1600-h/Bizot.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/SEqiTvn0GII/AAAAAAAAAEA/zwPpIPdjdbY/s320/Bizot.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209154379092072578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:georgia;"&gt;Di tengah kepenatan dan banyaknya pikiran yang berkecamuk di hari Jum’at lalu, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menonton pantomim Bizot (bagian dari Le Printemps Français 2008 yang diselenggarakan CCF). Awalnya hanya merupakan niat iseng karena belum pernah menonton satu pementasan pantomim penuh. Yang jelas, akhirnya saya sangat menikmati pementasan dari Phillipe Bizot, yang menurut saya adalah seorang &lt;i style=""&gt;entertainer&lt;/i&gt; sejati!&lt;/span&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apa yang unik dari pementasan pantomim? Bagi saya yang lebih terbiasa mengikuti gaya seni teater kontemporer—penuh dengan visual dan &lt;i style=""&gt;audio&lt;/i&gt;, kesempatan menajamkan perasaan melalui indra visual benar-benar menjadi kenikmatan tersendiri. Kesempatan dimana saya bisa menikmati penampilan sang seniman tanpa perlu “didoping” oleh berbagai efek suara atau dukungan lainnya. Dan entah mengapa, saya menjadi berpikir mengenai kehidupan sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hidup saat ini mungkin bisa dibilang hidup yang sangat tidak bebas dari polusi suara. Ya, memang suara-suara di sekeliling kita ada yang indah dan perlu untuk didengar. Akan tetapi, betapa banyak pula yang semata-mata menjadi polusi? Memabukkan kita dengan berbagai gosip, cemoohan, atau dengan berbagai bunyi yang sebenarnya tidak perlu—tapi sadar atau tidak, kita menjadi semakin ketagihan, &lt;i style=""&gt;addicted&lt;/i&gt; dengan bunyi di sekeliling kita. Begitu keluar dari kantor dan masuk ke kendaraan kita (atau menumpang kendaraan umum), segera kita memasang radio atau MP3 player. Begitu sampai di rumah, televisi dengan suara-suara narator acara gosip segera menemani kita di rumah. Bahkan ketika berbicara dengan teman-teman kita pun, acapkali yang kita terima semata-mata suara-suara yang tidak selalu berdampak positif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kesempatan untuk menikmati keheningan—atau menikmati keindahan dunia dalam keheningan—menjadi suatu permata yang sangat berharga di zaman yang semakin menghargai kebisingan ini. Kesempatan untuk menikmati hubungan dengan rekan-rekan tanpa dinodai oleh suara-suara yang saling menjelek-jelekkan, kesempatan dimana kita dapat melihat seseorang apa adanya dalam kadar pribadi seutuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pantomim Bizot, Pantomim kehidupan? Pantomim Bizot mengajar kita untuk melihat secara lebih mendasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-1989001558939857887?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/1989001558939857887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=1989001558939857887' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/1989001558939857887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/1989001558939857887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2008/06/pantomim-bizot-pantomim-kehidupan.html' title='Pantomim Bizot, Pantomim Kehidupan?'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/SEqiTvn0GII/AAAAAAAAAEA/zwPpIPdjdbY/s72-c/Bizot.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-6929694716920587538</id><published>2008-05-21T22:45:00.002+07:00</published><updated>2008-05-22T23:50:36.213+07:00</updated><title type='text'>Human and the Unfinished Matters</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;We were taught to never give up. We were taught to aim our dreams as high as possible. And strive for it.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sometimes we dream for something from a long time ago. And yet, maybe it began to materialize just now, after several months (or even years!) of struggling (not merely of waiting). What an enjoyable moments that is, the moment the dream started to materialize.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;And then, we’re enjoying the moments of another dream. And we realize that maybe, just maybe, the two dreams will be colliding, each consuming the other. Which one should be sacrificed?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Or perhaps as my colleague said it: impossibles are what we do best. Perhaps we could blend the two dreams to complement each other. Perhaps. It will be a great thing to do, maybe even impossible. How to accomplish it? Yet, the reward will be extravagant.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Maybe we can conclude that the mutualism of the two dreams is yet another dream. Borrowing (and modifying) Goenawan Mohammad’s book title: human and the unfinished matters: our dreams.&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-6929694716920587538?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/6929694716920587538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=6929694716920587538' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6929694716920587538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6929694716920587538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2008/05/impossibles-are-what-we-do-best.html' title='Human and the Unfinished Matters'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-4595786661437876043</id><published>2008-05-11T15:54:00.001+07:00</published><updated>2008-05-11T15:56:04.172+07:00</updated><title type='text'>Tidak Menjadi Aedificium</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya merasa beruntung sekali kejadian-kejadian ini terjadi dalam waktu yang relatif dekat: TGiF menjadikan &lt;i style=""&gt;book-sharing&lt;/i&gt; sebagai kegiatan wajib, saya mulai membaca ulang &lt;i style=""&gt;The Name of the Rose&lt;/i&gt;, saya berkesempatan mengikuti seminar dari Bu Lilis Setiadi dua kali, dan order &lt;i style=""&gt;The Key to The Name of the Rose&lt;/i&gt; dari Amazon tiba di Jakarta. Sepertinya satu sama lain tidak ada kaitan sama sekali? Bagi saya pribadi ada &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salah satu godaan untuk seorang &lt;i style=""&gt;book-lovers&lt;/i&gt; adalah untuk meraup sebanyak mungkin bacaan dan informasi (berujung di pengetahuan pribadi), karena memang bisa menjadi sebuah pelampiasan baginya. Seperti suatu ketagihan terselubung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi, apakah pengetahuan itu kemudian bisa disebarkan? Atau malah koleksi informasi itu hanya menjadi pengetahuan pribadi—yang semakin lama semakin menjauhkan kita dari lingkungan lain (yang dengan mudahnya dianggap sebagai lingkungan yang kurang cerdas?). Akhirnya malah menjadi menara gading, atau menjadi &lt;i style=""&gt;aedificium&lt;/i&gt; dalam The Name of the Rose? Tempat dimana mereka-mereka yang menganggap sebagai pribadi yang lebih menumpuk segala informasi yang mereka miliki. Menjadi harta karun yang tidak boleh dibaca oleh sebarang &lt;i style=""&gt;friar&lt;/i&gt;. Dengan cara apa pula mereka menilai siapa yang layak membaca dan siapa yang tidak? Dan harga apa yang harus dibayar oleh &lt;i style=""&gt;friar&lt;/i&gt; yang boleh membaca koleksi manuskrip di &lt;i style=""&gt;aedificium&lt;/i&gt; tersebut? Hmm... sangat bertentangan dengan prinsip kemajuan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seharusnya keberadaan program baru TGiF ini membantu saya—dan rekan-rekan di Kayu Putih untuk tidak lagi menjadi &lt;i style=""&gt;aedificium&lt;/i&gt;. Terlebih bagi saya yang juga berkesempatan melihat bagaimana “asyiknya” para intelek seperti Bu Lilis yang dapat membagikan yang diketahuinya—secara gratis, bahkan mau kami “tahan” dengan seribu pertanyaan. Tidak ada yang dirugikan, toh?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kecuali kalau memang kita ingin tetap menjadi sebuah &lt;i style=""&gt;aedificium&lt;/i&gt; yang berdiri dengan kokohnya di tengah biara—dan menyimpan segudang pengetahuan hanya untuk diri kita. Omong-omong, Anda tahu apa yang akhirnya terjadi dengan &lt;i style=""&gt;aedificium&lt;/i&gt; dalam The Name of the Rose? Pada akhirnya &lt;i style=""&gt;aedificium&lt;/i&gt; tersebut terbakar—berikut manuskrip-manuskrip di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-4595786661437876043?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/4595786661437876043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=4595786661437876043' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/4595786661437876043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/4595786661437876043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2008/05/tidak-menjadi-aedificium.html' title='Tidak Menjadi Aedificium'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-2703721025568269555</id><published>2008-01-14T23:09:00.000+07:00</published><updated>2008-02-11T18:37:06.626+07:00</updated><title type='text'>Tidak Ada Tempat untuk Membaca</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Perubahan alur aktivitas akhir-akhir ini juga membuat perubahan cara bepergian saya. Jika sebelumnya saya terbiasa menggunakan sepeda motor dan kadang-kadang mobil—keduanya dalam waktu tempuh yang cukup singkat, kini saya cukup sering menggunakan busway dan kadang-kadang mobil—dalam waktu tempuh yang lebih lama. Melelahkan? Cukup melelahkan, namun itulah konsekuensi dari perubahan kondisi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Akan tetapi, saya bukan hendak menulis tentang lelahnya perjalanan. Yang jelas, saya menikmati suatu pengalaman yang berbeda ketika menggunakan busway. Kesempatan untuk melihat kondisi masyarakat Jakarta dengan lebih dekat lagi—merupakan suatu gambaran dari masyarakat Indonesia secara kasar? Dan saya menjadi menyadari, satu lagi kesulitan bangsa ini untuk bisa maju: bangsa yang maju adalah bangsa yang membaca, suatu pakem universal. Satu hal yang saya saksikan dalam keseharian di busway (dan membandingkannya dengan kondisi misalnya di MRT Singapura): sulit sekali untuk dapat meluangkan waktu membaca atau melakukan kegiatan produktif di moda transportasi ini. Jadi, belum tentu sebenarnya bangsa ini tidak gemar membaca. Bisa jadi kesalahannya ada di lingkungan yang tidak memberikan tempat yang nyaman untuk menjadi produktif: penuh berdesakan, penerangan yang acapkali tidak memadai, belum lagi resiko keamanan dan pelecehan yang mungkin terjadi. Di sisi lain, waktu seseorang yang terbuang di jalanan Jakarta cukup lama. Bagaimana mungkin mereka dapat menjadi pribadi yang membaca?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Benang kusut untuk membangun jiwa bangsa yang membaca menjadi semakin kusut!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Notes"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ditulis dalam masa-masa perumusan tema besar TGiF &lt;/span&gt;&lt;st1:numconv6p0 style="font-style: italic;" val="2008" sch="1" st="on"&gt;2008&lt;/st1:numconv6p0&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Habis GelapTerbitlah Terang, Habis Baca Terbitlah Cerdas.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-2703721025568269555?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/2703721025568269555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=2703721025568269555' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/2703721025568269555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/2703721025568269555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2008/01/tidak-ada-tempat-untuk-membaca.html' title='Tidak Ada Tempat untuk Membaca'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-7583223136716632112</id><published>2007-12-31T00:55:00.000+07:00</published><updated>2007-12-31T00:56:04.390+07:00</updated><title type='text'>Libur Akhir Tahun</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Libur t’lah tiba! Libur t’lah tiba!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lagu anak tersebut kembali banyak melantun akhir-akhir ini. Ya, liburan akhir tahun yang ditunggu-tunggu. Dan untuk liburan kali ini, terasa sedikit berbeda dengan adanya aktivitas yang menunggu. Mulai dari jadwal liburan yang bertabrakan dengan rencana mudik keluarga—yang berarti tahun ini saya ada di rumah sendiri selama liburan; pelayanan melalui pementasan drama malam Natal; pementasan Teater Jum’at Malam di perayaan Natal Pemuda GKI Kayu Putih dan GKI Delima; serta &lt;i style=""&gt;rencana&lt;/i&gt; pementasan TJM di kebaktian akhir tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Segudang kegiatan, segudang kesibukan! Akan tetapi tetap saja ada waktu-waktu kosong yang sudah selayaknya diisi. Hmm... merupakan suatu godaan tersendiri untuk hanya menghabiskannya dengan membaca buku (suatu kemewahan tersendiri di tengah-tengah kesibukan di hari kerja biasa). Masih ada setumpuk buku (dan beberapa megabyte e-books) yang belum dibaca. Sangat mengasyikkan untuk terjun dalam dunia pengetahuan yang disediakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi, apakah dengan demikian berarti liburan ini memang akan menjadi liburan soliter? Sebaiknya tidak! Liburan juga merupakan kesempatan untuk kembali menyegarkan ikatan sosial dengan rekan-rekan yang lain. Kesempatan untuk kembali menjadi makhluk sosial dalam arti sesungguhnya. Ketika kadang pertemuan dengan teman-teman akhirnya banyak menjadi pertemuan dalam konteks “profesionalisme” rekan, liburan ini menjadi hari-hari dimana kita dapat lebih mengenal natur masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Liburan yang baik adalah liburan yang dapat diisi dengan seimbang: kebutuhan untuk menikmati waktu sendiri—dan kebutuhan untuk kembali menjadi sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sudah banyak acara—baik yang dijalani sendiri maupun bersama—yang saya nikmati di liburan ini: membaca buku-buku yang selama ini teronggok, mempersiapkan acara Gereja, layar tancap bersama, wisata kota, atau bahkan hanya sekadar &lt;i style=""&gt;chit-chat&lt;/i&gt; dengan teman-teman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagaimana kita menjalani liburan kita? Sederhana, namun merupakan gambaran kualitas hidup pribadi dan sosial kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-7583223136716632112?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/7583223136716632112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=7583223136716632112' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7583223136716632112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7583223136716632112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/12/libur-akhir-tahun.html' title='Libur Akhir Tahun'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-7197576701730812635</id><published>2007-12-31T00:53:00.000+07:00</published><updated>2007-12-31T00:56:28.183+07:00</updated><title type='text'>Sacrifed @ A Christmas Eve</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;It’s Christmas Eve. I was there in the newly baptized building of GKI Kayu Putih during the time of the preparation and the Christmas Eve Service itself. And there it was, the time of struggling emotions.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;When personal ambitions are set above common-sense, even Church-members could do unimaginable things. Is it okay to sacrifice several peoples’ health solemnly for the good of a greater number of people? If greater number is always better, it was a very simple Christian life: sacrifice one brother to reach ten other peoples. Is that the way it was supposed to be done? In such a simple equation?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;When such way is taken, maybe it is not a service at all. Maybe it’s just our ambition that overtook and overshadows ourselves. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-7197576701730812635?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/7197576701730812635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=7197576701730812635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7197576701730812635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7197576701730812635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/12/sacrificial-christmas-eve.html' title='Sacrifed @ A Christmas Eve'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-5877186178028148228</id><published>2007-12-31T00:52:00.001+07:00</published><updated>2007-12-31T00:52:44.312+07:00</updated><title type='text'>How Flat Should You Go?</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;You can “rent” an Indian woman’s womb as a “growing-ground” for your baby!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;This world is getting flatter as Thomas L. Friedman put it. But at what cost? If humans do forgot even the very basic ethics as seen in the womb-renting case, what kind of monstrous society awaits us in our ever-flatting world?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Is this just one of the reason of why some narrow-minded Christians said that science and globalization is their enemy (reminds me of several peoples I have met during my twenty-something years life)? I do not know, but I’m sure that we should welcome science not as an enemy, but as a friend—as long as we realize how flat should we go.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Written during the times of rethinking The World is Flat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-5877186178028148228?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/5877186178028148228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=5877186178028148228' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/5877186178028148228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/5877186178028148228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/12/how-flat-should-you-go.html' title='How Flat Should You Go?'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-1785661078244801100</id><published>2007-12-25T22:26:00.000+07:00</published><updated>2007-12-25T22:30:50.425+07:00</updated><title type='text'>GKI Kayu Putih dan Goenawan Mohamad</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Di malam &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;Natal&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:city&gt; ini saya menikmati ibadah di gedung baru GKI Kayu Putih. Di malam &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;Natal&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:city&gt; ini saya terpana melihat “metamorfosis” yang dialami gedung itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi apakah Gereja itu? Apakah Rumah Tuhan itu? Teringat pada satu petal dalam buku &lt;i style=""&gt;Tuhan dan Hal-hal yang Tak Selesai&lt;/i&gt; tulisan GM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Demak: Pada suatu hari yang mungkin tak sebenarnya terjadi di abad ke-&lt;st1:numconv6p0 val="16" sch="1" st="on"&gt;16&lt;/st1:numconv6p0&gt;, dengan sabar sembilan orang wali mendirikan mesjid pertama di kota pantai utara Jawa ini. Beratus-ratus tahun kemudian cerita terus beredar, bahwa salah seorang dari mereka, Sunan Kalijaga, menyusun tiang mesjid di Demak itu dari tatal: serpihan kayu yang tersisa dan lapisan yang lepas ketika papan dirampat ketam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya bayangkan dengan takjub: sebuah mesjid yang ditopang oleh yang terbuang, yang remeh dan yang tak bisa disusun rata — bukan sebuah rumah Tuhan yang berdiri karena pokok yang lurus dan kukuh, dengan lembing dan tahta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-1785661078244801100?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/1785661078244801100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=1785661078244801100' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/1785661078244801100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/1785661078244801100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/12/gki-kayu-putih-dan-goenawan-mohamad.html' title='GKI Kayu Putih dan Goenawan Mohamad'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-8099320722879918828</id><published>2007-11-18T00:22:00.000+07:00</published><updated>2007-11-18T00:26:05.808+07:00</updated><title type='text'>Flattening the World</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;I rarely read blogs from peoples I do not personally know. I have some blogs which I visited every day (or at least, once every two day). But all are written from people I know.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;It was until recently that I needs some information regarding Information Security Audit in Indonesia that I Googled around, searching for the topics in the Web. It was quite a pleasant surprise that I find a small number of blogs about IT Audit owned by fellow Indonesians. And it was even more surprising that the author replies some questions I asked to them—in such a short period of time. Note this: I gather the resource from a people I do not personally know and he replied a question from an unknown person (hey, that was me) based on his personal and professional experience.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;The World is Flat? Indeed, it is becoming more and more flat. Indeed, the power of free peoples is flattening the world. Let’s go flattening the world even more.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-8099320722879918828?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/8099320722879918828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=8099320722879918828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8099320722879918828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8099320722879918828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/11/flattening-world.html' title='Flattening the World'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-6962992647133311938</id><published>2007-11-11T21:49:00.000+07:00</published><updated>2007-11-11T21:50:17.316+07:00</updated><title type='text'>American Inventor (2)</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;One thing to be noted about the passion for the invention shown in the show: some are plainly emotional passion! No logical thinking to control the passion.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hey, God has given us our brain to be used, not just plainly as an accessory. To have a passion is great, but to have an uncontrolled passion is your pathway to doom.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-6962992647133311938?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/6962992647133311938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=6962992647133311938' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6962992647133311938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6962992647133311938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/11/american-inventor-2.html' title='American Inventor (2)'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-7851546706853222875</id><published>2007-11-11T21:45:00.000+07:00</published><updated>2007-11-11T21:47:04.137+07:00</updated><title type='text'>American Inventor (1)</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;American Inventor is one of my favorite reality shows in Star World. The show gives ordinary peoples with extraordinary ideas a chance to present their product, their ideas to a board that will decides, whether it is a marketable and brilliant idea or simply a “failed idea (hey, there is no wrong creativity!). Arguably, you will see a vast range of products and ideas there. Some are very genuine, very breathtaking, out-of-the box ideas. Some even departed from very touching ideas of how the inventors felt “guilty” after they failed to rescue other people in their life. Alas, there are silly ideas too, ideas that surely will trigger thundering laugher all across the jury and audience.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;One thing I saw in the program is how the inventors really put their life, their passion in their ideas. It is not uncommon to hear their confession, of how they quit their job, how they invest all of their savings to develop their inventions. Some even have worked on the ideas on more than &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="10" st="on"&gt;10&lt;/st1:NumConv6p0&gt; years!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Oh, what a really aspiring passion. What if we all have that kind of passion for our God? Everlasting and enriching passion it is, a passion that fills us day to day with a thirst for the One.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-7851546706853222875?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/7851546706853222875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=7851546706853222875' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7851546706853222875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7851546706853222875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/11/american-inventor-1.html' title='American Inventor (1)'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-2516366698540101192</id><published>2007-11-08T22:45:00.001+07:00</published><updated>2007-11-08T22:48:22.430+07:00</updated><title type='text'>Digital Book Reading</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;I’m a bit left behind, I know. I’ve just starting to enjoy the ability to read e-Books on my PDA Phone. Well, it all begins when I started downloading some manuscripts and books I found on the Internet (the unlimited well of knowledge!) a few weeks ago. While not the first time I read a book on my PDA, this is indeed the first time I to read it because I &lt;i style=""&gt;want&lt;/i&gt; to read it on the PDA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;The first book I read completely on my PDA happens to be The Da Vinci Code, back in the beginning of this year. Frankly, I read it not because it was solemnly my interest of the book. It was basically, well, because the flood which separates me from the old-fashioned printed books I owned. I happen to own a copy of that book incidentally on the PDA. So, I read it mostly because I have nothing else to read&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;L&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;. It was quite enjoyable as a redemption as not having a book to read.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;But now, I’m reading books on the PDA solemnly because I want it! And what an enjoyable experience it is, to have the ability to bring a huge amount of books in a pocket (my PDA stores several books: fictions, non-fictions, biography, business books, IT Audit books, and even comics). Combined with printed books I bring everywhere, now it is a mobile library. No more backache when I have to bring several books to vary my reading during a trip.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Is it a sign that I will have to change my book-buying programs to cover a wider scope of bookstores? Gramedia, Gunung Agung, QB World, Aksara, and Kinokuniya are every-month must-visit stores. Amazon.com, I have bought several printed books there. But now, maybe I have to broaden up my Amazon.com experience not just to buy printed books, but the digital ones too. Who knows?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-2516366698540101192?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/2516366698540101192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=2516366698540101192' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/2516366698540101192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/2516366698540101192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/11/digital-book-reading.html' title='Digital Book Reading'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-3231728897246060154</id><published>2007-10-31T23:40:00.000+07:00</published><updated>2007-11-08T22:53:13.783+07:00</updated><title type='text'>Perfect Book Reading Combo</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;Trust me, it’s worth a try.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Read:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/RzMwpeaxQnI/AAAAAAAAACo/5FT9cRq05DI/s1600-h/World.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/RzMwpeaxQnI/AAAAAAAAACo/5FT9cRq05DI/s320/World.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130497889603240562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;followed by:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/RzMwxOaxQoI/AAAAAAAAACw/I3FhGPgqTJo/s1600-h/Dragons.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 123px; height: 189px;" src="http://bp2.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/RzMwxOaxQoI/AAAAAAAAACw/I3FhGPgqTJo/s320/Dragons.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130498022747226754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal" face="georgia"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal" face="georgia"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;You will find it much easier to correlate the thinking to real-life; and to be better prepared for a not-so-far-in-the-future aggressive competition.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-3231728897246060154?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/3231728897246060154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=3231728897246060154' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/3231728897246060154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/3231728897246060154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/10/perfect-book-reading-combo.html' title='Perfect Book Reading Combo'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/RzMwpeaxQnI/AAAAAAAAACo/5FT9cRq05DI/s72-c/World.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-587747986883542339</id><published>2007-09-20T21:59:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T22:23:33.008+07:00</updated><title type='text'>Pathway to CISA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;April 09, 2007: Purchased the CISA Examination Ticket.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;May 17, 2007: Received the e-ticket for the CISA Examination.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;June 09, 2007: Experienced the two-hundred-questions-in-four-hours rigorous CISA Examination.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;August 03, 2007: Received the CISA Examination Result via email (Successfully Passed, &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yippee Ki Yay!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;September 08, 2007: Received the hardcopy of the CISA Examination Result and the CISA Application Form.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Currently: Pursuing the remaining two years of Professional &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Auditing &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Experience for CISA Certification.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-587747986883542339?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/587747986883542339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=587747986883542339' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/587747986883542339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/587747986883542339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/09/pathway-to-cisa.html' title='Pathway to CISA'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-8832283621842245885</id><published>2007-09-09T01:26:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T22:11:11.380+07:00</updated><title type='text'>Yudhistira Kobong</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(kutipan dari naskah Yudhistira Kobong)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Semar! Apa arti ksatria tanpa kebajikan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Petruk! Apa arti ksatria yang kehilangan punakawan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Gareng! Apa arti ksatria yang egosentris?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Bagong! Masih wayangkah aku?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Asah…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Asih…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Asuh…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Apakah makna wayang tanpanya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asah…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Asih…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Asuh…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Tanpanya, masih wayangkah aku ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-family: georgia;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Naskah dipentaskan di Perayaan Ulang Tahun Thank God it's Friday Pemuda GKI Kayu Putih (24 Agustus 2007)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-8832283621842245885?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/8832283621842245885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=8832283621842245885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8832283621842245885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8832283621842245885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/09/asah-asih-asuh.html' title='Yudhistira Kobong'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-8200073786406581833</id><published>2007-07-18T00:28:00.000+07:00</published><updated>2007-10-01T10:46:47.104+07:00</updated><title type='text'>A Bridge to Terabithia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;I’ve just watched A Bridge to Terabithia a few weeks ago. What can I say? Is it a children movie? Yes, the main performers are still very young. They have very wonderful fantasies (which I’m sure, will lead the audience to miss their childhood fantasy again). But, no, the dialogs and the theme are just, very mature.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;The film talked about real world problems and how they can face it, a child’s loneliness in his very own life (even when he is in his home, alongside his family), the meaning of tolerance and forgiveness to others, and a bunch of other interesting matters. It even talked about spiritualism.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Well, even though I do not completely agree to the writers' thinking, I find some interesting discussion topics based on the movie in Christianity Today (Peter T. Chattaway, posted on February 16, 2007). Here they are:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Leslie remarks that Jess and May Belle have to believe in Jesus but don't like the story of his death and resurrection, whereas Leslie doesn't have to believe in Jesus but does like the story. Do you like the story? Do you think you have to? Would you like it more if you didn't think you had to?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Leslie, waving her arms at the world in general, says, "I seriously do not think God goes around damning people to hell. He's too busy running all this!" How would you answer Leslie? Does God "go around" condemning people? What would you say to Jess when he says he is worried that someone he knows has gone to hell?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;A recurring theme in the film is to "close your eyes and keep your mind wide open." How open should a mind be? How do you know if it is too open?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;How did your attitudes towards the characters change over the course of the film? How do the attitudes of the characters toward each other change? Point to specific examples, such as Leslie's relationship with Janice, or Jess's with May Belle.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;How would you answers to those discussion starters?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-8200073786406581833?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/8200073786406581833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=8200073786406581833' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8200073786406581833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8200073786406581833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/07/bridge-to-terabithia.html' title='A Bridge to Terabithia'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-487754048121919675</id><published>2007-06-11T23:17:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T23:18:39.677+07:00</updated><title type='text'>Pesta Buku: Semoga Benar-Benar Pesta</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bulan ini IKAPI kembali menyelenggarakan pesta buku (seperti biasa, di Senayan). Kalau tahun-tahun lalu ini menjadi acara wajib, berhubung saat ini masih banyak buku menganggur belum selesai dibaca (salah satunya yang targetnya selesai akhir bulan ini: &lt;i style=""&gt;The World is Flat&lt;/i&gt;) karena konsentrasi sempat tercurahkan ke CISA, akhirnya saya tidak ke sana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi dari info yang diperoleh dari teman-teman yang sempat kesana (malah ada yang memang tugas jaga stand disana), keadaan masih sama. Perubahan paling nyata adalah jumlah penerbit yang ikut serta dan jumlah transaksi yang lebih besar dibandingkan tahun lalu. Katanya jumlah pengunjung juga meningkat.&lt;i style=""&gt; Bagus&lt;/i&gt;. Jadi siapa bilang minat baca bangsa ini rendah. Paling tidak ada sebagian (kalaupun itu hanya sebagian kecil) yang memiliki minat baca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hanya saja ada satu hal yang sepertinya tidak berubah dari dulu. Pesta buku ini seakan-akan hanya menjadi sarana penerbit (dan toko buku) untuk semata-mata cuci gudang. Buku-buku yang dijual dengan diskon berarti biasanya adalah buku-buku terbitan lama (yang mungkin saja diobral karena tidak laku lagi, daripada terpaksa di­-&lt;i style=""&gt;scrap&lt;/i&gt;). Berbeda sekali dengan suasana pesta buku di luar sana, dimana pesta buku benar-benar menjadi sarana penerbit memanjakan pembaca dengan peluncuran buku baru, diskusi dan bedah buku, diskon yang benar-benar diskon (tidak semata cuci gudang), bahkan pembagian buku gratis (bahkan untuk acara seperti &lt;i style=""&gt;Comicon&lt;/i&gt;). Pesta buku disini masih terbatas pada ajang murah-murahan menjual buku lama begitu saja dibungkus dengan lokasi dan publikasi besar-besaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Daripada membuang uang untuk acara tahunan seperti ini, kenapa tidak ada usaha dari pemerintah dan lembaga terkait untuk menjadikan pesta buku sepanjang tahun saja: regulasi pajak yang dibebankan pada buku diperbaiki (sekarang masih terjadi praktek pajak berlapis untuk buku), kemudahan yang lebih lagi untuk penerbit baru, jaminan kebebasan pers dan penerbitan (bakar-membakar buku-buku? Dewasa sedikit lah), dan keran kebijakan impor buku yang dipermudah. Atau memang lebih baik selamanya begitu banyak pecinta buku baru dapat memuaskan minat bacanya melalui acara tahunan ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-487754048121919675?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/487754048121919675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=487754048121919675' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/487754048121919675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/487754048121919675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/06/pesta-buku-semoga-benar-benar-pesta.html' title='Pesta Buku: Semoga Benar-Benar Pesta'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-8771713431483973882</id><published>2007-06-11T23:11:00.001+07:00</published><updated>2007-06-11T23:11:28.134+07:00</updated><title type='text'>Jakarta International School</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Last Saturday, I have myself visiting &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:PlaceName&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;International&lt;/st1:PlaceName&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;School&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/st1:place&gt; in Cilandak. One word about the school: &lt;i style=""&gt;WOW!&lt;/i&gt; According to the staff I met there, the complex stood on an area of 34 hectares—an area with a really green environment thanks to the trees they have there, a very tidy area with some sports field, and nicely designed buildings. Not to forget those friendly staffs they have. And when I entered one of the classes, I find myself in a spacious room with an amphitheater. Looking around, I noticed the variety of books and teaching equipment they have in the class. What a stimulating environment to have yourself filled with education!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Departing from the school, I think a lot of Indonesian education. Remembering my elementary school back in Dumai and comparing it to this school; comparing the schools we have in many rural areas with the poorly built facilities versus this “dream-school”. If only every school in &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; can afford to be like this one, with those professionally trained staffs, I’m sure the face of &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; now won’t be so scarred.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;It’s solemnly up to us whether to reason on condition or to look forward and heal those scars for a better future.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-8771713431483973882?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/8771713431483973882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=8771713431483973882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8771713431483973882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8771713431483973882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/06/jakarta-international-school.html' title='Jakarta International School'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-4411632314098983166</id><published>2007-06-11T23:09:00.000+07:00</published><updated>2007-06-11T23:23:03.988+07:00</updated><title type='text'>A Simple but Meaningful Touch</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;After these very hectic times, partly due to my preparation for the CISA Examination, I really miss the time to read and write again. The lack of update in my blog is a proof of it &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;:)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;And there it goes. Now that I’ve just finished the exam, there I find a chance to again enrich my knowledge by reading and enrich my mind by writing. How great it is that when I’m still thinking of what to write, what to argue, what I can give to this world, when sometimes I’m stuck with the idea of why do I have to spent my efforts to write anything, a figure I really respects asked me of why my blog is so static these days.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Bless, it is really a simple touch. But bless, I thank God that at least it shows me that my works to write are not in vain. It is really a spiritual booster to have such encouragement in these days, the days where I have the chance to do some writing again.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Yes, a simple and light touch can motivates others. Yes, a simple and light touch can change the world. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-4411632314098983166?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/4411632314098983166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=4411632314098983166' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/4411632314098983166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/4411632314098983166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/06/simple-but-meaningful-touch.html' title='A Simple but Meaningful Touch'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-394770221178556341</id><published>2007-05-06T21:14:00.000+07:00</published><updated>2007-05-10T00:04:26.325+07:00</updated><title type='text'>Another Satisfying Amazon.com Experience</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hey, once again Amazon.com has shipped my order! And once again I am satisfied with my shopping experience there. They can give me a pretty competitive price and they delivered the goods even faster than the estimated time. This is not the first time they can beat their estimated delivery time.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;If only their shipping price is not that high for customers in the Apac Region, surely I will mostly bought my books from Amazon.com. This is where QB World, Kinokuniya, Periplus (JavaBooks) and Aksara thrives in. But is it a hard-to-break entry barrier? I don’t think so. Local bookstores, please beware. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-394770221178556341?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/394770221178556341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=394770221178556341' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/394770221178556341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/394770221178556341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/05/another-satisfying-amazoncom-experience.html' title='Another Satisfying Amazon.com Experience'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-8884692445444873001</id><published>2007-04-30T22:29:00.000+07:00</published><updated>2007-04-30T22:33:59.383+07:00</updated><title type='text'>Thank God it's Friday @ the Net</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;GKI Kayu Putih’s Thank God it’s Friday has just launched it’s blog! Please visit &lt;a href="http://tgif-gki.blogspot.com/"&gt;http://tgif-gki.blogspot.com&lt;/a&gt;. You can find articles related to our activities and also photographs of our sessions there.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Don’t forget to drop a comment!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-8884692445444873001?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/8884692445444873001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=8884692445444873001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8884692445444873001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8884692445444873001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/04/thank-god-its-friday-net.html' title='Thank God it&apos;s Friday @ the Net'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-3992045419677624903</id><published>2007-04-06T22:58:00.000+07:00</published><updated>2007-04-09T23:39:15.305+07:00</updated><title type='text'>Pong</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Suara Pria):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebebasan selalu dicari manusia, sejak dahulu kala hingga jaman ini. Kebebasan adalah sesuatu yang sangat berharga. Namun sudahkah manusia mengenal kebebasan itu sebenarnya? Kami, dari &lt;i&gt;Teater Titik&lt;/i&gt;, mempersembahkan &lt;i&gt;Pong&lt;/i&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Musik instrumen Jawa tradisional mengalun &lt;i&gt;fade-in&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Suara Wanita):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dimanakah muasal semua suara?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dimanakah sumber semua daya?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dimanakah awal semua tindak?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dimanakah pusat semua asa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Makin bertanya semakin bimbang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Makin tak acuh, semakin tertarik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Makin merenung, semakin bimbang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Makin menjauh, semakin ingin mendekat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebebasan sejati, dimanakah engkau?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tanpa berbentuk, apakah kamu nyata?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tanpa terlihat, apakah kamu ada?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tanpa bersuara, apakah kamu fana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semua mencari, hilang kendali&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semua melayang, terhempas selalu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kamu dicari, hingga ke ujung bumi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebebasan sejati, dimanakah engkau?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Narator masuk perlahan, membuang-buang kartu sambil bertanya: &lt;i&gt;bebas, tidak, bebas, tidak&lt;/i&gt;. Narator memasuki posisi, musik &lt;i&gt;fade-out&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ah, tahun 2001. Sudah bertahun-tahun saya mengembara, mencari kebebasan. Susah mencarinya... &lt;i&gt;(menengok ke arah penonton)&lt;/i&gt;. Ah, penonton! Maaf, maaf! Saya terlalu sibuk mencari kebebasan, sampai-sampai lupa sudah disini. Baiklah, saya akan bercerita tentang pengembaraan saya. Bercerita tentang diri saya sendiri. Nama saya: PONG! Ya, Pong, begitu saja! Dieja P-O-N-G! PONG! Aku baru saja lulus dari SMU, tinggal di kost! Bebas! Nikmat! Tapi kini...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Lari masuk terengah-engah, panik, marah, gelisah)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku harus bersembunyi, sebelum mereka datang kesini!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Bersembunyi)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah! Itu diriku! Tapi kenapa aku ketakutan begitu ya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Suara langkah-langkah, Panitia 1 &amp; 2 masuk)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Oh, iya! Gara-gara ospek, aku kehilangan kebebasan baruku! Aku dibotakin, aku dikerjain, pokoknya dipingit deh! Oleh mereka tuh! Mereka itu!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Panitia 1:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Itu dia, tangkap!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Panitia 1 &amp; 2 melilitkan rantai ke Pong, gerakan teatrikal)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anak yang malang!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Merintih)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Kebebasan, kebebasan&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(berulang-ulang)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Manusia Kalender:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Masuk, membawa kalender dan merobek 6 lembar secara berurutan)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lembar demi lembar kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Adakah berawal?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akankah berakhir?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akankah kau temukan kebebasan sejati?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Ketika lembar keenam terobek, rantai Pong terlepas)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bebas!! Akhirnya kebebasan mutlak!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Mendorong Pan 1 &amp; 2)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Pergi kau! Pergi kalian semua! Tak seorang pun berhak atas diriku, tak seorang pun karena aku orang merdeka!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Kelima bayangan Pong masuk, membawa jaket almamater Pong. Pong memakainya lalu statis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kini aku adalah manusia bebas. Ya, aku Pong yang dulu selalu dianggap kecil. Tidak berguna. Ditendang kesana kemari, dipermainkan. Namun aku kini adalah &lt;b&gt;mahasiswa&lt;/b&gt;, orang yang bebas untuk melakukan segalanya. Aku merdeka!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebebasan, nafsuku sudah membludak! Dan kini akan kulampiaskan segalanya!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong 1:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ya, karena semuanya dimulai oleh seks! Nafsu, nafsu, n..a..f..s..u! Kupuaskan diriku dengannya... CD porno... majalah hot... pokoknya, nafsu! Tapi aku tidak puas hanya melihatnya! Aku ingin melakukannya, dan segalanya tersedia bagi seseorang yang bebas sepertiku!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Menggaet WTS, lalu statis)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apapula gunanya teknologi bebas kalau tidak kunikmati? Satu lagi kebebasan yang akan kunikmati!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong 2:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Game dan Internet! Aku bebas menjadi siapa saja disana! Aku dapat menjadi jagoan, aku dapat menjadi pembunuh, aku bebas menjadi segalanya! Tiada lagi kepenatan duniawi, yang ada hanya kebebasan dalam dunia baru ini... &lt;i&gt;(tertawa jahat)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku lihat, para perokok &amp; &lt;i&gt;junkies&lt;/i&gt; selalku senang, keren! Tapi dulu aku selalu saja dilarang. Namun kini, bebas! Aku bebas untuk menikmatinya!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong 3:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku bebas untuk menebarkan asap rokokku dimana saja! Aku bebas untuk menikmati segala macam obat yang katanya terlarang. Hah, terlarang! Padahal justru nikmat! Memang banyak orang tidak senang melihat aku bebas!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kuatir kehabisan uang? Tidak pernah! Aku tidak peduli tentang uang!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong 4:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Menebarkan uang)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku bebas untuk membuangnya, aku bebas untuk mencarinya! Dengan berjudi? Dengan menipu? Dengan mencuri? Atau, aku bisa saja minta ke ortuku! Toh, kalau aku berkata, “Ma, bagi duit dong!”, dia selalu berkata: &lt;i&gt;(pindah posisi, suara kewanitaan)&lt;/i&gt; “perlu cek berapa juta, anakku?”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hah, kapan aku akan kehabisan uang karena aku orang bebas!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semua kebebasan ini kuperoleh dari kebebasanku. Kebebasan yang kudapatkan melalui status kemahasiswaanku. Kebebasan yang kudapatkan melalui putusnya aku dari belenggu kukungan rumahku! Dan masuknya aku ke dalam kemerdekaan di dalam kostku ini! Kebebasan yang kugapai melalui hilangnya kendali orang tuaku atas diriku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi aku tidak mau orang lain tidak sadar tentang kebebasan! Aku harus menyadarkan sebanyak mungkin orang! Masih banyak orang belum menyadari keterikatannya!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Bayangan Pong berkeliling penonton, mencari target)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nah, ini dia yang akan kusadarkan!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Bayangan Pong menarik penonton, membawanya ke arah Pong)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hai kau, sadarlah! Kau sedang terkurung! Jangan mau bengong saja. Ikuti aku, jadilah bebas! Berusahalah sedikit saja, dan kau dapat turut menikmati kebebasan seperti aku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Bayangan Pong berkeliling, berinteraksi dengan penonton asli)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penonton:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Wajah bingungm frustasi, berjalan keluar)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Benar, tidak, benar, tidak &lt;i&gt;(bertanya terus ke penonton)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anak manusia yang malang! Kebebasan ditolak begitu saja. Kebebasan diperoleh dengan usaha, bukan dengan bacot tanya sini tanya sana! Kebebasan dan kemerdekaan... semua itu penting untuk hidup kita!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Fajar merekah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tertutup di hati&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Malam kelam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terbuka di hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebebasan datang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tak kau gapai&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemerdekaan hadir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tak kau raih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terjajah diri&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kau senangi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setan 1:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Setan 1 &amp; Setan 2 masuk) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Spada!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Wah, siapa lagi mereka ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setan 2:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong, perkenalkan... Saya Setan Dua!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setan 1:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan saya, Setan Satu!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lha, setan koq bilang-bilang?&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setan 1:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yah, lebih baik terus terang kan? Lagian kamu sudah terikat oleh kami!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apa? Aku terikat lagi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Kebingungan. Dalam kebingungan Pong, S1 &amp; S2 bergegas mengikat Pong, teatrikal)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi aku manusia bebas!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setan 1:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kau kira kebebasanmu itu adalah kebebasan!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setan 2:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dasar manusia goblok, kebebasanmu itu hanya kebebasan semu!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setan 1 &amp; Setan 2:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;SEMU!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Berlompatan gembira, meninggalkan Pong terikat)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Kebingungan)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku tidak bebas? Aku terikat? Bebas? Semu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Malaikat 1 &amp; 2 masuk, Pong tidak menyadari dalam kebingungannya)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Malaikat 1:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Pong tersadar dari kebingungannya, gusar melihat M1 &amp; M2)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Berbisik sendiri, ketakutan)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Siapa lagi mereka? Aku sudah terikat, kau mau apakan pula diriku?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Malaikat 2:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kami mau menolong kamu!&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bukannya mempermainkan saya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Malaikat 1:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kami hanya menjalankan tugas, membantu kamu bebas!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(M1 &amp; M2 melepaskan rantai Pong)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Malaikat 2:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kami hanya butuh kepercayaanmu. Ikutlah dengan kami, karena kami tahu dimana kebebasan sejati. Keputusan ada di tanganmu, Pong!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(M1 &amp; M2 meninggalkan panggung)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Termanggu dalam pergumulan, akhirnya mengikuti M1 sambil terus bertanya ke penonton)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bebas, tidak? Percaya, tidak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Pong sudah di luar panggung, musik Jawa fade-in)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Suara Wanita):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dimanakah muasal semua suara?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dimanakah sumber semua daya?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dimanakah awal semua tindak?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dimanakah pusat semua asa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Makin bertanya semakin bimbang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Makin tak acuh, semakin tertarik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Makin merenung, semakin bimbang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Makin menjauh, semakin ingin mendekat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebebasan sejati, dimanakah engkau?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tanpa berbentuk, apakah kamu nyata?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tanpa terlihat, apakah kamu ada?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tanpa bersuara, apakah kamu fana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semua mencari, hilang kendali&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semua melayang, terhempas selalu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kamu dicari, hingga ke ujung bumi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebebasan sejati, dimanakah engkau?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Panggung ditutup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Notes"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Naskah pernah dipentaskan dalam Penyambutan Mahasiswa Baru Persekutuan Oikoumene Bina Nusantara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:8;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-3992045419677624903?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/3992045419677624903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=3992045419677624903' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/3992045419677624903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/3992045419677624903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/04/pong.html' title='Pong'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-7061767941391564117</id><published>2007-04-03T23:29:00.001+07:00</published><updated>2007-04-03T23:29:42.038+07:00</updated><title type='text'>Kebebasan Pers? Tidak Ada Kebebasan Pers di Indonesia! – Updated: Wimar’s World Tidak Tayang Lagi</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tepat sehari setelah saya membuat tulisan mengenai kebebasan pers, (lagi-lagi) acara &lt;i style=""&gt;talkshow&lt;/i&gt; dari Bung Wimar Witoelar dinyatakan tidak akan tayang lagi. Setelah &lt;i style=""&gt;Perspektif&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;Selayang Pandang&lt;/i&gt;, kali ini giliran &lt;i style=""&gt;Wimar’s World&lt;/i&gt; di JakTV yang dihentikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Agak aneh, karena sebenarnya ini merupakan salah satu acara paling populer di JakTV. Dan kabarnya pula, sebenarnya rencana untuk memperpanjang kontrak acara ini sudah disiapkan, bahkan dijanjikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jadi kenapa? Isunya sih karena tanggapan Wimar di acara &lt;i style=""&gt;Gubernur Kita&lt;/i&gt; yang menyindir salah satu pejabat paling berkuasa di Jakarta. Entah memang karena itu atau bukan, yang jelas satu lagi acara yang sebenarnya menjadi kontrol masyarakat terhadap pemerintahan menemui ajalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-7061767941391564117?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/7061767941391564117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=7061767941391564117' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7061767941391564117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7061767941391564117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/04/kebebasan-pers-tidak-ada-kebebasan-pers_03.html' title='Kebebasan Pers? Tidak Ada Kebebasan Pers di Indonesia! – Updated: Wimar’s World Tidak Tayang Lagi'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-5431395561837836236</id><published>2007-04-02T11:37:00.000+07:00</published><updated>2007-04-04T11:15:02.407+07:00</updated><title type='text'>Kebebasan Pers? Tidak Ada Kebebasan Pers di Indonesia!</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dua bulan ini sungguh merupakan suatu goncangan bagi insan pers Indonesia. Kebebasan Pers yang selama ini diikrarkan dipegang teguh, runtuh begitu saja. Ancaman-ancaman bagi kelangsungan pers kembali beredar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mulai dari rencana somasi ke sebuah acara di televisi, sunggung mengingatkan ke masa-masa dimana Wimar Witoelar dengan &lt;i style=""&gt;Perspektif&lt;/i&gt;-nya dibredel beberapa kali. Ironisnya justru rencana ini dibuat oleh seseorang yang seharusnya memegang penuh kebebasan pers itu. Akan tetapi mungkin memang jabatan yang dipegangnya hanyalah nama lain dari &lt;i style=""&gt;Departemen Penerangan&lt;/i&gt; (yang justru menggelapkan), suatu departemen yang menebarkan ketakutan pada insan pers sejak dulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bahkan Internet yang dulu dikatakan sebagai corong kebebasan pers pun mulai diserang. Lokasi dimana siapapun dapat menjadi insan pers, mulai diutak-atik. Kali ini bahkan oleh pejabat dari negeri tetangga yang menyerang &lt;i style=""&gt;blogger&lt;/i&gt; Indonesia yang menyatakan unek-uneknya tentang negeri itu. Hebatnya, sama sekali tidak ada usaha dari lembaga Indonesia untuk setidaknya melindungi warganya itu. Entahlah, terlalu takut barangkali terhadap koleganya dari negeri tetangga itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan baru saja saya menerima kabar bahwa ada satu wartawan radio lagi yang mengalami teror atas pemberitaan yang dilakukannya. Belum ada reaksi yang berarti dari aparat hingga sejauh ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengalaman saya sendiri sejak usia sekolah dulu memperlihatkan, memang sejak dahulu kita dibentuk untuk tidak menghargai kebebasan pers. Untuk mengekangnya. Bahkan dalam lembaga-lembaga dimana sebenarnya kita seharusnya diberi kesempatan untuk belajar mengungkapkan pendapat, belajar melakukan reportase, kebebasan itu hanyalah angan-angan belaka. Sungguh suatu ironi, ketika tahun ini majalah Time menganugerahkan penghargaan &lt;i style=""&gt;Person of the Year&lt;/i&gt; kepada &lt;i style=""&gt;You&lt;/i&gt; (Kita semua!) sebagai peringatan atas hak kebebasan mengemukakan pendapat di Internet, di tempat ini kita malah semakin dihimpit dengan berbagai tekanan-tekanan pers yang tidak jelas aturannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apakah memang ini saatnya menjadi seorang apatis? Tidak, ini kesempatan dimana kita semakin menunjukkan fungsi pers untuk menafikan hipokritas. Mengutip kata-kata &lt;i style=""&gt;Gie&lt;/i&gt;, bagi insan pers lebih baik untuk diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi, apakah memang tidak ada kebebasan pers di Indonesia? Ada, tapi dengan perjuangan. Karena memang tidak ada kebebasan yang diperoleh tanpa perjuangan. Tidak ada kebebasan yang diperoleh hanya dengan permohonan-permohonan. Seperti Leonidas, biarlah kita sebagai insan pers berani menghadapi tantangan yang amat besar demi perjuangan itu sendiri. Demi kebebasan itu. Kecuali kalau kita mengizinkan judul tulisan ini menjadi realita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-5431395561837836236?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/5431395561837836236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=5431395561837836236' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/5431395561837836236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/5431395561837836236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/04/kebebasan-pers-tidak-ada-kebebasan-pers.html' title='Kebebasan Pers? Tidak Ada Kebebasan Pers di Indonesia!'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-3923333533919740822</id><published>2007-04-01T11:35:00.000+07:00</published><updated>2007-04-03T11:48:47.151+07:00</updated><title type='text'>A Leader’s Legacy</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Most of my friends (including me), will always “hate” March 30&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; 2007. It is the day of where one of our leader will leave us for he will work in another company—our holding company to be exact.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Compared to previous experiences of having to part from a leader, this is one of the most emotional experiences. I don’t know how, in just about one year, I learn so much from this figure. I do not find the management-by-fear experience from him, a practice done by so many leaders in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. I learn to respect him based on his humanity, not solemnly on his organizational position. I think it will be a fair statement to say that all of my colleagues really appreciate his doings while in my organization. How he had tried to do what he can do for the sake of all of us.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;A leader’s legacy is what he had done for his organization, for his people. Not what his organization, what his peoples have done for him.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-3923333533919740822?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/3923333533919740822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=3923333533919740822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/3923333533919740822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/3923333533919740822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/04/leaders-legacy.html' title='A Leader’s Legacy'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-6702834781340702341</id><published>2007-03-31T11:34:00.000+07:00</published><updated>2007-04-04T11:27:19.022+07:00</updated><title type='text'>Experiential Dining</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;While not being a fan of Krisdayanti, I enjoyed my gala dining last night. It really gives me a chance to see that indeed, Earth had becomes Venus. How marketers brave enough to do some radical changes to the way they sells their product to further gives their customers a chance to interact. It is not a one-way selling anymore anyway.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hey, who said that gala dining was always done with soft, easy-listening or classical music in the background? What I experienced was totally different! Upbeat music accompanies the waitress as they serve the food. And not just the easy way of serving, they made the food-serving process a-must-see show! Now, that’s what I say dining for your hunger and for your eyes too &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;. Given the fair amount of young professionals in the dining, I think they have made a right decision to do this radical way of serving the &lt;/span&gt;food by being not too strict and not too loose.&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;But what is experiential dining if it only came at the food-serving process? Thankfully, they really gives us, their customer, a fair amount of interaction, a chance to further enhances emotional bonding as from us customer and themselves as marketers. Is this a form of Marketing in Venus? I do think so.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-6702834781340702341?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/6702834781340702341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=6702834781340702341' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6702834781340702341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6702834781340702341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/03/experiential-dining.html' title='Experiential Dining'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-8003310297227765498</id><published>2007-03-30T11:32:00.000+07:00</published><updated>2007-04-03T11:33:39.672+07:00</updated><title type='text'>Penghormatan Terakhir Sebagai Penghinaan Terakhir</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perjalanan ke UI Salemba tanggal 24 Maret kemarin sungguh menjadi perjalanan yang tidak akan terlupakan. Bukannya dapat sampai di UI dengan kesegaran untuk mengikuti CISA Review Course, saya malah hampir mengalami kecelakaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apa penyebabnya? Mungkin (kebetulan) karena saya berpapasan dengan iring-iringan rombongan pengantar jenazah. Penghormatan terakhir, sebuah prosesi yang sakral. Kegiatan dimana kita sebagai manusia yang masih hidup (secara fisik) memberikan upaya kita untuk mengantarkan jasad fisik orang yang kita cintai ke tempat peristirahatan terakhirnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun apa daya, prosesi yang seharusnya khidmat dan mendatangkan empati bagi orang-orang yang kebetulan berpapasan dengan iring-iringan ini justru menjadi prosesi yang membuat orang-orang mencibir. “Hanya” karena tingkah laku para pengiring yang tidak kenal sopan santun berlalu lintas. Dengan kasarnya menghentikan kendaraan lain, mengayunkan bendera kuning mereka &lt;i style=""&gt;tepat&lt;/i&gt; di depan muka pengendara motor yang mereka susul, meneriakkan kata-kata yang tidak etis, dan berbagai tindakan lainnya. Bahkan hal yang sebenarnya sangat sederhana: mengenakan helm bagi mereka yang menggunakan sepeda motor pun tidak mereka lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apa yang ingin mereka capai sebenarnya? Apakah memang mereka benar-benar sedang menghormati si almarhumah? Atau malah mereka sebenarnya ingin menghina si almarhumah dengan menunjukkan bahwa yang ada di sekeliling si almarhumah selama hidupnya hanyalah orang-orang yang tidak kenal tata krama, tidak menghargai orang lain? Orang-orang yang hanya dapat menyatakan penghargaan dengan cara yang tidak menghargai? Bahkan orang-orang yang tidak menghargai nyawanya sendiri dengan melakukan aksi-aksi akrobatik di jalanan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bukannya mendatangkan rasa hormat, empati, dan mem beri jalan secara sukarela, mereka malah membuat pengguna jalan yang lain hanya beranggapan bahwa satu lagi rombongan tanpa tata krama tengah beraksi di jalan. Alih-alih memberikan penghormatan terakhir melalui prosesi pengiringan jenazah, mereka justru memberikan penghinaan terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apakah kita juga pernah memberikan penghinaan terakhir?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-8003310297227765498?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/8003310297227765498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=8003310297227765498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8003310297227765498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8003310297227765498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/03/penghormatan-terakhir-sebagai.html' title='Penghormatan Terakhir Sebagai Penghinaan Terakhir'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-6064431902633796000</id><published>2007-03-14T19:11:00.000+07:00</published><updated>2007-03-14T19:15:21.776+07:00</updated><title type='text'>Idealisme dan Komunitas</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa hari ini merupakan hari yang cukup menegangkan secara emosional. Ketika ada orang-orang yang merasa berkuasa dan dapat melanggar sistem yang telah dibentuk sedemikian saja, hanya untuk kemudahan pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Merupakan suatu tantangan untuk dapat mempertahankan idealisme di tengah kondisi sehari-hari. Menjadi tantangan yang lebih lagi ketika tantangan itu diberikan oleh orang yang berkuasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di tengah kondisi seperti inilah keberadaan komunitas yang mendukung dan berani menunjukkan identitasnya sangat berarti. Saya mungkin dapat bertahan sendiri dengan idealisme itu. Namun semakin hari, kelelahan itu kian datang—kelelahan yang dapat disembuhkan kembali di dalam komunitas itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-6064431902633796000?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/6064431902633796000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=6064431902633796000' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6064431902633796000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6064431902633796000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/03/blog-post.html' title='Idealisme dan Komunitas'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-717531574984376684</id><published>2007-03-14T18:44:00.001+07:00</published><updated>2007-03-14T19:19:36.445+07:00</updated><title type='text'>Quo Vadis Penerbitan Indonesia</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari Minggu lalu sehabis dari Gereja dan diskusi Lontar, saya menyempatkan diri ke toko buku. Dua toko buku tepatnya, Gramedia Plaza Semanggi dan Gramedia Matraman. Ide awal mau mencari buku Roy Sembel yang akan digunakan dalam TGiF Jum’at ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apa lacur, buku yang dicari tidak ditemukan. Akhirnya saya menggunakan waktu itu untuk mencoba baca-baca gratis dan mencari buku-buku lain yang mungkin layak dibeli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penerbitan Indonesia memang sedang mengalami perubahan besar-besaran. Nama-nama baru di dunia penerbitan tiap bulan bermunculan. Banyak yang di-&lt;i style=""&gt;backing&lt;/i&gt; nama-nama besar, namun banyak pula yang benar-benar merupakan nama baru. Jumlah buku terbitan tiap bulannya juga membludak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Patut disyukuri? Tentu, namun belum sepenuhnya... Mengapa? Secara kuantitas memang dunia buku Indonesia mengalami kemajuan yang dahsyat. Akan tetapi secara kualitas? Masih perlu diragukan. Masih terlalu banyak judul-judul buku yang hanya memanfaatkan judul yang bombastis atau tren sesaat. Buku &lt;i style=""&gt;Jakarta Undercover&lt;/i&gt;? Setelah buku itu &lt;i style=""&gt;booming&lt;/i&gt;, langsung banyak buku yang &lt;i style=""&gt;me-too­&lt;/i&gt;, meniru tema buku itu. Buku-buku seperti &lt;i style=""&gt;The Da Vinci Code&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;Holy Blood, Holy Grail&lt;/i&gt;? Juga banyak, apalagi karena pada saat itu National Geographic Society juga baru saja mempublikasikan hasil risetnya terhadap &lt;i style=""&gt;The Gospel of Judas&lt;/i&gt;. Jeleknya kualitas itu diperparah dengan buruknya kualitas terjemahan buku-buku bahasa asing. Saya ingat terakhir kali membaca &lt;i style=""&gt;The Purple Cow&lt;/i&gt; karangan Seth Godin. Buku yang di Amazon.com mendapat &lt;i style=""&gt;rating&lt;/i&gt;4 bintang, versi terjemahannya malah sangat membingungkan untuk dibaca. Saya hampir tidak dapat menikmati &lt;i style=""&gt;experience&lt;/i&gt; membaca versi Indonesia buku tersebut. Padahal versi Indonesia buku tersebut diterbitkan oleh salah satu penerbit dalam grup penerbitan terbesar di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan kondisi seperti demikian, bagaimana fungsi buku sebagai sarana pendidikan di Indonesia dapat berjalan? Bagaimana masyarakat dapat dicerdaskan melalui bacaan-bacaan? Jikalau buku yang bagus tidak dapat diterjemahkan dengan baik? Jikalau buku-buku yang laku hanyalah buku-buku yang mengumbar seks dan hal-hal bombastis lainnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mungkin bangsa ini memang tidak akan pernah menjadi bangsa yang mencintai buku, bangsa yang membaca. Mungkin. Saya tidak mengetahui pastinya. Yang jelas, hari Minggu itu akhirnya saya batal membeli satu buku yang sebenarnya saya incar: &lt;i style=""&gt;The World is Flat&lt;/i&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Thomas L. Friedman), lagi-lagi karena kualitas terjemahan yang jelek. Lebih baik saya mengeluarkan uang lebih untuk membeli versi Inggrisnya. Akhirnya saya pulang dengan membawa empat buku: buku sastra karangan Pramoedya Ananta Toer dan Seno Gumira Ajidarma serta majalah MotoGP. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Semuanya buku-buku asli Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-717531574984376684?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/717531574984376684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=717531574984376684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/717531574984376684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/717531574984376684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/03/quo-vadis-penerbitan-indonesia.html' title='Quo Vadis Penerbitan Indonesia'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-6969590686190219469</id><published>2007-02-21T23:47:00.002+07:00</published><updated>2007-02-21T23:48:13.760+07:00</updated><title type='text'>Satu Lagi Alasan Saya Tidak Respek pada Infotainment</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Banjir besar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Lagi. Setelah pemerintah daerah muluk-muluk dengan janjinya bahwa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; tidak akan kebanjiran lagi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Berbagai pihak terkena dampaknya. Kembali kehilangan. Kembali mengungsi. Tapi tetap saja para pengungsi terbagi dua: &lt;i style=""&gt;the haves&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;the haves not&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hebatnya, dalam masa-masa demikian dan di waktu yang mendekati Hari Pers Nasional (09 Februari), ada saja kalangan pers yang tetap kehilangan rasa empatinya pada para pengungsi: wartawan infotainment!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimana tidak, dengan menggunakan video singkat kondisi banjir dan pengungsi banjir yang berasal dari kalangan ekonomi kurang mampu, mereka membuka ulasan mengenai artis yang terkena banjir dan juga mengungsi. Bedanya, yang satu hanya dapat mengungsi ke penampungan dan selanjutnya mengandalkan bantuan orang lain, yang lainnya mengungsi ke hotel berbintang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tidak salah memang jika si artis mengungsi ke hotel berbintang. Itu hak mereka, dan kebetulan mereka mampu membayarnya. Tapi kenapa wartawan infotainment itu harus merekam ketika mereka masuk dan memamerkan kamar nan mahalnya (yang harga sewa semalamnya bisa jadi merupakan uang kebutuhan sebulan dari rekan pengungsi yang kurang mampu) dibumbui dengan kata-kata bombastis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Apakah mereka lupa, di luar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ada sebagian orang yang tidak seberuntung orang-orang yang sedang mereka wawancarai, dan orang-orang itu sedang dalam kondisi yang tertekan—secara fisik maupun emosional. Itu adalah masa-masa dimana gejolak sosial dapat dengan sangat mudah terpicu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Atau memang wartawan infotainment semata-mata orang yang hanya mempermainkan emosi—tanpa mengingat nilai jurnalisme sesungguhnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Selamat Hari Pers! Selamat berkaca pada kondisi pers nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-6969590686190219469?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/6969590686190219469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=6969590686190219469' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6969590686190219469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6969590686190219469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/02/satu-lagi-alasan-saya-tidak-respek-pada.html' title='Satu Lagi Alasan Saya Tidak Respek pada Infotainment'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-7304924809342014715</id><published>2007-01-19T15:25:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T15:27:34.002+07:00</updated><title type='text'>Blogging?</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seorang kolega saya pernah bertanya, untuk apa saya repot-repot menulis, membuat blog?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mengapa saya membuat blog?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="font-family: georgia;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menyebarkan ide saya. Kalaupun saat ini ide itu belum bermanfaat, dengan membuat blog pada akhirnya saya dapat membuat ide saya tersedia bagi orang lain. Kapanpun, bahkan ketika saya sudah tidak lagi di dunia ini. &lt;i style=""&gt;Ideas are bulletproof&lt;/i&gt;. Dan melalui blog saya dapat mencapai publik yang sebenarnya tidak saya kenal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Belajar menulis dan berpikir. Tulisan merupakan budaya terbesar manusia. Sungguh disayangkan jika saya tidak mendayagunakan peninggalan terbesar ini untuk semakin mengembangkan diri saya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menjadi tempat saya berkaca. Dalam waktu-waktu tertentu saya membaca tulisan-tulisan di blog saya. Melaluinya saya dapat melihat bagaimana perjalanan hidup saya selama ini. Apa yang menjadi pergulatan saya, bagaimana saya dulu menyelesaikannya, apakah saya telah belajar dari pengalaman-pengalaman yang telah lalu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Corong kebebasan berpendapat. Dalam pengalaman saya (terlebih di dunia jurnalisme), kebebasan berpendapat merupakan suatu kemewahan tersendiri (paling tidak dulu). Merupakan suatu pemborosan yang mubazir untuk tidak memanfaatkan kemewahan ini kini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mendapat masukan dari rekan-rekan yang lain. Terkadang dari orang-orang yang membaca tulisan saya memberikan masukan, baik secara langsung melalui blog atau tidak. Masukan mereka juga menjadi suatu harta bagi saya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bercerita. Kadang saya merasa lebih mudah dan dapat lebih detail menceritakan sesuatu melalui tulisan daripada melalui jalan lisan. Blog ini merupakan salah satu bentuknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-7304924809342014715?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/7304924809342014715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=7304924809342014715' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7304924809342014715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7304924809342014715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/01/blogging.html' title='Blogging?'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-8258787896114046273</id><published>2007-01-19T14:32:00.001+07:00</published><updated>2007-01-19T14:32:51.334+07:00</updated><title type='text'>People Should Not Be Afraid Of Their Governments</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salah satu&lt;i style=""&gt; quote&lt;/i&gt; paling kuat dalam film &lt;i style=""&gt;V for Vendetta&lt;/i&gt;. Akan tetapi, benar tidak ya, &lt;i style=""&gt;People should not be afraid of their governments. Governments should be afraid of their people?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di negara yang pernah mengalami rezim diktatorisme, sepertinya kalimat itu sangat relevan. Memang benar, jikalau rakyat harus ketakutan pada pemerintahannya, pasti negara itu bukan negara yang sehat. Kita pernah merasakannya, bertahun-tahun malah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi, apakah itu serta-merta berarti pemerintahan harus takut pada rakyatnya? Seperti persamaan matematis, jika bukan A maka pasti B? Sepertinya tidak. Negara ini juga menjadi contoh tentang pemerintahan yang takut pada rakyat. Setelah tahun-tahun dimana rakyat yang takut pada pemerintahan, Indonesia juga sempat melihat pemerintahan yang takut pada rakyat. Kapan? Ketika orang-orang yang dengan sedemikian brutal dan bebasnya menginjak-injak keadilan (dengan melabelkan dirinya menegakkan keadilan!). Apa yang dilakukan pemerintah (dan aparat)? Tidak ada. Mereka hanya terdiam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketakutan pada rakyat? Ketakutan pada label melanggar HAM apabila menindak orang-orang beringas itu? Padahal dalam ketakutan mereka terhadap orang-orang itu, mereka justru membiarkan kondisi semakin buruk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yang terbaik memang bukan hubungan pemerintah dan rakyat yang dibangun atas rasa takut. Yang terbaik memang hubungan keduanya yang dilandasi oleh rasa percaya. Akan tetapi, dapatkah rasa percaya itu dibangun dalam kondisi sudah terbiasa untuk saling mengecewakan dan dikecewakan? Entah siapa yang dapat menjawabnya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-8258787896114046273?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/8258787896114046273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=8258787896114046273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8258787896114046273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8258787896114046273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/01/people-should-not-be-afraid-of-their.html' title='People Should Not Be Afraid Of Their Governments'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-3270424969883095080</id><published>2007-01-19T12:19:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:20:14.961+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin yang Menipu</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika suatu pekerjaan tim sudah jelas terlihat bergerak ke arah yang salah atau belum siap, dibutuhkan keberanian dan kejujuan seorang pemimpin untuk mengakui kesalahannya sebagai pemimpin. Dibutuhkan jiwa besarnya untuk mau melakukan &lt;i style=""&gt;backtracking&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika ia malah memaksakan kehendaknya untuk menghantam terus pekerjaannya, ia sedang membawa dirinya &lt;i style=""&gt;dan&lt;/i&gt; orang-orang yang dipimpinnya menuju kehancuran. Atau memang ia sudah kehilangan nuraninya hingga tega menipu orang-orang itu. Dan menipu dirinya sendiri?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-3270424969883095080?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/3270424969883095080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=3270424969883095080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/3270424969883095080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/3270424969883095080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/01/pemimpin-yang-menipu.html' title='Pemimpin yang Menipu'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-4516539407464188922</id><published>2007-01-19T11:32:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T11:56:23.489+07:00</updated><title type='text'>Teater Koma dan Regenerasi Organisasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;" lang="IN"&gt;Minggu lalu saya baru saja menonton pagelaran terbaru Teater Koma, &lt;i style=""&gt;Kunjungan Cinta&lt;/i&gt;, di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki. Wow, pertunjukan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengagumkan. Saya menikmati seluruh pertunjukan. Mulai dari akting Butet Kertaradjasa sebagai Ilak, Ratna Riantiarno sebagai Klari (atau lebih baik disebut Klara, namanya setelah kaya mendadak?), hingga dekor yang megah serta durasi pertunjukan yang cukup lama (4 jam!).&lt;/span&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi, satu hal yang sangat saya perhatikan, saya &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/RbBO1RvNXWI/AAAAAAAAAAM/gr8aiO2IzwM/s1600-h/FestivalTopeng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 262px; height: 155px;" src="http://bp0.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/RbBO1RvNXWI/AAAAAAAAAAM/gr8aiO2IzwM/s320/FestivalTopeng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5021600261719547234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="IN"&gt;merasa Teater Koma telah kembali menunjukkan sinarnya. Bukan merendahkan pertunjukan sebelumnya, &lt;i style=""&gt;Festival Topeng&lt;/i&gt;. Keduanya tetap bagus, akan tetapi sepertinya ada sesuatu yang hilang dalam &lt;i style=""&gt;Festival Topeng&lt;/i&gt;. Padahal naskahnya bukan naskah picisan (mana ada naskah pemenang Sayembara Naskah Dewan Kesenian Jakarta 2003 yang picisan, beda dengan naskah sinetron Indonesia). Sepertinya unsur sutradara memang memegang peranan penting. Ya, &lt;i style=""&gt;Festival Topeng&lt;/i&gt; memang dapat dikatakan ajang regenerasi sutradara Teater Koma. Tampuk sutradara yang biasanya dipegang oleh Nano Riantiartno, kali ini dipegang oleh Budi Ros, salah satu sesepuh Teater Koma lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saat-saat itu memang menjadi masa-masa regenerasi Teater Koma. Setelah sebelumnya mementaskan &lt;i style=""&gt;Sampek-Engtay 2005&lt;/i&gt; yang menjadi ajang regenerasi keaktoran (semua pemain dari angkatan 2005 Teater Koma), kali ini ajang regenerasi kesutradaraan. Akan tetapi, walaupun sebenarnya Budi Ros sudah berpengalaman menyutradarai pementasan, tetap saja pementasan &lt;i style=""&gt;Festival Topeng&lt;/i&gt; terasa kurang menggigit. Dialog-dialognya tetap tajam, tapi tetap saja ada sesuatu yang hilang—bukan guyonan yang jelas, karena sebenarnya bagi saya guyonan dalam naskah teater itu hanya merupakan tambahan, bukan esensi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sepertinya kendala seperti ini juga yang banyak dihadapi organisasi, termasuk organisasi Kristen. Seringkali kita terpaku pada regenerasi anggota—terutama ketika grafik keanggotaan menunjukkan kurva menurun. Perkara regenerasi pemimpin hanya dipikirkan ketika bulan-bulan terakhir menjelang pergantian kepengurusan. Padahal pemimpin bukanlah mereka yang lahir dalam waktu sebulan atau dua bulan. Pemimpin adalah mereka yang sudah dipersiapkan—dan mempersiapkan diri—sejak jauh hari. Kesalahan atau malah kegagalan mempersiapkan pemimpin berarti juga kegagalan dalam mewujudkan organisasi yang berkelanjutan. Pemimpin yang baik akan membawa suasana yang menarik anggota (dan calon anggota). Dari anggota ini akan dimunculkan calon-calon pemimpin lagi. Pemimpin yang buruk dapat menjauhkan anggota (dan calon anggota). Akibatnya, organisasi juga kehilangan calon pemimpin masa depan. Organisasi tanpa pemimpin? Sepertinya akan menjadi organisasi yang kehilangan arah dan menuju kebinasaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bukanlah sesuatu yang haram bagi seorang pemimpin untuk mulai melirik calon-calon penggantinya sejak jauh-jauh hari. Dan mempersiapkannya sejauh jauh hari: dengan bimbingan, dengan pelatihan, dan dengan kepercayaan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-4516539407464188922?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/4516539407464188922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=4516539407464188922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/4516539407464188922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/4516539407464188922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/01/teater-koma-dan-regenerasi-organisasi.html' title='Teater Koma dan Regenerasi Organisasi'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_EkVVvaCfCqg/RbBO1RvNXWI/AAAAAAAAAAM/gr8aiO2IzwM/s72-c/FestivalTopeng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116770837585667589</id><published>2007-01-02T10:23:00.000+07:00</published><updated>2007-01-02T10:26:15.933+07:00</updated><title type='text'>Hukuman</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seorang eks penguasa baru saja dieksekusi. Mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebagai hukuman atas segala kesalahannya selama ini? Hukum harus ditegakkan, hukuman harus diberikan!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi, apakah hukuman itu? Suatu produk kebudayaan manusia! Sesuatu yang dirumuskan oleh manusia sendiri, dan tidak luput dari kesalahan. Apa kegunaan dari hukuman? Memberikan ganjaran dan mendidik manusia?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejauh mana seseorang dapat dihukum?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika hukuman mati diberikan, apakah memang itulah ganjaran dan pendidikan yang tepat? Apakah bukan merupakan ganjalan dari segala kemarahan, kekecewaan, dendam, rasa muak manusia (yang menghukum) terhadap sang terhukum? Atau bahkan merupakan pelampiasan dari kemarahan dan kekecewaan itu? Pelampiasan dendam?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika suatu tindakan destruktif—mencabut nyawa manusia lain—disebut hukuman yang adil. Apakah memang manusia telah identik dengan kesalahannya hingga harus dihancurkan begitu saja oleh sesama manusia? Atau memang inilah saatnya manusia saling menghancurkan?&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116770837585667589?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116770837585667589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116770837585667589' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116770837585667589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116770837585667589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/01/hukuman.html' title='Hukuman'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116766798209893622</id><published>2007-01-01T23:12:00.000+07:00</published><updated>2007-01-04T11:00:16.196+07:00</updated><title type='text'>Pramoedya Ananta Toer and Christian Education</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;This Christmas holiday is really a joy for me. Aside from the opportunity to further develop my social relationship (with my family and friends), this holiday also gives me the chance to read some books—one of them is the late Pramoedya Ananta Toer’s &lt;i style=""&gt;Sekali Peristiwa di Banten Selatan&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1064/3246/1600/243681/SekaliPeristiwa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1064/3246/320/529474/SekaliPeristiwa.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;The book describes clearly, how the spirit of mutual cooperation really blossoms &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;in the daily life of rural Indonesians. How they can counteract many community problems with working together.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;But the book also highlights one of &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;’s weakest points: education. It is a public secret that the government paid little attention to the development of education in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;—aside maybe, to gain some profit from corruption via the ever-changing education policy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;What is the correlation to Christianity? Simple, education is one of Christianity’s biggest contributions to humankind’s history. You can find many schools or universities which roots on Christianity basis, not just outside &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, but also in &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Some are even the pioneer of education in their location. And they simply do education on the purpose of serving (as a humble servant).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Shame for us that the tradition of Christian Education (thus, contributing to community) has becoming weaker. True, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Christian&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;Schools&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt; do exist. But are they still doing their Christian way of life (and way of teaching) in their daily life? We can no longer distinguish some Christian educator from those who are not. Some “Christian educator” are even worse than their counterparts (I happens to face some of these “educators”).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal" face="georgia"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;It is our chance to fix what has to be fixed. There are those who chose to smear the world of Christian Education—it is their choice. We, meanwhile, can do the opposite: doing what he has to do for Christian Education. You do not have to be a formal teacher; you do not have to be a staff in a formal education foundation. You can start it in your very own community: be a proactive and resourceful, yet educating man. I am lucky enough to find a group which gives me the opportunity to do education activities (although not a formal one). I do trust that there are still enough Christians with a passion of Christian Education that conducts groups such as the one I’m in. And it is your doorway to be a &lt;i style=""&gt;high-impact Christian&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116766798209893622?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116766798209893622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116766798209893622' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116766798209893622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116766798209893622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/01/pramoedya-ananta-toer-and-christian.html' title='Pramoedya Ananta Toer and Christian Education'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116766789692926672</id><published>2007-01-01T23:11:00.000+07:00</published><updated>2007-01-01T23:17:38.803+07:00</updated><title type='text'>Curse of The Golden Flower</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nama besar Zhang Yimou sepertinya sudah menjadi jaminan tersendiri akan kualitas film ini. Dan itu salah satu alasan saya akhirnya memutuskan untuk menonton film ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1064/3246/1600/861958/CurseOfGolden.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1064/3246/320/247327/CurseOfGolden.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hasilnya? Secara visual memang film ini sangat mengagumkan: kolosal! Kualitas para pemainnya pun sudah tidak diragukan lagi: Chow Yun Fat dan Gong Li, dua nama besar di dunia perfilman Cina. Ceritanya pun dibawakan secara menarik—walaupun membutuhkan konsentrasi ekstra untuk mengikutinya karena teknik &lt;i style=""&gt;subtitling&lt;/i&gt; yang kurang baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi saya menjadi berpikir terus ketika menonton film ini. Sepertinya memang sudah merupakan “tradisi” di keluarga monarki kerajaan-kerajaan dahulu untuk terjadi perebutan kekuasaan. Hingga seekstrim yang digambarkan dalam film ini mungkin: suami yang membuang istri pertamanya dan meracuni istri keduanya; istri kedua yang berencana melakukan kudeta terhadap suaminya (raja) sambil melakukan &lt;i style=""&gt;incest&lt;/i&gt; terhadap putra tirinya; anak pertama yang seperti kebingungan dan memadu kasih dengan gadis yang (ternyata!) adik kandungnya; putra kedua yang berambisi merebut kekuasaan ayahnya dan melakukan pembelotan (walaupun dengan label melindungi ibunya); anak terkecil yang diam-diam menyimpan ambisi dan dendam—hingga tega membunuh kakaknya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal" face="georgia"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Melihat keluarga yang digambarkan dalam film ini—dan menengok tren yang terjadi saat ini, dimana pertalian keluarga seringkali tidak berarti pribadi-pribadi yang ada dalam keluarga tersebut saling mengasihi, bahkan dapat saling bertikai dan membunuh (tengok saja koran-koran picisan atau tabloid gosip untuk membuktikannya), apakah memang keluarga sudah kehilangan maknanya? Apakah memang keluarga sudah tidak dibangun atas dasar cinta kasih?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika keluarga sebagai struktur sosial paling sederhana yang dapat mewujudkan kedamaian sudah melupakan fungsi pembawa damainya, pilihannya hanya satu: &lt;i style=""&gt;manusia saling menghancurkan&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116766789692926672?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116766789692926672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116766789692926672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116766789692926672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116766789692926672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/01/curse-of-golden-flower_01.html' title='Curse of The Golden Flower'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116770889901528243</id><published>2007-01-01T10:28:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T23:38:00.019+07:00</updated><title type='text'>Tahun 2006 dalam Hidupku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tahun 2006 merupakan salah satu tahun dimana saya harus menghadapi banyak perubahan—beberapa sangat drastis dan memiliki efek yang tidak sedikit (walaupun pada akhirnya berdampak positif).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Karir dan Pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tahun 2006 diawali dengan status baru: karyawan tetap PT Astra Honda Motor. Ya, setelah 6 bulan penuh perjuangan, per Desember 2005 saya telah diangkat sebagai karyawan tetap. Berkat yang menyenangkan? Tentu saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada perjalanannya, langkah-langkah awal karir di tahun 2006 agak tersendat. Saya masih berusaha beradaptasi dengan lingkungan kerja baru (yang memiliki &lt;i style=""&gt;code of conduct&lt;/i&gt; yang berbeda dengan kantor lama). Saya bertemu dengan rekan-rekan baru, tidak hanya dari internal AHM tapi juga dari konsultan yang gaya kerjanya berbeda dengan pengalaman saya sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada awal 2006 ini pula saya sempat jatuh sakit yang agak lama (satu minggu). Ada diagnosis ini terpengaruh oleh beban kerja waktu itu. Beruntung pada akhirnya saya dapat bangkit dan aktif kembali. Ada teman yang akhirnya mengundurkan diri dari AHM karena merasa tidak mampu menghadapi beban kerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya juga harus rela kehilangan beberapa rekan kerja yang tidak diperpanjang status kontraknya di pertengahan tahun ini. Dan menemukan beberapa teman kerja yang baru—di luar IT. Salah satunya membuat saya terkesan dengan mengirimkan sebuah email sederhana ketika saya sedang mendekati titik-titik kejenuhan melihat sistem kerja yang tidak efisien. Perhatian, walaupun sederhana, memang sangat berguna bagi yang menerimanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertengahan tahun juga menandakan satu titik monumental dalam karir. Kepercayaan telah diberikan kepada saya dengan mengangkat saya sebagai &lt;i style=""&gt;Team Leader&lt;/i&gt;. Walaupun ini hanya berlaku dalam proyek dan tidak dalam waktu yang terlalu lama, ini memberikan rasa percaya diri ketika saat itu merupakan salah satu saat paling melelahkan dalam proyek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa &lt;i style=""&gt;training&lt;/i&gt; juga saya terima di tahun ini, salah satunya Oracle BPEL dan &lt;i style=""&gt;Information System Audit&lt;/i&gt;. Setidaknya &lt;i style=""&gt;training&lt;/i&gt; terakhir itu semakin membukakan mata saya dan memperluas pengetahuan maupun jaringan saya (baik internal AHM maupun eksternal AHM).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Karir saya di tahun 2006 ditutup dengan adanya rotasi di struktur organisasi IT AHM. Per 01 Januari 2007 saya akan ditempatkan di departemen baru. Satu kesempatan lagi untuk berkarya. Serta ditutup dengan adanya &lt;i style=""&gt;performance appraisal&lt;/i&gt; yang walaupun baik, tetap belum merupakan nilai maksimal dari skala performa yang ada. Mengutip kata-kata seorang teman: “baik tidaklah cukup jika ada yang terbaik”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Relasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Relasi merupakan aspek dengan pergolakan terbesar di tahun 2006. Perubahan-perubahan yang terjadi sempat memukul saya untuk beberapa saat. Akan tetapi justru di saat-saat itu saya berhasil menemukan orang-orang yang layak disebut sahabat—suatu hal yang menjadi tantangan bagi seorang INTJ. Sulit membayangkan bisa menjadi seperti saat ini kalau tidak ada campur tangan sahabat-sahabat itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya juga menemukan suatu komunitas—tempat dimana saya dengan cepat dapat menemukan lebih banyak teman lagi. Prestasi di bidang relasi di tahun ini cukup cemerlang untuk INTJ seperti saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam waktu relatif singkat, cukup banyak kepercayaan yang telah diberikan kepada saya oleh teman-teman baru saya. Semoga saya tidak mengecewakan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Masih ada pertanyaan besar dalam aspek relasi yang belum terjawab sampai akhir tahun 2006 ini. Walaupun mungkin saya tidak akan pernah mendapatkan jawabannya, tapi bukanlah sesuatu yang sia-sia untuk berharap bahwa jawabannya (walaupun jawaban itu tidak akan pernah kuketahui) merupakan jawaban yang hadir dari perenungan mendalam, bukan keputusan sesaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pelayanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika tidak karena adanya pergolakan di aspek relasi, mungkin sulit untuk membayangkan bisa aktif di pelayanan gerejawi saat ini. Dari dulu saya memang lebih menyukai pelayanan melalui tulisan atau aktivitas-aktivitas yang tidak berlabelkan kerohanian (sambil melakukan pelayanan tersebut secara “terselubung”). Akan tetapi saat ini saya telah menemukan bahwa kedua hal tersebut dapat saling melengkapi. Tentunya dengan adanya kesempatan (dan kesempatan berinovasi) yang telah diberikan—sesuatu yang langka dalam suatu organisasi yang pernah saya masuki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pemuda GKI Kayu Putih... sepertinya saya sudah menemukan “rumah kedua” untuk saat ini. Dengan anggota tim yang baik, tidak ekstrim rohani (dan menutup mata terhadap dunia), terlihat sangat positif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sahabat-sahabat di tim bayangan TGiF dengan berbagai karakter dan gaya mereka. Memberikan saya kesempatan untuk lebih lanjut mengembangkan diri. Semangat saya untuk kembali menulis juga lebih terpacu dengan adanya mereka, yang seringkali mungkin tanpa mereka sadari memberikan semangat dan dorongan untuk menulis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kesempatan menulis dan menggunakan kemampuan teknikal juga telah dibukakan oleh pelayanan literatur dan sarana-prasarana. Walaupun memang tidak semuanya dapat serta-merta saya jabani. Akal sehat dalam memilihnya tetap harus digunakan.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116770889901528243?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116770889901528243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116770889901528243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116770889901528243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116770889901528243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2007/01/tahun-2006-dalam-hidupku.html' title='Tahun 2006 dalam Hidupku'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116658780831986967</id><published>2006-12-20T11:00:00.000+07:00</published><updated>2006-12-21T16:59:35.230+07:00</updated><title type='text'>Blogging to Bless?</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;Is it a coincidence? A day after I posted my blog, a friend of mine happens to face a situation I describes in my blog. He emailed me his agreement and how he found my posting to strengthen him in his situation.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;I suppose it is not a coincidence. I believe that thru blog, we can share our ideas, experience, how we deal with life, and so on. I think, it is a way to channel our contribution to our community—or even to the world, for a blog reaches the entire population.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;It is a very joyful experience to have your ideas being read by others. It is a joyful experience to have peoples find it useful and that they can even develop it furthermore. At least, it shows me that I do &lt;i style=""&gt;exist&lt;/i&gt; and I am not merely a sitting duck in my life.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116658780831986967?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116658780831986967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116658780831986967' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116658780831986967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116658780831986967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/12/blogging-to-bless.html' title='Blogging to Bless?'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116641972385784558</id><published>2006-12-18T12:25:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:13:55.458+07:00</updated><title type='text'>Topeng</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pernahkan Anda merasakan kelelahan dalam bersahabat atau berteman? Atau rasa muak terhadap orang-orang yang selama ini disebut sahabat?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seringkali orang-orang yang menamakan dirinya sahabat meminta kita untuk menjadi seseorang yang bukan diri kita—dan kita memenuhinya semata-mata demi “persahabatan” itu. Masih layakkah disebut persahabatan ketika kita tidak menjadi diri kita sendiri? Terpaksa menggunakan topeng ketika berdekatan dengan mereka. Topeng cendekiawan, topeng intelektual, atau malah topeng monyet (!). Energi kita terkuras semata-mata demi mengenakan topeng tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Merupakan suatu kelegaan tersendiri ketika kita dapat menemukan dan menjadi orang yang mengerti dan menerima saat seseorang mengucapkan: &lt;i style=""&gt;topeng saya adalah wajah saya sendiri&lt;/i&gt;. Seseorang yang langka di zaman ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116641972385784558?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116641972385784558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116641972385784558' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116641972385784558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116641972385784558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/12/topeng.html' title='Topeng'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116641127228003720</id><published>2006-12-18T10:01:00.000+07:00</published><updated>2006-12-18T10:07:52.343+07:00</updated><title type='text'>Ketika Vendetta Berganti Visi Vitalisasi</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Membaca &lt;i style=""&gt;V for Vendetta&lt;/i&gt;, jelas sekali ada dua tokoh V dalam komik tersebut. Yang satu adalah &lt;i style=""&gt;the old V&lt;/i&gt;, pribadi yang sungguh cemerlang, brilian, namun dipenuhi dendam. Yang lain adalah &lt;i style=""&gt;the new V&lt;/i&gt;, Evey yang dulunya adalah asuhan V yang akhirnya mengambil alih posisi V yang gugur dalam puncak perjuangannya menghadapi pemerintahan totaliter. Adakah yang tahu bahwa wajah dibalik topeng V yang dulu berbeda dengan V yang baru? Dengan topeng Guy Fawkes yang tidak pernah lepas dari wajahnya, sepertinya tidak akan ada orang yang tahu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi, dibalik persamaan fisik tersebut, ada visi yang sangat berbeda dari kedua versi V itu. V yang lama adalah V yang menggunakan &lt;i style=""&gt;kekerasan&lt;/i&gt; sebagai caranya menegakkan visinya untuk menggulingkan pemerintahan totaliter. Apakah dia memiliki keraguan dalam melakukannya? Sepertinya tidak, tercermin dari tidak ragunya V untuk melakukan aksi “terorisme” sehari-harinya. Bahkan diperkuat dengan kalimatnya yang sungguh kuat: &lt;i style=""&gt;the only verdict is a vengeance&lt;/i&gt;. Mungkin pula V percaya bahwa ia dengan segala idenya pada akhirnya dapat mengatasi segala hambatan dari &lt;i style=""&gt;Norsefire&lt;/i&gt;: &lt;i style=""&gt;Vi Veri Veniversum Vivus Vici&lt;/i&gt; (&lt;i style=""&gt;With the power of truth I, while a living man, have conquered the universe)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mendapat tentangankah V sewaktu menjalankan segala misinya? Yang menarik, ternyata selain dari &lt;i style=""&gt;Norsefire&lt;/i&gt; (tentu saja!), V juga mendapat pertanyaan-pertanyaan moral dari Evey yang notabene adalah anak didiknya sendiri. Sepertinya walaupun Evey setuju dengan visi jangka panjang V mengenai pemerintahan yang tidak totaliter, Evey tetap tidak serta merta menerima segala ide V dengan membabi buta. Masih ada akal jernih dalam diri Evey ketika memutuskan untuk menerima ajaran V.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika pada akhirnya V tewas dan Evey mengambil alih jubah dan topengnya, telah lahir seorang V baru. Di akhir komik, menarik juga melihat bahwa V “menculik” dan memperkenalkan dirinya pada Dominic yang dulunya adalah &lt;i style=""&gt;Fingermen&lt;/i&gt;, organisasi yang justru mengejar-ngejar V. Banyak pembaca menafsirkan bagian ini sebagai bagian dimana Evey sudah dapat mema’afkan apa yang dilakukan pemerintahan terhadap dirinya, keluarganya, V lama, dan masyarakat—serta menularkan visinya mengenai pemerintahan yang tidak totaliter, menyadarkan kondisi yang salah dan seharusnya diperbaiki, mengenai musuh yang ada di dalam diri &lt;i style=""&gt;Fingermen&lt;/i&gt; sendiri (yang notabene adalah pemerintahantotaliter tersebut).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apakah ini pertanda berakhirnya era V yang penuh Vendetta dan digantikan oleh V yang memilih jalan damai dalam mewujudkan visinya? Apakah ini merupakan bentuk V yang mau merangkul musuhnya untuk bersama-sama membangun sesuatu yang lebih baik? Bukan lagi V yang menjauhkan diri dari lawannya dan menjadi menara gading dengan tindakan dan sikapnya? V yang pada akhirnya melakukan vitalisasi elegan terhadap orang-orang di sekelilingnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bukan hal yang mudah untuk menghilangkan keinginan untuk melakukan Vendetta. Apalagi menggantikannya dengan visi Vitalisasi. Akan tetapi, ini merupakan suatu panggilan bagi kita yang saat ini ada dalam lingkaran persekutuan. Seperti &lt;i style=""&gt;V for Vendetta&lt;/i&gt;, ketika V lama dalam jiwa kita sudah mati, saatnya V baru yang dapat mema’afkan dan mengampuni muncul serta mulai merangkul orang-orang yang selama ini tidak terperhatikan, orang-orang yang selama ini belum mengetahui kabar yang seharusnya mereka ketahui. Melakukan vitalisasi (iman) terhadap orang-orang lain. Kecuali kalau kita memang lebih memilih menjadi V lama yang senantiasa mengatakan: &lt;i style=""&gt;the only verdict is a vengeance.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116641127228003720?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116641127228003720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116641127228003720' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116641127228003720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116641127228003720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/12/ketika-vendetta-berganti-visi.html' title='Ketika Vendetta Berganti Visi Vitalisasi'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116640799786645246</id><published>2006-12-18T08:54:00.000+07:00</published><updated>2006-12-18T09:13:18.100+07:00</updated><title type='text'>Ma’af atau Ma’af</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kapankan seorang dikatakan berhati besar? Apakah ketika ia dapat &lt;i style=""&gt;berkata&lt;/i&gt;: ma’af? Sekali-kali tidak!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ma’af adalah kata yang sulit untuk diucapkan. Kenapa? Kesombongan pribadi yang tidak mau merasa direndahkan dengan merasa sebagai pihak yang salah? Egosentris sekali (!).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi lebih sulit lagi untuk menjalankan ma’af itu. Ma’af bukanlah kata yang dapat berdiri sendiri tanpa adanya perubahan dari si pengucap. Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi, sudah tidak mungkin untuk mengubahnya lagi. Namun demikian, apakah berarti kemudian tidak ada usaha untuk mengobati kerusakan yang disebabkan olehnya? Untuk tidak mengulanginya lagi? Atau memang itu hanyalah kata-kata ma’af yang muncul begitu saja?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika seorang teman berkata, “ma’afkan saya”, apakah yang harus saya perbuat? Ingat bahwa untuk menyodorkan permintaan ma’af itu bukanlah sesuatu yang ringan bagi siapapun jua. Dan adalah kewajiban saya untuk menghargai kebesaran teman saya itu. Sesuatu yang konyol kalau saya merendahkan upayanya dan tidak membantunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seorang yang maju dengan permintaan ma’af, setangguh apapun dia, pasti mengalami kecamuk dalam hatinya. Apakah layak saya semakin menjatuhkannya dengan tidak menerima dan tidak &lt;i style=""&gt;membantu&lt;/i&gt; proses tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jikalau memang demikian yang terjadi, seharusnya bukan dia yang meminta ma’af—sayalah yang berkewajiban meminta ma’af kepadanya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116640799786645246?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116640799786645246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116640799786645246' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116640799786645246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116640799786645246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/12/maaf-atau-maaf.html' title='Ma’af atau Ma’af'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116633996291029485</id><published>2006-12-17T14:11:00.000+07:00</published><updated>2006-12-17T14:19:22.980+07:00</updated><title type='text'>To Change or Not To Change: Doing My Best in an Everlasting Changing Life</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;The rumors are becoming more and more open. There will be a reshuffle in IT Division structure. Some will leave the division and works in another division; some will have a job rotation; some will even have a job enlargement. How’s the reshuffle to me? Simple, I am one of the affected ones.&lt;br /&gt;Well, this reshuffling is not something that I can stop—resistance is futile, said the Borg in Star Trek. I can see this as just another “bump of change” in my life. And I have to face it, not mourn on it, but give what I can do best.&lt;br /&gt;In life, there are numerous changes. Some are avoidable, some are not. Some are for good, some are not. And of course, some forces us to leave our comfort zone. It might not be a pleasant experience, but it might alter our life positively. The same also applies to changes back when we graduates, we are no longer a college student—we left our comfort zone where we live our life “only as a student” to become a fully matured and self-dependent person. It is our choice to take the honor to live the life as a honorable men by advancing trough the challenges it offers.&lt;br /&gt;The choice is ours. We can be shaken by the change, but chose to adapt and performs again in the new environment. Or we can simply turn our vision back toward the old days in our comfort zone—while not realizing that we are doing nothing at all (!).&lt;br /&gt;It is a sign of maturity to be able to face life and what it has to offer. It is a sign of maturity to be able to stand up again after a shock in life. And not to wanders in the old days.&lt;br /&gt;The choice is up to each of us. Whether we can accept the change and DO what we ought to DO, or simply do not accept the change and DO NOT live in reality anymore.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116633996291029485?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116633996291029485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116633996291029485' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116633996291029485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116633996291029485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/12/to-change-or-not-to-change-doing-my.html' title='To Change or Not To Change: Doing My Best in an Everlasting Changing Life'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116621302438581710</id><published>2006-12-16T03:02:00.000+07:00</published><updated>2006-12-18T15:05:43.020+07:00</updated><title type='text'>Mirror Blog</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;I am creating a mirror blog at &lt;/span&gt;&lt;a href="http://sagara-sagara.blogs.friendster.com/"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;http://sagara-sagara.blogs.friendster.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;.&lt;br /&gt;It will contain all the same postings I made in &lt;/span&gt;&lt;a href="http://sagara-sagara.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;http://sagara-sagara.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, and primarily acts as a backup mirror for my Blogspot one.&lt;br /&gt;Currently, I am still replicating my postings to the Friendster Blog. Hopefully, it will be done in a few days. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116621302438581710?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116621302438581710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116621302438581710' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116621302438581710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116621302438581710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/12/mirror-blog.html' title='Mirror Blog'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116529286554267954</id><published>2006-12-05T11:03:00.000+07:00</published><updated>2006-12-13T21:39:57.563+07:00</updated><title type='text'>Mereka yang di Tanah Abang</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Minggu lalu, pas pulang kantor kehujanan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;:(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;. Selain badan basah kuyup, B 6390 UET yang sudah kotor&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;pun makin belepotan. Kata orang, musim hujan kali ini merupakan siklus 5-tahunan banjir. Berarti harus mulai waspada banjir (!).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Omong-omong soal banjir di Jakarta, saya masih ingat sekali ke Banjir Besar 2002. Banjir kelas berat. Jakarta lumpuh. Dan kebetulan waktu itu saya sempat ikut di Tim Relawan kampus yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Jadilah beberapa hari itu saya beraksi di beberapa lokasi banjir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Tapi satu lokasi yang benar-benar berkenang bagi saya adalah Tanah Abang. Tepatnya kantor PLN Tanah Abang. Kantor itu menjadi lokasi penampungan sementara dari rekan-rekan yang menjadi korban banjir waktu itu. Siapa saja yang ada disana? Dari cakupan umur bayi sampai mereka yang sudah berumur. Strata ekonomi? Menengah ke bawah (tentu saja, mereka yang berduit pasti tidak memilih lokasi itu untuk mengungsi). Pekerjaan? Pedagang, supir, bahkan sampai preman (saya malah sempat “terpaksa” berdebat dengan salah satu preman di sana dalam masalah distribusi bantuan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Malam itu saya ingat sekali, ketika saya dan rekan-rekan di tim relawan harus membagikan stok makanan kecil serta sandang (sarung dan selimut) yang tersedia. Berhubung stok yang sangat sedikit dan jumlah pengungsi yang membludak, kami terpaksa menjatah barang-barang tersebut. Rasanya cukup berat ketika harus membagikan barang-barang tersebut dengan pembatasan yang sedemikian ketatnya (kami berjalan berkeliling lokasi pengungsian sambil membagikan barang-barang itu). Terlebih melihat adanya anak-anak kecil dan orang tua yang pasti kedinginan, tapi mengingat banyaknya pengungsi lain yang belum mendapat jatah mereka, kami melakukannya juga (jadi teringat ke pengalaman jurnalistik, dimana kadang kami sebagai jurnalis mengalami perdebatan nurani pribadi juga ketika meliput kejadian-kejadian penuh pergulatan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Dengan kondisi tersebut, kami tetap dapat melihat ucapan syukur yang melimpah dalam mata rekan-rekan pengungsi (sementara saya, kadang masih kurang bersyukur dengan segala yang ada saat ini)—dan mereka dapat menerimanya dengan tertib. Dan segala ketakutan akan adanya ketidakteraturan dalam pembagian—atau malah aksi anarkis—segera sirna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Rasa syukur dan berkecukupan memang tidak datang dari apa yang kita miliki, tapi semata-mata berangkat dari pribadi yang terdalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Akan tetapi, pengalaman membagikan itu bukanlah puncak yang saya terima di malam itu. Ketika saya dan rekan-rekan Tim Relawan sedang beristirahat (sambil bersiap untuk kembali ke Posko Kampus), ada beberapa rekan pengungsi yang menghampiri kami. Dengan kondisi mereka yang masih serba berkekurangan, mereka malah bertanya: “Adik-adik sudah makan belum, ini kami ada makanan”&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;seraya menyerahkan sekantong nasi bungkus (saya masih ingat sekali isinya: nasi putih, telur dadar, dan tumis toge; sederhana secara fisik, besar secara makna). Saya dan rekan-rekan kehilangan kata-kata waktu itu. Di tengah kondisi mereka yang berkekurangan, ternyata mereka masih tetap memikirkan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Malam itu, sambil berjalan di tengah-tengah banjir dengan hujan yang terus memukul-mukul kepala, saya menyadari: bersyukur tidaklah datang dari luar, tapi dari pribadi sendiri; memberi bukan dari kelebihan, tapi dari ketulusan hati.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116529286554267954?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116529286554267954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116529286554267954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116529286554267954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116529286554267954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/12/mereka-yang-di-tanah-abang.html' title='Mereka yang di Tanah Abang'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116461094319251450</id><published>2006-11-27T13:40:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:15:59.174+07:00</updated><title type='text'>Casino Royale (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satu-satunya orang gila di dunia orang gila adalah orang normal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-Kahlil Gibran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Menyambung posting sebelumnya, masih mengenai pengalaman menonton &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: georgia;"&gt;Casino Royale&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, tapi kali ini dari sisi yang berbeda.  &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa tanggapan yang teman-teman saya mengenai film itu: James Bond-nya &lt;i style=""&gt;nggak&lt;/i&gt; keren; nggak ada teknologinya sama sekali; film &lt;i style=""&gt;pure action&lt;/i&gt;, beda dengan film-film sebelumnya. Dan segudang komentar negatif lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Tapi ada satu teman yang malah berkomentar bahwa justru karakter James Bond dalam film inilah yang paling sesuai dengan penggambaran James Bond yang ditulis Ian Flemming, pengarangnya: dingin, bukan &lt;i style=""&gt;playboy&lt;/i&gt;, dan yang pasti merupakan &lt;i style=""&gt;killing machine&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Saya jadi ingat kalau dulu (dulu sekali, SMP kalau tidak salah), seorang teman lama saya pernah memberikan novel &lt;i style=""&gt;Casino Royale&lt;/i&gt; ke saya. Seingat saya memang gambaran James Bond yang ada di buku tersebut mirip sekali dengan yang ada di film ini. Bahkan bisa dibilang memang film ini hampir menyalin &lt;i style=""&gt;plek&lt;/i&gt; plot novelnya (selain tentu ada beberapa penambahan, terutama di bagian awal dan akhir film).&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Menarik sekali melihat bahwa pada akhirnya gambaran masyarakat akan figur James Bond sudah bergeser sama sekali dibandingkan gambaran asli di novelnya. Dipastikan, akibat figur yang telah ada di film-film sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Satu lagi bukti akan kekuatan media. Dan mudahnya mempermainkan pikiran manusia (dan masyarakat): berikan saja fakta yang salah terus-menerus, lama-kelamaan yang salah itu akan menjadi benar dan dipercaya semua orang. Bentuk dari kebenaran relatif? Seperti kata-kata Obi-Wan dalam &lt;i style=""&gt;Return of the Jedi&lt;/i&gt; ketika ia mengonfirmasikan bahwa Darth Vader adalah ayah Luke Skywalker: “&lt;i style=""&gt;So what I told you was true... from a certain point of view&lt;/i&gt;”.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;From a certain point of view&lt;/i&gt;…. Sudah sebegitu rapuhkah kebenaran saat ini?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;Merupakan suatu tantangan zaman, ketika posisi kita sebagai orang percaya tentulah tidak boleh terimbas pada arus kebenaran relatif ini. Di tengah semakin kuat dan mudahnya mendapatkan informasi (termasuk informasi yang salah)—serta dipengaruhi oleh informasi, apa yang harus kita jadikan pegangan? Suatu pertanyaan retoris, namun semakin menemukan maknanya saat ini. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116461094319251450?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116461094319251450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116461094319251450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116461094319251450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116461094319251450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/11/casino-royale-2.html' title='Casino Royale (2)'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116460928854298126</id><published>2006-11-27T13:27:00.000+07:00</published><updated>2006-12-13T21:08:20.176+07:00</updated><title type='text'>Casino Royale (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Minggu lalu bareng beberapa rekan Pemuda Kayu Putih saya nonton film James Bond 007 yang terbaru, &lt;i&gt;Casino Royale&lt;/i&gt;. Saya datang rada pagi karena mau belanja buku dan kado untuk adik saya yang besoknya ulang tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Singkat kata, saya dan rekan-rekan masuk ke bioskop dan film diputar. Disini saya baru menyadari, betapa luasnya tipikal karakter dari kami semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Beberapa teman saya dapat begitu terhanyutnya dalam film, ikut terhenyak ketika ada adegan-adegan yang menegangkan. Ikut &lt;i&gt;trenyuh&lt;/i&gt; secara emosional terhadap alter ego di film tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sedangkan saya? Sepanjang film bisa disebut tetap tenang (atau malah dingin terhadap karakter film tersebut). Seingat saya, selain seri film &lt;i&gt;Star Wars&lt;/i&gt;, baru film &lt;i&gt;V for Vendetta&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Born Free&lt;/i&gt;-lah film yang saya tonton dan saya dapat mempunyai ikatan emosional dengan karakternya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mungkin memang ini salah satu kelemahan saya. Terlalu menahan diri secara emosional dan tidak “lepas” mengekspresikannya. Kecuali mungkin ketika di pentas teater dan dalam tulisan. Satu lagi hal yang perlu diperbaiki. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116460928854298126?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116460928854298126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116460928854298126' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116460928854298126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116460928854298126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/11/casino-royale-1.html' title='Casino Royale (1)'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116401382452478515</id><published>2006-11-20T16:05:00.000+07:00</published><updated>2006-11-27T13:23:54.483+07:00</updated><title type='text'>Kepemimpinan Slogan</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebuah kelompok memerlukan visi. Pemimpin kelompok tersebut juga perlu memahami dan menghidupi visi tersebut. Dengan apa? Misi dan perencanaan; pengenalan akan lingkungan yang bermuara pada rencana dan eksekusi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seringkali visi dan misi itu kemudian dibuat membumi dengan slogan-slogan yang dilontarkan terus-menerus di kelompok tersebut. Terlebih di masa-masa ini di mana slogan-slogan pembakar semangat semakin sering terdengar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi esensikah slogan itu? Ketika slogan itu terus-menerus diserukan, diwajibkan di seluruh kelompok, tanpa sang pemimpin sendiri mengenal kondisi kelompoknya dan tidak memiliki rencana dan eksekusi yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yang ada adalah anggota kelompok yang merasa ditinggalkan oleh pemimpinnya, menjadi sapi perahan. Mungkin memang ini merupakan bentuk lain dari kata-kata Lord Acton, &lt;i style=""&gt;power tends to corrupt&lt;/i&gt;. Ketika penguasa telah sebegitu jauhnya dari rakyatnya, ketika mereka bagaikan telah hidup di Nirwana. Adalah keniscayaan menggunakan slogan-slogan tersebut untuk semakin memeras rakyatnya. Kekuasaan menjadi alat untuk memaksa dengan slogan sebagai alih-alih pemicu kinerja keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pemimpin adalah seorang yang penuh visi dan aksi, bukan penuh slogan.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116401382452478515?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116401382452478515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116401382452478515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116401382452478515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116401382452478515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/11/kepemimpinan-slogan.html' title='Kepemimpinan Slogan'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116348878480936175</id><published>2006-11-14T14:00:00.000+07:00</published><updated>2006-11-27T14:32:36.186+07:00</updated><title type='text'>ThinkPad</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa hari yang lalu &lt;i style=""&gt;ThinkPad&lt;/i&gt; saya baru saja &lt;i style=""&gt;crash&lt;/i&gt;. Awalnya sih karena kesalahan saya juga, menginstall driver yang belum disertifikasi. Tapi dari pengalaman sebelumnya, biasanya driver yang belum tersertifikasi masih dapat digunakan. Baru sekali ini membuat masalah sepelik ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Alhasil beberapa rencana awal seperti penggunaan &lt;i style=""&gt;ThinkPad&lt;/i&gt; saya di TGIF terpaksa dibatalkan. Panik juga, karena &lt;i style=""&gt;crash&lt;/i&gt;-nya baru disadari beberapa jam sebelum penggunaan di TGIF. Ditambah lagi mendadak ada telepon, &lt;i style=""&gt;Change Request&lt;/i&gt; di proyek lagi. Makin mumet.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beruntung dua hari sebelumnya saya baru melakukan &lt;i style=""&gt;back-up&lt;/i&gt; terhadap &lt;i style=""&gt;ThinkPad&lt;/i&gt;. Tindakan preventif memang sangat berguna, buktinya &lt;i style=""&gt;ThinkPad&lt;/i&gt; saya sudah &lt;i style=""&gt;up-and-running&lt;/i&gt; lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi itulah sulitnya, tidak setiap saat kita mempersiapkan tindakan preventif. Yang ada malah tindakan reaktif, menyalahkan lingkungan. Padahal itu kesalahan kita juga kan, hanya memiliki target tanpa memiliki rencana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;T besar, r kecil, p apalagi. Target besar, rencana kecil, pelaksanaan apalagi. Hasilnya ya begitu, panik tidak menentu.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116348878480936175?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116348878480936175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116348878480936175' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116348878480936175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116348878480936175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/11/thinkpad.html' title='ThinkPad'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116213266299189445</id><published>2006-10-29T21:35:00.000+07:00</published><updated>2006-11-27T15:09:01.116+07:00</updated><title type='text'>Parakan</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Secara fisik, cukup banyak perubahan yang saya lihat ketika saya akhirnya menginjakkan kaki kembali di kota ini—setelah sekitar 1 tahun lebih saya tidak mengunjunginya. Terlihat semakin banyak pengaruh dari globalisasi dan modernisasi di kota ini, kota yang dulunya sederhana sekali. Beberapa minimarket mulai menjamur. Toko &lt;i style=""&gt;handphone&lt;/i&gt; yang sepertinya kini menjadi simbol suatu kota, juga terlihat menjamur di kota ini—saya bahkan sempat membeli kartu perdana di salah satu toko yang ada. Terasa ada perubahan di kota ini. Entah itu menuju ke arah yang positif atau malah ke arah yang negatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi di tengah perubahan ini saya masih dapat merasakan kehangatan pribadi-pribadi di kota ini. Masih ada Om Gin yang berdagang di toko sebelah yang masih tetap mengingat saya. Dan masih tetap rajin menanyakan kabar saya walaupun seingat saya sebenarnya beberapa pertanyaan yang diajukannya kali ini sebenarnya pernah saya jawab dengan jawaban yang sama persis tahun lalu :). Masih ada seorang tetua di kota ini yang masih ingat ke saya (bahkan ketika saya sebenarnya sudah lupa namanya—kelewatan banget sih saya). Dan masih ada segudang pribadi-pribadi lain yang kehadirannya pernah menyentuh dan mempengaruhi hidup saya di kota ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terlepas dari semua kondisi kota ini dengan pribadi-pribadinya (yang bukan menjadi &lt;i style=""&gt;inner circle&lt;/i&gt; saya), kota ini tetap menjadi kota yang bernilai bagi saya. Dipastikan bahwa kota ini pasti menjadi lokasi bersua dengan sepupu-sepupu saya (yang lagi-lagi, jarang dapat saya temui. Sepertinya saya memang paling sulit untuk dapat berkumpul). Kota ini yang selalu berperan menyatukan/mempertemukan kami, dan membuat kejutan bagi saya dengan memperlihatkan betapa bertumbuhnya sepupu-sepupu saya itu—terlebih 2 sepupu yang ketika kecilnya dapat dikatakan cukup akrab dengan saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Permasalahannya, apakah memang saya dapat tinggal dan kerasan di kota ini (dan kota-kota sejenisnya?). Terus terang, setiap kali ada di Parakan, pekerjaan saya sehari-hari dapat ditebak: pagi sarapan nasi rames di Mbok Carik atau soto di pasar; seharian nonton TV atau tidur; malam makan nasi goreng kambing atau mie godog di seberang jalan. Keseharian Parakan memang menawarkan sejuta kesempatan untuk bermalas-malasan untuk orang-orang perkotaan. Dengan udara yang sejuk dan makanan yang, &lt;i style=""&gt;hmmmm&lt;/i&gt;, enak-enak namun murah, sepertinya godaan untuk menjadi tidak produktif sangat besar. Dan dapat dikatakan saya selalu kalah ke godaan ini tiap kali ada di Parakan. Konyolnya, dalam hati kecil saya tidak menikmatinya, tapi secara fisik saya mengikuti godaan tersebut. Daging memang lemah....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beruntung juga saat ini (akhirnya) saya memiliki &lt;i style=""&gt;ThinkPad&lt;/i&gt; yang dapat menemani saya ketika mencoba membuat tulisan atau pekerjaan lain untuk mengupayakan produktivitas di waktu-waktu ini. Padahal sebenarnya dalam hati kecil, dari dulu tidak adanya kegiatan ini sangat mengganggu tiap kali ada disini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sepertinya memang kesibukan di Jakarta selama ini telah membuat saya menjadi orang yang memiliki ketergantungan ke kegiatan. &lt;i style=""&gt;Kegiatan’o’holic (???)&lt;/i&gt;. Mungkin ada baiknya saya melihat teman saya yang pernah mengatakan: &lt;i style=""&gt;istirahat adalah proyek ketaatan&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Satu hal yang saya lihat telah dipelajarinya (setelah sebelumnya kami berdua sama-sama orang yang tidak bisa diam).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116213266299189445?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116213266299189445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116213266299189445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116213266299189445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116213266299189445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/parakan.html' title='Parakan'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116213216272135662</id><published>2006-10-29T21:27:00.000+07:00</published><updated>2006-11-27T15:20:26.946+07:00</updated><title type='text'>Lucky Man</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari Jumat kemarin saya dan sekumpulan teman (beberapa di antaranya baru hari itu saya kenal), mengikuti acara kebersamaan di Ancol. Di mobil dalam perjalanan menuju ke lokasi, entah dimulai dari mana, ada beberapa rekan yang memperbincangkan lokasi kerja masing-masing. Dan entah dari mana pula, AHM disebut-sebut. Kebanyakan dari rekan semobil belum mengetahui kalau saya bekerja di AHM. Dan ada dari rekan tersebut yang melontarkan keinginannya untuk sebenarnya bekerja di AHM. Menurutnya, bekerja di sana pasti “enak”, dengan segala jaminan kesejahteraan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mendengarnya saya hanya diam, karena rasanya agak tidak etis ketika dalam kondisi ia sedang menceritakan anganannya, mendadak saya memproklamirkan keberadaan saya yang bekerja di AHM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hanya saja saya jadi memikirkan, merefleksikan pengalaman kerja saya selama ini. Bersyukur sekali bahwa saat ini Tuhan telah mempercayakan saya untuk dapat berkarya di AHM. Terutama melihat histori pengalaman kerja saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ya, saya sebelumnya pernah bekerja di beberapa perusahaan dengan kultur kerjanya masing-masing. Mulai dari sebuah perusahaan &lt;i style=""&gt;start-up&lt;/i&gt; yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan &lt;i style=""&gt;tender&lt;/i&gt; yang diikutinya, perusahaan dalam salah satu grup media terbesar di Indonesia yang saat ini telah terjebak dalam perangkap kemapanannya, hingga akhirnya di AHM dengan beban kerja yang cukup tinggi (namun menyenangkan) dan tantangan yang membludak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Satu hal yang sangat saya syukuri bahwa dengan demikian saya dapat melihat berbagai metode manajemen perusahaan di Indonesia. Dan dapat mengambil plus-minus masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya juga belajar untuk mengalami perubahan lingkungan kerja yang terkadang cukup drastis—seperti ketika pindah ke AHM. Perusahaan tempat saya bekerja sebelum AHM adalah perusahaan mapan, sudah cukup tua (kalau tidak salah, ketika saya meninggalkan perusahaan itu, ia baru saja berulang tahun ke-25). Dalam sejarahnya, perusahaan itu sempat sangat berkilau, menjadi &lt;i style=""&gt;market leader&lt;/i&gt; di bidang-bidang yang diterjuninya. Namun kini terlihat bahwa prestasi itu mulai memudar. Penjualannya dari tahun ke tahun terus mengalami kemandekan, termasuk juga pangsa pasarnya yang semakin mengecil.Saya melihat bagaimana ide-ide baru yang sebenarnya dapat menyegarkan kinerja perusahaan selalu ditolak dengan alasan klise: itu bukan gaya kami menjalankan bisnis. Saya melihat bagaimana generasi tua yang tetap berpakem pada gaya menjalankan bisnis lama memaksakan metode manajemen yang sudah tidak valid ke lingkungan bisnis saat ini yang sangat cepat dan bergejolak (tentunya tidak semua orang dari generasi tua berpandangan seperti ini). Namun yang terparah adalah ketika saya melihat tidak adanya penghargaan atas hasil kerja seseorang. Orang yang bekerja keras dan yang tidak bekerja sama sekali dianggap sama—bahkan terkadang orang yang tidak bekerja dianggap lebih daripada orang yang telah bekerja maksimal. Akibatnya tentu saja, tidak ada semangat kerja dari karyawan perusahaan tersebut—satu hal yang sempat menyerang saya juga di perusahaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sempat terjadi sedikit goncangan ketika saya pindah ke AHM. Seperti dibalik total. &lt;i style=""&gt;Big bang&lt;/i&gt;, kalau kata orang astronomi. Perubahan yang radikal dan sangat cepat! Bukan suatu hal yang aneh untuk bekerja hingga larut malam atau malah menginap di kantor di AHM. Namun sepertinya justru lingkungan seperti ini yang saya senangi. Terlebih dengan kesempatan saya untuk belajar—dan belajar lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya juga sempat melihat &lt;i style=""&gt;turn-around&lt;/i&gt; yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan penurunan produksi dan penjualan, suatu kondisi yang dihadapi semua perusahaan otomotif (termasuk Astra Group) di tengah kemerosotan daya beli masyarakat seiring dengan kenaikan harga BBM dan kebutuhan lainnya. Terlebih saat itu AHM cukup ditekan oleh kompetitor yang meluncurkan berbagai produk baru yang cukup inovatif. Kondisi yang sama dengan yang terjadi di perusahaan lama—kompetitor yang agresif dan bertambah secara jumlah sehingga persainansemakin memanas. Bedanya, perusahaan lama tetap bertahan dengan produk-produknya yang telah ada dan mengambil strategi untuk membanjiri pasar dengan produk-produk yang belum tentu laku (selama produk itu masih berlabelkan mereknya). Sementara itu AHM mengambil langkah dengan meluncurkan beberapa produk, beberapa di antaranya merupakan pengembangan dan &lt;i style=""&gt;improvement&lt;/i&gt; atas produk-produk lamanya yang cukup diterima pasar dan juga produk-produk yang memang baru sama sekali dan sesuai dengan tren pasar. Hasilnya, terbukti AHM kembali merebut pangsa pasar di daerah-daerah dimana posisinya sebagai &lt;i style=""&gt;market leader&lt;/i&gt; sempat tergoyahkan. Sedangkan bagi saya, kesempatan untuk membandingkan strategi yang diambil masing-masing perusahaan dalam menghadapi era kompetisi agresif ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Satu hal yang menarik bahwa di perusahaan ini saya berkesempatan untuk melihat gabungan dari dua &lt;i style=""&gt;corporate culture&lt;/i&gt;, budaya Astra yang berakar dari Indonesia dengan manajemen profesional bergabung dengan budaya Jepang-nya Honda. Lebih lagi ketika saya diterjunkan dalam proyek implementasi SAP di AHM. Bekerja sama dengan pihak luar AHM, dalam hal ini SAP Indonesia, Accenture, dan beberapa pihak lain. Budaya apalagi yang mereka bawa? Perusahaan-perusahaan &lt;i style=""&gt;multination&lt;/i&gt; dengan investor dari Jerman, Amerika, dan negara-negara lain. Kesempatan lagi untuk belajar mengenai budaya kerja beberapa perusahaan—kesempatan untuk membukakan mata lagi. Setelah di perusahaan sebelumnya yang cenderung menutup diri terhadap perusahaan lain sementara perusahaan diwarnai dengan sangat kental oleh budaya primodial Jawa. Akibatnya kesempatan untuk melihat dan belajar dari pihak lain sangat minim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pernah saya bertanya-tanya, kenapa tidak dari dulu saya berkesempatan untuk bekerja di perusahaan sekelas AHM? Dulu rasanya seringkali agak minder melihat beberapa rekan saya dapat bekerja di perusahaan yang notabene lebih &lt;i style=""&gt;wow&lt;/i&gt; dari perusahaan tempat saya bekerja (sebelum AHM). Tapi akhirnya melalui perjalanan ini saya dapat melihat bahwa melalui perusahaan-perusahaan lama itu saya memiliki kesempatan belajar sesuatu yang mungkin tidak pernah dirasakan rekan-rekan saya yang langsung bekerja di perusahaan besar. Kesempatan untuk melihat betapa beruntungnya dapat bekerja di perusahaan besar dengan jaminan kesejahteraan dan sistem kerja yang jelas. Sekarang beberapa rekan saya yang dulu bekerja di perusahaan besar itu malah kadang “iri” ke kesempatan saya bekerja di AHM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Overall, I consider myself a lucky man.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116213216272135662?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116213216272135662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116213216272135662' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116213216272135662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116213216272135662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/lucky-man.html' title='Lucky Man'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116213246637391889</id><published>2006-10-22T21:33:00.000+07:00</published><updated>2006-11-27T15:31:28.623+07:00</updated><title type='text'>Perubahan Semu</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Comal, 22 Oktober 2006, di tengah perjalanan ke Parakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekitar 5 bulan yang lalu saya melihat adanya suatu kesalahan dalam sistem manajemen usaha yang saya rintis bersama beberapa rekan-rekan saya. Kondisi lama menyebabkan kami tidak dapat melihat &lt;i style=""&gt;progress&lt;/i&gt; yang telah kami lakukan dengan tepat dan mengurangi keakuratan kami dalam menganalisa problem yang dihadapi serta langkah-langkah yang harus dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa malam saya memikirkan kondisi tersebut dan mencoba merumuskan solusinya. Mulai berpikir seperti seorang &lt;i style=""&gt;Associate&lt;/i&gt; di &lt;i style=""&gt;McKinsey&lt;/i&gt; :). Pada akhirnya memang saya berhasil merancang beberapa perangkat manajemen dan standarisasi yang dapat membantu kami dalam menjalankan bisnis ke depannya. Dengan kata lain, melakukan perubahan dalam proses bisnis kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan bangga dan bersemangat saya mempresentasikannya di depan rekan-rekan. Dengan berapi-api saya mengajarkan rekan-rekan untuk mulai menggunakannya, termasuk memperlihatkan kegunaannya ke depan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semua setuju! Semua mulai menggunakannya! Menyenangkan sekali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akan tetapi saya lupa bahwa perangkat yang saya bawakan tadi dan cara saya membawakannya hanya akan mengatasi masalah &lt;i style=""&gt;tangible&lt;/i&gt; dari proses kami. Saya lupa bahwa perangkat tersebut tetap tidak berdaya ketika semangat dasar dari manusia yang menjalankannya belum mempunyai &lt;i style=""&gt;sense of belonging&lt;/i&gt; dan urgensi dari perangkat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Alhasil, dalam minggu-minggu pertama memang perangkat tersebut sangat membantu, tapi selanjutnya mulai terlihat bahwa perangkat tersebut menjadi kurang menggigit. Digunakan masih, namun dalam kedalaman yang berkurang dibandingkan awal-awalnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ini juga yang sering terjadi dalam kehidupan manusia Kristen sehari-hari. Pada awal kebangunan rohaninya, sering terlihat bersemangat, berapi-api. Tapi apakah memang perubahan tersebut benar-benar perubahan mendasar, perubahan yang mencakup sisi-sisi tersembunyi dari personal tersebut atau baru menyentuh sisi &lt;i style=""&gt;tangible&lt;/i&gt;-nya saja?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seorang Pemimpin Kelompok Kecil saya bahkan pernah berkata bahwa ia tidak begitu percaya pada orang-orang yang “dimenangkan” melalui Kebaktian Kebangunan Rohani. Alasannya: suasana dalam kebaktian seperti itu seringkali sudah mempermainkan emosi dahulu sehingga “komitmen” yang diambil dalam kondisi itu adalah komitmen yang sudah diwarnai emosi, bukan komitmen yang murni. Akibatnya yah seperti perangkat manajemen saya tadi, hanya ada di waktu-waktu awal, sesudah itu akan mati sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saatnya kita bertanya, apakah memang kita sudah berubah atau hanya melalui suatu perubahan semu belaka?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116213246637391889?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116213246637391889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116213246637391889' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116213246637391889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116213246637391889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/perubahan-semu.html' title='Perubahan Semu'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116131383566292012</id><published>2006-10-20T10:04:00.000+07:00</published><updated>2006-12-05T12:54:50.056+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Pra Liburan</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa minggu ini agak melelahkan secara emosional. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa hal yang membuat saya hampir kehilangan kontrol kemarahan. Untungnya sebatas hampir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Karenanya, kedatangan liburan minggu depan seharusnya menjadi suatu kesempatan untuk sejenak menarik dan menenangkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cukup senang juga rasanya kalau membayangkan bisa bertemu dengan sepupu-sepupu yang sudah lama tidak bersua. Kalau dilihat dari sejarah, sepertinya memang dalam keluarga besar, saya yang paling jarang berkesempatan untuk berkumpul dengan anggota keluarga besar yang lain. Sepertinya hampir selalu ada kesibukan atau hal lain yang membuat saya terhalang untuk ikut serta ke Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menengok apa yang terjadi satu bulan terakhir ini, dengan segala tekanan yang saya terima, mendekati liburan ini ketika saya berkaca pada kejadian-kejadian yang rasanya berlangsung sangat cepat, mulai terlihat banyak hal positif yang dapat saya rasakan melalui segala kejadian itu. Dan bersyukur juga bahwa kejadian-kejadian itu terjadi mendekati liburan ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam liburan ini seharusnya saya bisa lebih berkonsentrasi pada keluarga dan saya, bukan pada sesuatu yang “belum jelas” seperti pada liburan-liburan sebelumnya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pergantian suasana, ada pula pergantian warna hidup :). Ketika saya mencoba melihat kembali ke belakang, beberapa tahun ini memang telah terjadi pergeseran pola hidup. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang lebih baik, namun ada pula yang lebih buruk. Satu hal yang terasa, manusia pembelajar yang dulu ada, sempat tertekan sama sekali. Akibatnya, dalam beberapa tahun ini sangat sedikit kemajuan ilmu yang saya peroleh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seharusnya segala yang terjadi dan paduannya dengan liburan ini menjadi kesempatan saya untuk mengisi diri lebih lagi. Dan menuangkannya kembali dalam hidup keseharian (termasuk tulisan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116131383566292012?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116131383566292012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116131383566292012' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116131383566292012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116131383566292012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/refleksi-pra-liburan.html' title='Refleksi Pra Liburan'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116131341396112591</id><published>2006-10-20T09:54:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:23:51.517+07:00</updated><title type='text'>Di Antara Beberapa Pilihan</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mana yang akan saya ambil?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; font-family: georgia;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kursus Bahasa Prancis di CCF&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kursus Bahasa Jerman di Goethe Institut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kursus Mandarin (belum tahu dimana)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kuliah S2 lagi (rencananya ambil Marketing Management)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Atau kegiatan lain?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perlu dipikirkan juga mengenai rencana untuk lebih aktif di Pemuda Kayu Putih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga Hikmat itu datang dan menerangiku dalam mengambil keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116131341396112591?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116131341396112591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116131341396112591' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116131341396112591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116131341396112591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/di-antara-beberapa-pilihan.html' title='Di Antara Beberapa Pilihan'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116106861276618830</id><published>2006-10-17T13:53:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:27:07.938+07:00</updated><title type='text'>What A Team</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sudah cukup lama tidak membuat &lt;i style=""&gt;posting&lt;/i&gt; baru di blog ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebenarnya cukup banyak hal yang ingin saya tulis, tapi lagi-lagi kendala waktu (dan kadang juga kendala kemalasan yang muncul mendadak). Minggu-minggu ini suasana liburan sudah mulai terasa di kantor. Beberapa rekan terlihat sudah mulai kehilangan konsentrasi, beberapa terlihat masih dapat berkomitmen pada pekerjaannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi yang benar-benar menjadi perhatian saya, betapa ternyata saya dapat menemukan tim yang anggota-anggotanya (walaupun harus diakui tidak seluruhnya), merupakan orang-orang yang memberikan dukungan positif pada saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mereka tidak hanya mendukung dalam hal pekerjaan. Bahkan dalam satu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh saya, ternyata mereka mau membantu saya. Satu hal dimana saya memang tidak memiliki kompetensi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga saja saya dapat membuktikan bahwa usaha mereka membantu tersebut tidaklah sia-sia. Kegentaran memang ada, tapi bukan berarti kegentaran itu harus membuat kaki terpatok tanpa dapat melangkah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116106861276618830?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116106861276618830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116106861276618830' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116106861276618830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116106861276618830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/what-team.html' title='What A Team'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116106786609895885</id><published>2006-10-17T13:41:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:28:17.598+07:00</updated><title type='text'>Unpleasant Dream</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;I had an unpleasant dream yesterday. One corresponding to a struggling I though I have already handle accordingly.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Is this a sign that I haven’t overcome it yet? Well, face it I must if hasn’t truly overcomes it yet I had.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116106786609895885?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116106786609895885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116106786609895885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116106786609895885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116106786609895885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/unpleasant-dream.html' title='Unpleasant Dream'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116106639793618713</id><published>2006-10-17T13:22:00.000+07:00</published><updated>2006-12-05T14:01:59.283+07:00</updated><title type='text'>Eksistensi</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebuah komunitas baru di mana saya baru saja menerjunkan diri. Sebuah komunitas yang saya sesali, kenapa tidak dari dahulu saya berani menceburkan diri ke dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebuah komunitas di mana dulu saya berpikiran, apakah saya dapat menyumbangkan sesuatu ke dalamnya. Sebab ada di dalam suatu komunitas tanpa memiliki pengaruh pada dasarnya adalah tidak ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hanya dalam 3 minggu saya telah menemukan teman-teman baru. Dan yang tidak kalah pentingnya, saya juga merasakan bahwa saya ada dan dapat menyumbangkan sesuatu di dalamnya. Sejujurnya merupakan sesuatu yang awalnya sulit saya bayangkan. Dengan kondisi awal di mana saya masih buta sama sekali, dalam waktu singkat ini mereka telah mau memberikan kepercayaan yang cukup besar pada saya. Semoga saya tidak mengecewakan kepercayaan mereka pada saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Masih banyak yang perlu saya pelajari di komunitas ini. Masih banyak pula yang dapat saya sumbangkan untuk komunitas ini. Jika saya memang memiliki eksistensi di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116106639793618713?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116106639793618713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116106639793618713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116106639793618713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116106639793618713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/eksistensi.html' title='Eksistensi'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116001529780972615</id><published>2006-10-05T09:25:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:32:07.741+07:00</updated><title type='text'>B 3459 EK vs B 6930 UET</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dua nomor di atas bukan nomor buntut. Keduanya nomor polisi motor saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang satu motor lama, yang satu motor baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang lama sudah dimiliki sekitar &lt;st1:numconv6p6 sch="4" val="3,5" st="on"&gt;3,5&lt;/st1:numconv6p6&gt; tahun. Yang baru sekitar &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="3" st="on"&gt;3&lt;/st1:numconv6p0&gt; minggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang lama Supra X &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="100" st="on"&gt;100&lt;/st1:numconv6p0&gt; cc. Yang baru Supra X &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="125" st="on"&gt;125&lt;/st1:numconv6p0&gt; cc (&lt;i style=""&gt;so &lt;/i&gt;pasti dua-duanya Honda).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kalau bisa, saya ingin menjual yang lama. Soalnya &lt;i style=""&gt;carport&lt;/i&gt; di rumah jadi penuh dengan adanya dua motor ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tapi mengingat-ingat masa-masa yang lalu, segudang kenangan dengan B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="3459" st="on"&gt;3459&lt;/st1:numconv6p0&gt; EK, kadang agak sulit juga berpisah dengannya. Motor pertama yang saya miliki. Motor pertama yang jadi korban saya jatuh (beberapa kali, nggak cuma sekali). Motor yang sudah menemani saya berkeliling Jakarta (bahkan sampai Tangerang). Motor yang jadi andalan saya untuk antar-jemput seseorang :) (dulu).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Konyol memang, karena sebenarnya dengan adanya B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="6930" st="on"&gt;6930&lt;/st1:numconv6p0&gt; UET, kebutuhan saya akan B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="3459" st="on"&gt;3459&lt;/st1:numconv6p0&gt; EK bisa dibilang sudah tidak ada. Kencang larinya? Jelas lebih kencang B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="6930" st="on"&gt;6930&lt;/st1:numconv6p0&gt; UET. Tarikannya, kontrolnya, semuanya pasti menang B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="6930" st="on"&gt;6930&lt;/st1:numconv6p0&gt; UET. Bahkan kemarin ketika saya iseng coba menggunakan B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="3459" st="on"&gt;3459&lt;/st1:numconv6p0&gt; EK lagi, koq terasa ”agak kebanting” setelah beberapa hari terbiasa menggunakan B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="6930" st="on"&gt;6930&lt;/st1:numconv6p0&gt; UET. Tapi koq tetap saja ada sesuatu yang tidak bisa digantikan B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="6930" st="on"&gt;6930&lt;/st1:numconv6p0&gt; UET dari B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="3459" st="on"&gt;3459&lt;/st1:numconv6p0&gt; EK.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memori memang menjadi salah satu aspek emosional manusia. Nah, kalau ke motor atau ke benda-benda saja kita bisa punya keterikatan emosional, bagaimana dengan keterikatan emosional terhadap manusia lain? Padahal kita harus ingat, bagaimanapun kita tidak dapat selamanya bersua dengan benda atau orang itu. Cuma sementara, karena tetap saja semuanya kembali ke Yang Di Atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sikap &lt;i style=""&gt;legowo&lt;/i&gt; untuk dapat melepaskan sesuatu terkadang memang sulit. Apalagi jika kita sudah sebegitu terikatnya ke sesuatu itu. Seorang pendeta di GKI Kayu Putih pernah berkata, ”semakin kita merasa memiliki, semakin sulit untuk melepasnya. Semakin besar luka yang ditimbulkan ketika kita terpaksa melepaskannya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Padahal kalau dipikir-pikir, sebenarnyaseringkali karena berusaha keras mempertahankan yang lama, akhirnya berkat lain yang seharusnya dapat kita nikmati dengan lebih maksimal malah jadi terbatas. Yah seperti motor itu. Gara-gara sulit berpisah, kadang-kadang saya masih menggunakan B 3459 EK. Akibatnya berkat dimana saya dapat mengutilisasi B 6930 UET dengan maksimal pun tidak dapat digunakan maksimal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi yah begitu, sebenarnya tulisan ini saya buat untuk membantu melepaskan diri dari B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="3459" st="on"&gt;3459&lt;/st1:numconv6p0&gt; EK dengan segala kenangan indah (dan pahitnya). Serta membantu saya juga untuk berlatih bersikap &lt;i style=""&gt;legowo&lt;/i&gt;, tidak hanya terhadap B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="3459" st="on"&gt;3459&lt;/st1:numconv6p0&gt; EK, tapi terhadap segala bentuk keterikatan saya yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sambil tentu saja, menunggu calon pembeli B &lt;st1:numconv6p0 sch="1" val="3459" st="on"&gt;3459&lt;/st1:numconv6p0&gt; EK. Tertarik untuk membelinya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116001529780972615?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116001529780972615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116001529780972615' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116001529780972615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116001529780972615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/b-3459-ek-vs-b-6930-uet.html' title='B 3459 EK vs B 6930 UET'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116001503773751862</id><published>2006-10-05T09:22:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:33:07.828+07:00</updated><title type='text'>Selamat Ulang Tahun</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari ini Tuhan kembali menunjukkan kemurahan hatiNya dengan memberi saya satu tahun lagi kesempatan berkarya di dunia ini. Satu tahun yang bukanlah waktu yang panjang, menjadi bertanya-tanya... selama setahun yang lalu ini, apa saja karya saya sebenarnya? Lebih banyak karya positif atau malah karya destruktif?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cukup banyak kerabat, teman dan rekan yang mengucapkan ulang tahun. Sarananya juga bermacam-macam, ada yang langsung, menggunakan SMS, maupun menelepon. Tapi yang saya bingung &lt;i style=""&gt;koq&lt;/i&gt; tidak ada yang menggunakan Messenger ya? Padahal tiap hari saya selalu &lt;i style=""&gt;online &lt;/i&gt;dan beberapa teman saya yang menggunakan sarana lain sebenarnya juga &lt;i style=""&gt;online&lt;/i&gt; di Messenger. Mungkin agar lebih berkesan ya? (GR).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi di balik semua ucapan selamat itu, lagi-lagi saya dipertanyakan: apakah sebenarnya memang saya layak menerima ucapan ini? Selamat Ulang Tahun bukanlah ucapan selamat atas suatu prestasi tersendiri, tidak seperti ucapan selamat pada wisuda, kenaikan pangkat, atau selamat menikah. Hidup memang merupakan tantangan, tapi apakah sebuah ulang tahun tanpa adanya prestasi hidup yang memperlihatkan kualitas sang pribadi merupakan suatu pencapaian yang layak diberi selamat?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kalau memang ada orang yang layak diberi selamat pada hari ulang tahun saya, saya rasa orang itu adalah kedua orang tua saya. Dari awal, jelas mereka yang memiliki prestasi hingga saya ada seperti sekarang. Pertanyaannya pada saya adalah: bagaimana agar dari tahun ke tahun, ucapan selamat ulang tahun ini tidak menjadi ucapan yang kosong belaka?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116001503773751862?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116001503773751862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116001503773751862' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116001503773751862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116001503773751862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/selamat-ulang-tahun.html' title='Selamat Ulang Tahun'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-115992795059257768</id><published>2006-10-04T09:06:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:33:44.382+07:00</updated><title type='text'>365 Anak Tangga Menuju Hidup Berkemenangan</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari Minggu yang lalu teman-teman saya memberikan hadiah buku &lt;st1:numconv6p0 val="365" sch="1" st="on"&gt;&lt;i style=""&gt;365&lt;/i&gt;&lt;/st1:numconv6p0&gt;&lt;i style=""&gt; Anak Tangga Menuju Hidup Berkemenangan&lt;/i&gt; tulisan alm. Pdt. Eka Darmaputera. Agak lucu juga sebenarnya karena di dekat ulang tahun saya, ada yang memberikan buku yang dulu saya berikan sebagai kado ulang tahun Papa saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1064/3246/1600/365AnakTangga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1064/3246/320/365AnakTangga.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang pasti, senang rasanya karena berarti saya memang ada bagi teman-teman saya. Bukan nilai hadiahnya yang menjadi inti, tapi dengan pemberian ini dan kata-kata yang diucapkan waktu memberikannya... jadi &lt;i style=""&gt;sumringah&lt;/i&gt; :). Thks rekan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Dibalik kegembiraan ini, juga diingatkan akan ”kewajiban” yang diikutsertakan: tidak menyia-nyiakan bacaan yang sedemikian bernilai. Berarti harus bikin prioritas bacaan nih, berhubung sudah ada beberapa buku lain yang sebenarnya juga menunggu untuk diselesaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-115992795059257768?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/115992795059257768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=115992795059257768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115992795059257768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115992795059257768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/365-anak-tangga-menuju-hidup.html' title='365 Anak Tangga Menuju Hidup Berkemenangan'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-115992540972850631</id><published>2006-10-04T08:21:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:38:57.215+07:00</updated><title type='text'>Change</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Only two options: Change or Be Changed!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Your choice???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-115992540972850631?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/115992540972850631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=115992540972850631' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115992540972850631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115992540972850631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/change.html' title='Change'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-115975407765503100</id><published>2006-10-02T08:51:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:39:32.836+07:00</updated><title type='text'>Give and Receive</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebuah prosa singkat yang ditulis oleh Jean M Bridges dan saya terima dari Rhenald Kasali di sela-sela bedah buku &lt;i style=""&gt;Change!&lt;/i&gt;-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;You must always be prepared to give life that which you wish to receive.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-style: italic;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;If you hope to gain happiness, love and security—then you must give happiness, love and security in return.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;If you thrive on hatred, pain and jealously—then so shall you receive.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;For you must respect life as you in turn seek respect.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;You can only succeed if you give that which is borne to success.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;For, as the lives of each of us are dependent—one upon the other.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;You must learn to feel for the lives of other as you feel for yourself.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Then, and only then, can you feel—and know—the true meaning of love-life and true self Happiness&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-115975407765503100?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/115975407765503100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=115975407765503100' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115975407765503100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115975407765503100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/give-and-receive.html' title='Give and Receive'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-115975370397943120</id><published>2006-10-02T08:45:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:40:51.982+07:00</updated><title type='text'>Cinta Dinyatakan dengan Banyak Cara</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Cinta dinyatakan dengan banyak cara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada yang menyatakannya dengan bunga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada yang memberikan harta kekayaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada yang memberikan hanya ciuman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cinta memang peristiwa ajaib insani&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sulit diterangkan dengan akal sehat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sulit juga diterangkan dengan kata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebab cinta tumbuh dan dalam sukma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada cinta karena nafsu&lt;br /&gt;Ada cinta karena iba&lt;br /&gt;Ada cinta tanpa alasan&lt;br /&gt;Ada cinta yang mengada-ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika cinta dinyatakan dengan benda&lt;br /&gt;Jika cinta dinyatakan dengan harta&lt;br /&gt;Jika cinta bukan tumbuh dan nurani&lt;br /&gt;Apa yang dapat diperoleh darinya?&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-115975370397943120?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/115975370397943120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=115975370397943120' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115975370397943120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115975370397943120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/cinta-dinyatakan-dengan-banyak-cara.html' title='Cinta Dinyatakan dengan Banyak Cara'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-115975348599017648</id><published>2006-10-02T08:39:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T23:38:43.026+07:00</updated><title type='text'>100% Complete Generation</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Satu minggu yang cukup melelahkan. Satu minggu yang sangat berarti karena terobosan-terobosan baru yang berhasil dicapai. Bukan dalam masalah pekerjaan kantor—karena itu merupakan kewajiban (ingat, &lt;i style=""&gt;kaizen, kaizen, kaizen!&lt;/i&gt; Semangat di Honda yang harus dipertahankan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terobosan yang saya capai: menemukan banyak rekan dan teman baru! Suatu tantangan yang cukup sulit bagi seorang berkategori INTJ menurut &lt;i style=""&gt;Briggs-Meyer&lt;/i&gt;. Dan teman ini saya temukan dalam lingkungan yang cukup positif, tidak ekstrim ke duniawi maupun ekstrim ke lingkup rohani (seperti yang seringkali saya temukan dan sulit untuk dihargai).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga saja ini dapat menjadi awal dari suatu hubungan teman yang dapat dikembangkan menjadi sahabat! Paling tidak menjadi tempat dimana saya dapat berkontribusi aktif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-115975348599017648?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/115975348599017648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=115975348599017648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115975348599017648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115975348599017648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/100-complete-generation.html' title='100% Complete Generation'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-115975248038205130</id><published>2006-10-02T08:25:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:44:11.531+07:00</updated><title type='text'>Creating Land of Golden Opportunity</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Posting ini bukan berisi tips dan trik mengenai cara membuat ”tanah emas”! Posting ini hanyalah luapan perasaan saya setelah mengambil langkah untuk mencoba kembali menggali ilmu dalam setumpuk buku yang menggunung (bagaikan kumpulan buku di kamar Evey dalam &lt;i style=""&gt;V for Vendetta&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1064/3246/1600/30Years.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1064/3246/320/30Years.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bukan kebetulan buku pertama yang saya lahap dalam minggu ini merupakan buku yang mengulas perkembangan, terutama dari sisi &lt;i style=""&gt;marketing&lt;/i&gt;, mengenai daerah tinggal saya, Kelapa Gading, yang dikembangkan oleh PT Sumarecon Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ntuk saya pribadi, sebenarnya isi buku ini tidaklah terlalu berat dan hampir tidak ada isu &lt;i style=""&gt;marketing&lt;/i&gt; yang benar-benar baru yang dapat ditemukan dalam buku ini. Namun sebagai suatu &lt;i style=""&gt;starter&lt;/i&gt; sebelum memulai wisata buku, cukuplah untuk memanaskan mesin, terlebih mengingat beberapa buku yang sudah masuk antrian termasuk buku-buku dengan kategori cukup berat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Satu hal yang pasti, ada beberapa poin dalam buku ini yang menambah khasanah saya untuk semakin memahami tipikal konsumen di Kelapa Gading. Semoga saja dapat diaplikasikan dalam rencana &lt;i style=""&gt;business process reenginering&lt;/i&gt; di Lontar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-115975248038205130?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/115975248038205130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=115975248038205130' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115975248038205130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115975248038205130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/10/creating-land-of-golden-opportunity.html' title='Creating Land of Golden Opportunity'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-115932438715650222</id><published>2006-09-27T09:25:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T23:38:46.166+07:00</updated><title type='text'>V for Vendetta | S for Sagara</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika tiba saatnya berpisah, sungguh suatu saat yang ingin selalu dihindari. Ketika begitu banyak kata yang ingin diucapkan, namun sungguh sulit untuk menyatakannya. Emosi yang berkecamuk! “Jikalau dapat, baiklah ini tidak pernah terjadi. Jikalau dapat, lebih baik ini menjadi lembaran yang tidak pernah ada dalam hidup.” Kalimat yang meronta dalam pikiran dan perasaan saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun, itulah hidup. Tidak selamanya saya akan mendapatkan apa yang saya inginkan. Tidak selamanya segala rencana saya berhasil. Itu pulalah kesempatan saya untuk berhenti sejenak dari segala pergumulan dan pemikiran yang sehari-harinya memenuhi segala penjuru benak saya. Disitu pula saya diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menyadari, betapa banyak orang yang selama ini mendukung dan membantu saya menghadapi ombak yang saya hadapi. Bahkan dalam ombak perpisahan ini. Harus diakui, merupakan suatu tantangan yang besar. Dan ketika saya mengira saya akan dapat menjalaninya seorang diri, seperti apa yang saya paksakan pada diri saya sebelum ini, saya disadarkan akan banyaknya pribadi-pribadi yang menopang saya, bahkan ketika saya tidak berharap mereka ada untuk mendukung saya. Ada saja orang-orang yang ternyata dengan demikian tulusnya memberi dukungan kepada saya. Berbentuk email. Berbentuk waktu diskusi yang tulus. Berbentuk dukungan yang bermacam-macam. Bahkan walaupun mereka mungkin tidak tahu bahwa ada kecamuk dalam jiwa saya. Terima kasih rekan-rekan. Mungkin hanya itu kata-kata yang dapat saya katakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Disini saya belajar mengenai apa arti cinta itu sesungguhnya. Ketika saya diingatkan pada suatu diskusi saya dengan seorang rekan saya beberapa tahun yang lalu. Ketika ia merasakan kehampaan akibat penolakan cintanya. Ketika saya hanya dapat mengatakan: “mencintai tidak harus memiliki.” Ketika akhirnya saya sendiri harus merasakan arti kalimat tersebut—dan mencoba menjalaninya sendiri. Mungkin sebenarnya ketika itu saya juga sedang dipersiapkan untuk memahaminya, sesuatu yang kini lebih saya pahami. Ketika pada malam ini saya mendengarkan suara Steve Lukaether, vokalis Toto, salah satu grup band favorit saya menyanyikan &lt;i style=""&gt;I’ll Be Over You&lt;/i&gt;. Ketika saya diingatkan akan masa-masa manis—salah satunya ketika menonton konser Toto dan mendengarkan lagu itu dinyanyikan dan pikiran saya malah berkecamuk mengenai makna lagu itu. Ya, lagu yang menyadarkan saya bahwa dalam saya tetap dapat memperhatikan seseorang sebagai seorang sahabat kapanpun itu dan dalam kondisi apapun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan untuk sahabat yang kini menempuh perjalanan yang berbeda dengan saya. Saya turut bergembira dengan pencapaianmu. Masa depan memang tidak dapat diterka, namun satu hal yang pasti, jika kau membutuhkan pertolongan, izinkanlah saya untuk membantumu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam waktu-waktu ini pula saya membalik-balik catatan saya atas buku &lt;i style=""&gt;V for Vendetta&lt;/i&gt;, ada satu kalimat yang langsung menusuk saya: &lt;i style=""&gt;Ideas are bulletproof&lt;/i&gt;. Mungkin masa-masa ini kesempatan saya untuk membuktikan hal lain: &lt;i style=""&gt;S for Sagara: Love is bulletproof&lt;/i&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-115932438715650222?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/115932438715650222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=115932438715650222' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115932438715650222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115932438715650222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/09/v-for-vendetta-s-for-sagara.html' title='V for Vendetta | S for Sagara'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-115932365449491101</id><published>2006-09-27T09:04:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:46:22.989+07:00</updated><title type='text'>Saya Haus!</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sudah saatnya berubah! Dalam satu tahun ke belakang ini saya sudah menemukan tempat bekerja yang cukup akomodatif dengan naluri saya: bekerja dan berpikir! Dibandingkan dengan lokasi lama, sungguh, tantangan di sini saya rasakan jauh lebih tinggi. Dan saya terpacu untuk lebih banyak dan lebih kompleks berpikir! Sungguh suatu kenikmatan! Malah jika kebetulan pada suatu hari tidak ada pekerjaan, hampir dapat dipastikan sore harinya kepala mulai berdenyut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi saya haus! Ada yang saya rasakan semakin sulit untuk dilakukan: membaca buku. Dalam satu tahun ini buku yang habis saya baca sangat sedikit dibandingkan dulu. Entahlah, saya memang merasa mendapat banyak pengetahuan dari pelatihan dan pengalaman kerja saat ini, tapi tetap saja ada yang terasa kurang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sepertinya ini berdampak pula pada kegiatan tulis-menulis saya. Akibat otak yang kurang banyak dipupuki buku, ide-ide tulisan banyak yang stagnan. Ide awal ada, dicatat di PDA. Namun setelah itu tidak dapat dikembangkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mungkin juga akibat kesempatan diskusi dan bedah buku yang berkurang. Dulu saya sangat menikmati ketika bertemu dengan beberapa rekan yang juga maniak buku. Tak terasa beberapa jam habis untuk mendiskusikan sebuah buku. Namun kini kami cukup sibuk dengan kegiatan masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hari ini saya membuat komitmen: saya harus membiasakan dan menyediakan waktu membaca lagi! Saya harus membiasakan dan menyediakan waktu menulis lagi!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-115932365449491101?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/115932365449491101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=115932365449491101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115932365449491101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115932365449491101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2006/09/saya-haus.html' title='Saya Haus!'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342123034722758</id><published>2005-11-10T19:33:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:50:17.997+07:00</updated><title type='text'>Masih Adakah Harapan di Tengah-tengah Kita?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tokoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Pong (P)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Istri Pong (I)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Figuran Surveyor (Ushers)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Pemimpin Pasukan (PP)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Pasukan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Narator (N)&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setting rumah keluarga biasa.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Bumi gonjang-ganjing&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Cicak luntang-lanting&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Berbagai pertanyaan melintas di benak manusia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Akankah terjawab?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong &amp; istrinya masuk, berdebat seru.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Aku tetap belum puas dengan jawaban itu. Bagiku itu masih jawaban yang dangkal, cetek! Pasti ada jawaban yang lebih memuaskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Istri Pong:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Lantas kau mau jawaban yang seperti apa, kau sudah bertanya ke banyak orang. Sudah ke Seno, sudah ke Goenawan, sudah ke Fira, bahkan sudah ke Ayu. Jawaban mereka juga bagus, panjang-panjang!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Iya, iya... Jawaban mereka memang mantep, panjangnya minta ampun. Tapi tetap saja aku belum puas. Padahal pertanyaanku 'kan sederhana saja: "&lt;i style=""&gt;Masih adakah harapan di tengah-tengah kita?&lt;/i&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;IP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Iya, aku paham keingintahuanmu. Aku tadi juga sudah bertanya ke beberapa orang yang terpandang...."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Jadi, jadi... Apa kata mereka? Masih ada tidak, harapan di tengah-tengah kita?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;IP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Aku baru saja mau bercerita, kau sudah memotongnya. Tadi aku berjumpa dengan bekas dosen dan manajerku dulu. Menurut mereka sih harapan ada ketika prestasi kamu bagus. Manajerku malah berpendapat kalau kamu harus punya pamor di tempat kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Aaaahh... Pendapat-pendapat seperti itu... Aku sudah bosan. Itu kan jawaban-jawaban klise, rahasia umum. Lebih parah lagi malah ketika ada yang bilang aku cukup berbuat baik dan tidak pernah berbuat jahat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Jawaban anak kecil! Memangnya ada orang yang tidak pernah berbuat baik? Memangnya ada orang yang tidak pernah salah? &lt;i style=""&gt;Bull shit&lt;/i&gt; itu!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;IP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Jadi kau mau seperti apa lagi? Aku juga kehabisan akal kalau seperti ini terus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Masak, untuk menjawab pertanyaan sederhana &lt;i style=""&gt;Masih adakah harapan di tengah-tengah kita?&lt;/i&gt; saja tidak ada yang becus? Aku harus memikirkan cara lain...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Pong berjalan bolak-balik sambil berbicara sendiri, mencari ide)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Nah, aku ada ide bagus. Kenapa sampai tidak terpikirkan dari dulu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Aku akan menyebarkan angket! Pertanyaannya sederhana saja, &lt;i style=""&gt;Masih adakah harapan di tengah-tengah kita?&lt;/i&gt;, sekaligus aku tanyakan, apa bentuk harapan itu menurut mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Ayo istriku, bantu aku mempersiapkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;IP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Tapi, Pong...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;P&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Sudah, nanti saja diskusinya. Bantu aku, yuk sayangku...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong dan istrinya pergi ke belakang layar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Bumi gonjang-ganjing&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Cicak luntang-lanting&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Manusia bergiat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Apakah muaranya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong masuk disertai beberapa figuran, membagikan kertas survey Masih adakah harapan di tengah-tengah kita?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;P &amp; Figuran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Memberikan lembaran survey ke seluruh jemaat, disertai kata-kata bujukan/promosi survey. Setelah seluruh jemaat memperoleh lembaran survey, Pong dan figuran keluar area.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Bumi gonjang-ganjing&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Cicak luntang-lanting&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Menggali hikmat manusia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Berapa dalam jawaban kau dapatkan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong kembali masuk diikuti istrinya. Pong terlihat kusut dan marah. Masuk sambil membawa setumpukan survey.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pong membanting kertas survey.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Siaaaalll....!!! Mau apa sebenarnya orang-orang itu? Aku kan hanya menyebar survey, aku hanya ingin tahu,&lt;i style=""&gt;Masih adakah harapan di tengah-tengah kita?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Kenapa pula surveyku dianggap subversif, mengganggu ketenangan. Apakah salah jika seorang warga menanyakan masalah itu? Apa pertanyaanku terlalu berat?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;IP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Sudah, mungkin memang pertanyaanmu terlalu rumit. Mungkin pula pertanyaan itu belum saatnya dikeluarkan. Mungkin pula itu bukan pertanyaan yang bisa dijawab manusia? Aku juga tidak tahu tepatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Tak tahulah aku. Aku juga mulai kehabisan semangat untuk mencari jawabannya. Mungkin malah jawaban itu tidak akan pernah kutemukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kompi Pasukan Anti Huru-Hara masuk, berbarls tegap menuju Pong.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Satu-Dua-Satu-Dua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Kiri-Kanan-Kiri-Kanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(diulangi hingga stop di depan Pong)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Tuan Pong! Atas dasar Hukum Pidana Pasal 1001 Kerajaan Alengkadirja, Anda kami tahan karena survey yang telah menimbulkan keresahan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Apa-apaan ini? Tidak, saya tidak terima, saya tidak terima.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Atas perintah Yang Mulia Diraja Prabu Dasamuka, Anda diwajibkan ikut kami. Jika perlu kami akan menggunakan kekerasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terjadi perdebatan antara Pong dan Pimpinan Pasukan yang berakhir dengan Pong dibawa keluar dengan paksa, masih dengan memberontak. Istri Pong mengikuti dengan menangis.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Narator&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Bumi gonjang-ganjing&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Cicak luntang-lanting&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Masih adakah harapan di tengah-tengah kita?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Pertanyaan mudah tapi sulit dijawab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Masih adakah harapan di tengah-tengah kita?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Dapatkah dijawab manusia?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Masih adakah harapan di tengah-tengah kita?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Dapatkah engkau menjawabnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Masih adakah harapan di tengah-tengah kita?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Siapa memegang jawabnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Panggung ditutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Notes"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Naskah untuk perayaan Natal Bina Nusantara 2005. Satu-satunya naskah Teater yang tersimpan setelah kehilangan arsip karena harddisk crash :(&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342123034722758?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342123034722758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342123034722758' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342123034722758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342123034722758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2005/11/masih-adakah-harapan-di-tengah-tengah.html' title='Masih Adakah Harapan di Tengah-tengah Kita?'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342109378141039</id><published>2004-12-13T19:30:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:52:16.283+07:00</updated><title type='text'>Ketika Suatu Cap Diberikan Secara (Tidak) Adil</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="Notes"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Catatan Penulis: Tulisan ini tidak bermaksud untuk membela atau menyerang siapapun. Tujuan penulisan ini hanya untuk membukakan keadaan yang sesungguhnya terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Notes"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ditulis untuk menyikapi aksi demonstrasi internal mahasiswa Bina Nusantara menyikapi kebijakan drop-out yang ditetapkan pihak kampus.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right; font-style: italic; font-family: georgia;" class="Quote"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Orang cenderung membuka hati bagi orang lain yang dihormati”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right; font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: right; font-style: italic; font-family: georgia;" class="Quote"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;- Baltasar Gracian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Suatu ungkapan yang diberikan oleh pengarang Spanyol ini, diakui atau tidak, selalu terjadi dalam kehidupan manusia. Seseorang (atau sekelompok orang) yang memiliki kekuasaan atau kedudukan yang terhormat senantiasa menjadi pihak yang mendapat banyak keuntungan dari masyarakat umum. Dapat dipastikan bahwa khalayak akan berusaha memberikan sesuatu yang terbaik untuk melayani orang yang dihormatinya dan juga dengan mudah membuka hati dan pikirannya terhadap pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh orang yang dihormatinya. Sebaliknya, terhadap orang-orang yang dianggap “tidak bermutu”, pandangan tertutup dan mencibirkan selalu terbentuk—seringkali terhadap keseluruhan kelompok yang dicibirkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa waktu yang lalu, di Universitas Bina Nusantara terjadi suatu gerakan dari sekelompok mahasiswa. Kelompok yang menamakan dirinya Forum Mahasiswa Peduli Kebijakan Kampus (FMPKK) menyatakan aspirasinya akan beberapa kebijakan kampus yang dinilai semena-mena. Kebijakan yang dituding secara khusus adalah kebijakan Drop Out (DO) yang bukan rahasia lagi mengancam cukup banyak mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;FMPKK sendiri menyuarakan aksinya melalui beberapa jalan. Mereka sempat membuka Posko Peduli dan menggunakan cara-cara persuasif dalam mencari dukungan suara. Dalam perkembangannya, gerakan ini memuncak melalui gerakan bermalam di kampus dan menggunakan kekerasan—di antaranya pembakaran ban dan pemecahan kaca-kaca di Plaza Kampus Syahdan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menanggapi gerakan dari FMPKK ini, masyarakat Bina Nusantara terbelah ke beberapa kubu, ada yang mendukung mereka, ada yang tidak peduli dan ada yang bersikap tidak simpati ke mereka. Dari pihak kampus sendiri kemudian mengadakan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan ini secara persuasif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menurut pandangan sekilas, kebanyakan masyarakat Bina Nusantara memberikan cap buruk kepada seluruh massa FMPKK. Memang beberapa tindakan beberapa anggota FMPKK dapat dikatakan anarkis dan kurang sesuai dengan label intelektual yang disandang mereka sebagai mahasiswa. Namun yang menjadi masalah adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;label itu kemudian dipasangkan secara global kepada keseluruhan anggota FMPKK.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ibarat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seorang fotografer yang ingin memotret suatu obyek, ia dapat memilih akan menggunakan lensa tele atau lensa makro. Menggunakan lensa tele, ia dapat mengambil obyek dari jarak jauh, namun hasil foto tidak akan sedetail penggunaan lensa makro. Menggunakan lensa makro, ia perlu mendekati obyek (yang seringkali berbahaya, atau dianggap berbahaya), namun hasil yang didapatkan akan jauh lebih mendetail dibandingkan penggunaan lensa tele. Demikian pula dengan banyak orang memandang FMPKK. Diakui atau tidak, banyak orang segera memasang label “brengsek” ke seluruh massa FMPKK—sementara mereka hanya mengamati dari jauh dengan “lensa tele”. Padahal jika mereka menggunakan “lensa makro” akan banyak detail yang mereka dapatkan. Detail apa? Detail bahwa tidak seluruh massa FMPKK pantas menyandang gelar “brengsek”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Tuan Penulis, tunggu dulu! Apa kriteria seseorang disebut brengsek atau tidak?,” timbul pertanyaan itu. Baiklah, kriteria ini memang perlu diperjelas dulu. Dalam kasus ini brengsek ditujukan untuk mereka yang (setelah melalui pengamatan mendalam) memang selama ini kurang bertanggungjawab atas perkuliahannya di BiNus dan kemudian bertindak anarkis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Memangnya ada massa FMPKK yang tidak berbuat seperti itu?,” pertanyaan yang segera muncul kemudian. Yang seringkali muncul di hadapan banyak orang memang kelihatannya selalu menyandang sikap beringas. Namun perlu diperhatikan bahwa mereka adalah orang yang itu-itu juga. Padahal FMPKK mengaku memiliki cukup banyak pendukung. Jadi kemana yang lain? Mereka memang tidak terlihat, karena hanya para dedengkot yang senantiasa terlihat. Dan bukan kebetulan para dedengkot itu pulalah yang bertindak anarkis dan memberikan cap tidak baik kepada semua dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyak dari “pendukung yang tidak terlihat” ini sebenarnya memiliki keinginan kuliah yang tinggi—paling tidak terbukti dari absensi dan usaha mereka selama ini. Penulis sempat berkenalan dengan beberapa dari mereka dan penulis juga cukup mengetahui bagaimana kondisi mereka. Kalau begitu, kenapa mereka bisa mendapatkan nilai yang tidak memuaskan? Banyak hal, sebagai contoh keharusan mereka untuk membantu ekonomi orang tuanya—atau malah merekalah yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya. Atau keterbatasan mereka, baik dalam kemampuan otaknya (walaupun telah belajar mati-matian), kemampuan membeli pendukung belajar atau keterbatasan lainnya. Dengan kondisi yang seperti ini, apakah mereka dapat disalahkan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Jadi kenapa mereka kemudian mendukung FMPKK kalau tahu jalur yang ditempuh tidak baik?” Pertanyaan yang bagus, dan jawabannya (seharusnya) menyadarkan kita semua—termasuk saya. Karena mereka melihat tidak ada yang peduli terhadap nasib mereka. Bukan rahasia bahwa banyak yang memandang dengan sebelah mata kepada rekan-rekan yang berprestasi kurang baik. Dan bukan rahasia juga dalam keadaan seperti itu, kesemua organisasi mahasiswa yang ada di Kampus tidak memberikan perhatian kepada mereka. Wajar saja jikalau dalam keadaan mereka (yang tertekan) kemudian melihat FMPKK muncul sebagai sesuatu (yang mungkin) akan memperhatikan nasib mereka, mereka menumpukan segalanya kepada FMPKK.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada saat ini, gerakan FMPKK kelihatannya sudah mereda. Namun jumlah rekan-rekan kita yang terancam DO dengan alasan apapun tidak mereda. Pada saat ini juga sebenarnya kepedulian semua dari kita dibutuhkan. Kecuali jika memang kita ingin suatu gerakan seperti FMPKK terulang kembali dan semakin mencoret nama kita sebagai &lt;i style=""&gt;mahasiswa&lt;/i&gt; Universitas Bina Nusantara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Tulisan ini pernah dimuat di Website Persekutuan Bina Nusantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342109378141039?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342109378141039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342109378141039' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342109378141039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342109378141039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2004/12/ketika-suatu-cap-diberikan-secara.html' title='Ketika Suatu Cap Diberikan Secara (Tidak) Adil'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342113921580453</id><published>2004-12-12T19:31:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:52:24.064+07:00</updated><title type='text'>Lee Kuan Yew</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lee Kuan Yew, kelahiran tahun 1959 dari keluarga keturunan Cina yang berada. Menimba pengetahuan di Cambridge, Inggris, masuk ke jajaran pengacara Inggris di tahun 1950. Sekembalinya Lee dari Inggris, ia menjadi pemimpin nasionalis yang populer dan pada tahun 1954 mendirikan People’s Action Party. Lee juga menjadi anggota delegasi yang menegosiasikan kemerdekaan Singapura dari Inggris pada tahun 1956-1958. Setelah kemenangan partainya di Pemilu, ia menjadi Perdana Menteri Singapura yang pertama pada tahun 1959. Lee membawa Singapura masuk ke Federasi Malaysia pada tahun 1963, tetapi ketakutan suku Melayu akan dominasi keturunan Cina memisahkan kembali Singapura pada tahun 1965. Di bawah peraturan yang ketat, Singapura menjadi pusat perdagangan internasional dan kemakmuran di Asia. Lee turun dari jabatannya sebagai PM pada November 1990, tapi mempertahankan kepemimpinannya di People’s Action Party. Penggantinya, Goh Chok Tong memang telah dipersiapkan oleh Lee dari jauh hari. Suatu gaya paternalistik memang, namun membawa keberhasilan pada Singapura. Selain itu Lee juga mempersiapkan skill umum dan skill teknikal Goh, tidak hanya mempersiapkan mentalnya saja untuk mengemban jabatan yang berat ini. Hal lain yang menarik dari Lee adalah relanya beliau untuk turun ikut serta dalam gerakan pembersihan kota—Lee tidak malu untuk memegang sapu di jalan-jalan Singapura. Melayani, bukan dilayani menurut kata Alkitab. Pertanyaannya, apakah kita bisa bertindak seperti Senior Minister Lee Kuan Yew?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342113921580453?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342113921580453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342113921580453' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342113921580453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342113921580453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2004/12/lee-kuan-yew.html' title='Lee Kuan Yew'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342098496411396</id><published>2003-08-11T19:28:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:53:39.057+07:00</updated><title type='text'>Menengok Singapura Sejenak</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pemilihan Umum yang baru saja dilaksanakan kembali menempatkan Goh Chok Tong sebagai Perdana Menteri Singapura. Dengan kemenangannya kali ini berarti Goh masih mempertahankan posisinya sebagai Perdana Menteri kedua Singapura yang mulai memerintah sejak tahun 1991. Goh Chok Tong sendiri merupakan wakil dari People’s Action Party (PAP), partai dirian Perdana Menteri Senior Lee Kuan Yew yang memang sedari dulu menjadi partai politik dominan di Singapura.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Goh Chok Tong, pria kelahiran 1941 yang berasal dari daerah Pasir Panjang (Singapura) adalah lulusan University of Singapore yang kemudian meneruskan studinya dan mendapatkan titel &lt;i style=""&gt;master’s degree in economics&lt;/i&gt; dari William College (Massachussets). Awalnya setelah kelulusannya ini, Goh bekerja sebagai pegawai sipil di sebuah perusahaan perkapalan terkemuka di Singapura. Goh mulai menapakkan kakinya di dunia politik pada tahun 1946 dengan mewakili suara Marine Parade di parlemen. Dalam kiprahnya selama setahun tersebut, ia memenangkan posisi di kabinet sebagai Menteri Keuangan dan kemudian memegang posisi pemerintahan lainnya di perdagangan dan industri, pendidikan dan kesehatan. Lee Kuan Yew (sewaktu itu masih menjabat sebagai Perdana Menteri) kemudian memberikannya posisi sebagai Perdana Menteri Deputi dan Menteri Pertahanan. Pada tahun 1990, Lee Kuan Yew mengundurkan diri dan menunjuk Goh sebagai penggantinya di posisi Perdana Menteri. Pada Pemilihan Umum yang diadakan tahun 1991, partainya memenangkan 77 dari 88 kursi yang diperebutkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pemerintahan Goh (seperti juga Lee), dikenal sebagai pemerintahan yang keras (bahkan terkadang terkesan “diktator”). Terlihat badan peradilan yang telah memegang peranan sepenuhnya tanpa pengaruh dari pihak luar, sehingga pada tahun 1994 ketika seorang warga Amerika Serikat tertangkap melakukan vandalisme, permohonan pembebasan dari (eks) Presiden Bill Clinton tidak dikabulkan. Hasilnya memang terlihat tingkat kriminalitas di Singapura sangat rendah—yang berakibat juga pada stabilitas negara ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun dibalik segala stabilitasnya, Singapura seringkali dikritik karena kekuatan PAP yang dinilai amat dominan dan kebebasan pers yang belum terwujud sepenuhnya. Sejak dahulu, PAP selalu memenangkan mayoritas kursi di parlemen. Kemenangan yang hampir dapat dipastikan akan selalu terwujud ini secara lama-kelamaan juga mematikan minat para &lt;i style=""&gt;voters&lt;/i&gt; untuk menyuarakan hak mereka. Pada Pemilihan Umum yang terakhir ini sebagai contohnya, diperkirakan hanya sekitar 33% dari seluruh warga yang berhak memilih menggunakan hak pilihnya. Situasi normal seperti tidak terlihat akan adanya Pemilihan Umum terlihat di Orchard Road—jalan protokol di Singapura—hingga saat-saat terakhir akan diadakannya Pemilihan Umum. Beberapa warga yang dimintai pendapatnya mengenai Pemilu ini bahkan mengatakan bahwa percuma saja menyuarakannya karena tidak ada yang dapat berubah dengan ikut sertanya mereka dan secara umum mereka telah puas dengan keadaan Singapura yang saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Memang Singapura telah lama dikenal sebagai salah satu negara dengan stabilitas dan kondisi kehidupan yang terbaik di dunia. Hal ini didukung oleh pemerintah yang memang solid untuk tujuan dan prinsip yang baik. Secara umum hal ini akan terlihat baik—paling tidak selama pemerintah masih dapat melihat apa yang menjadi visinya dan melakukannya, dan beritikad untuk maju. Namun seringkali dalam kondisi yang memicu terjadinya pandangan mapanisme, yaitu pandangan yang merasa kondisi saat ini telah mapan dan tidak menginginkan kemajuan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kondisi mapanisme ini hampir dapat dipastikan juga menciptakan suasana yang tidak kondusif untuk lingkungan yang demokratis dan kebebasan pers dimana masyarakat dapat menyuarakan pendapat dan harapannya terhadap pemerintahan yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah ketika Singapura di tengah kondisi yang (mungkin) kurang baik ini tetap dapat melaksanakan visinya dan memajukan negara, akankah suatu negara (atau organisasi) lain yang &lt;i style=""&gt;telah&lt;/i&gt; berpandangan seperti ini (walaupun mungkin tidak disadari) akan dapat tetap memajukan pribadinya. Jelas kondisi ini akan membuka peluang lebar bagi gerakan &lt;i style=""&gt;koncoisme&lt;/i&gt; dan gerakan koncoisme juga berarti sumber daya manusia yang diambil hanya berasal dari kalangan yang itu-itu juga. Apakah kalangan ini mampu untuk selalu menyediakan tenaga yang memang berpotensi, tidak hanya dari kualitas tapi juga dari kuantitas? Terlebih jika kemudian di tengah keadaan yang sebenarnya sudah serba berkekurangan tenaga ini, pihak penguasa masih tetap mengenakan “jaket kekuasaannya” untuk tetap tidak mempedulikan pihak lain (termasuk oposisi)? Singapura masih tetap bertahan dalam kemajuannya saat ini (dan saya berharap Singapura dapat tetap maju) namun entah bagaimana dengan organisasi lainnya. Suatu pertanyaan yang dapat dikembalikan kepada masing-masing pemerintah di organisasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342098496411396?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342098496411396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342098496411396' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342098496411396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342098496411396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2003/08/menengok-singapura-sejenak.html' title='Menengok Singapura Sejenak'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342039517611325</id><published>2003-08-11T19:19:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:53:55.398+07:00</updated><title type='text'>Antara Diktatorisme dan Demokra(tisa)si Keroyokan</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa hari yang lalu, perdana menteri Malaysia, Dr. Mahathir bin Muhammad mengeluarkan suatu pernyataan yang—sejujurnya—cukup mengejutkan. Dr. M mengatakan bahwa di beberapa negara tertentu diktatorisme itu penting—dan ia berbicara dalam konteks menentang demokrasi Barat yang menurutnya hingga kini seringkali bersikap tidak menyenangkan bagi kelompok negara yang diwakilinya—Dr. M mengeluarkan pernyataan ini dalam pertemuan negara yang beranggotakan negara-negara Muslim. Mungkin memang beberapa negara Barat—yang notabene beraliran politik demokrasi seringkali bersikap keras terhadap negara-negara tersebut. Namun di sisi lain, perkataan Dr. M juga semakin membuktikan sikap pemerintahannya yang selama ini telah terkenal—diktatorisme. Telah cukup banyak kasus-kasus diktatorisme dari kepala negara yang satu ini, yang paling hangat mungkin masih berkisar sekitar konfliknya dengan (eks) Deputi Anwar Ibrahim, dimana Anwar sampai menerima penyiksaan fisik bahkan tuduhan homoseksual. Terhadap Pers, Dr. M juga telah beberapa kali membredel penerbitan-penerbitan yang terkesan menyerang pemerintah Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun jika dikaitkan dengan konteks Indonesia—suatu negara yang katanya menjunjung asas-asas demokrasi—apa kaitan Dr. M sebenarnya? Mungkin “saingan” Dr. M untuk panjang masa pemerintahan dan cara menekan suara rakyatnya telah lengser keprabon beberapa tahun yang lalu. Yang menjadi pertanyaan: apakah memang Indonesia telah terlepas dari “diktatorisme” dan benar-benar menjadi negara demokrasi? Satu hal yang penting adalah bahwa demokrasi itu tidak hanya dapat dilihat dari para pemimpinnya saja. Pemimpin dalam kasus ini berarti para pejabat pemerintah yang duduk di lembaga-lembaga legislatif. Rakyat juga menjadi penilaian apakah memang suatu negara telah menjadi negara demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Orang-orang banyak berkata Indonesia sedang dalam proses menuju demokrasi. Namun terkadang terlihat bahwa yang ditempuh Indonesia saat ini bukanlah proses menuju demokrasi, namun &lt;i style=""&gt;demokratisasi&lt;/i&gt;. Istilah ini saya pergunakan untuk menunjukkan demokrasi yang dipaksakan. Mengapa dipaksakan? Karena masih ada keinginan dari pihak-pihak tertentu untuk mempertahankan kekuasaan diktatornya. Dan jika kita melihat seringkali terjadi pengerahan massa dengan tujuan untuk mencapai (baca: memaksakan) tujuan-tujuan tertentu. Kejadian seperti Peristiwa 27 Juli, dimana terjadi bentrok antar dua kelompok warga PDI (yang berbeda haluan) mencirikan hal-hal ini. Intinya dimana terjadi pengerahan massa—suatu kejadian yang dapat dikatakan sebagai keroyokan—oleh pihak tertenti dan berakibat pemerintah (secara khusus) dan rakyat (secara umum) diteror oleh massa tersebut untuk mencapai tujuan dari pihak tertentu. Mirip dengan diktatorisme? Memang, karena demokratisasi keroyokan ini dapat saja merupakan suatu topeng baru bagi diktatorisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kejadian demokratisasi keroyokan ini memang tidak terjadi hanya di Indonesia saja. Negara-negara yang lain juga pernah mengalaminya. Amerika Serikat secara khusus mengalaminya dalam masa-masa rasialisme, dimana KKK (Ku Klux Klan) memaksakan Undang-undang Apartheid untuk berlaku. Singapura pernah mengalaminya—terutama pada masa-masa awal berdirinya Singapura. Bapak Negara Singapura, Senior Prime Minister Lee Kuan Yew menuturkan dalam bukunya &lt;i style=""&gt;From Third World to First&lt;/i&gt;, masa ketika Singapura harus menghadapi tekanan dari serikat pekerja upah harian negara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hal yang dapat dicermati adalah penanganan masalah demokratisasi keroyokan ini dapat secara damai maupun secara berdarah—suatu hal yang seringkali menimbulkan diktatorisme kembali. Selain itu juga diperhatikan apakah memang kondisi masyarakat saat itu sudah siap untuk menuju ke suatu keadaan demokratis, atau kondisi dimana rasisme tidak berlaku—dalam kasus KKK-Apartheid. Demokrasi juga membutuhkan suatu kedewasaan berpikir, dan dalam kasus AS maupun Singapura, rakyat telah cukup memiliki intelektual untuk menghadapi proses tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagaimana dengan rakyat Indonesia? Diharapkan agar kesiapan itu dapat segera terwujud. Karena saat ini bisa dibilang kesiapan tersebut belum tercapai. Contoh paling gres adaah ketika Pemilu yang lalu. Dengan keberadaan beberapa partai baru, apakah memang rakyat siap untuk “Pemilu Gaya Baru” tersebut? Kenyataan tidak—terutama di pedesaan. Saya pernah mendengar bahwa ada seorang pemilih yang salah mencoblos kertas suara hanya karena suatu kesalahan yang sangat konyol. Dia hanya tahu kalau nomor 1 itu PPP, nomor 2 itu Golkar dan nomor 3 itu PDI. Dan itu tidak akan berubah dalam pandangannya. Jadilah dia mencoblos salah satu angka, antara 1, 2 dan 3 tanpa tahu bahwa telah ada perubahan nomor partai. Konyol? Memang, namun kembali mencirikan “kedewasaan” berpolitik rakyat. Dan yang juga mempersulit adalah kesadaran politik masyarakat—secara khusus kaum muda yang diwakili mahasiswa. Usia mahasiswa adalah usia dimana diharapkan kesadaran politik itu telah muncul. Dan itu memang telah ditunjukkan oleh beberapa mahasiswa Indonesia. Namun seringkali terkesan pada beberapa mahasiswa bahwa kesadaran mereka hanyalah kesadaran ikut-ikutan. Temannya demo, saya demo. Dia berorasi, saya juga. Ini tidak berarti bahwa semua mahasiswa harus berdemo turun ke jalan. Namun kembali pada kesadaran dasarnya. Hal lain adalah ketika bahkan antara mahasiswa lain universitas terjadi bentrokan. Kembali penyelesaian jalan baku hantam menjadi pilihan. Memang mahasiswa menginginkan terjadinya kedewasaan berpolitik rakyat. Namun mahasiswa sendiri harus mendewasakan wawasan politik mereka. Salah satunya dengan mengetahui perkembangan dunia. Merupakan sesuatu yang amat menyedihkan jikalau mahasiswa tidak pernah menyentuh koran atau majalah berita seperti Tempo, menonton siaran berita atau membuka website berita. Terutama jikalah mahasiswa tersebut ada dalam suatu fakultas yang katanya menekankan kepada Teknologi Informasi. Apa gunanya mereka mempelajari TI kalau pada akhirnya mereka sendiri tidak dapat mengetahui informasi tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari para pemimpin sendiri juga dibutuhkan suatu kesadaran demokrasi. Demokrasi pada dasarnya berarti “saya tidak main sendiri dan memaksakan kehendak”. Mengenai poin tidak memaksakan kehendak saya yakin semua pembaca dapat memberikan komentar yang amat detail. Namun pada poin “saya tidak main sendiri” juga belum dapat ditemukan seorang figur yang benar-benar baik. Saya ingat pada seorang tokoh politik Indonesia. Dulunya saya mengagumi dia karena keberaniannya untuk memulai aksi menentang Pemerintahan Orba, baik di dalam negeri maupun di luar negeri—ketika belum ada tokoh lain yang sefrontal dia. Tokoh tersebut bahkan sempat mendekam di penjara akibat tindakannya ini. Namun ketika akhirnya dia bebas dan partainya masuk ke kancah Pemilu, saya melihat sesuatu yang lain darinya. Sebagai ketua partai, saya mendapat kesan bahwa partainya tidak memiliki orang lain yang dapat dimajukan karena dimanapun dialah yang menjadi utusan partai tersebut. Umumnya ini menjadi dasar diktatorisme di generasi berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342039517611325?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342039517611325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342039517611325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342039517611325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342039517611325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2003/08/antara-diktatorisme-dan-demokratisasi.html' title='Antara Diktatorisme dan Demokra(tisa)si Keroyokan'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342069755380409</id><published>2003-04-12T19:24:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:55:16.007+07:00</updated><title type='text'>Friedrich Wilhelm Nietzche</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Friedrich Wilhelm Nietzche (1844-1900) adalah seorang filsuf, sastrawan, philologis (ahli bahasa) Jerman yang menjadi salah satu pemikir paling provokatif dan berpengaruh di abad ke-19. Lahir di Prusia dari keturunan ayah yang merupakan seorang pendeta Lutheran. Ayahnya meninggal ketika Nietzche berusia 5 tahun, menyebabkan ia diasuh oleh ibunya bersama nenek, dua orang bibi dan seorang saudara perempuan. Kesehatannya tidak begitu baik (Nietzche&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengidap migraene dan memiliki penglihatan yang buruk)—menyebabkan ia pensiun dari jabatannya sebagai profesor philologis di tahun 1879. Sepuluh tahun selepas itu ia mengalami gradasi kesehatan yang tidak pernah terpulihkan. Ia meninggal di Weimar pada tahun 1900.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nietzche banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani, terutama filosofi Plato dan Aristoteles. Selain itu, ia dipengaruhi oleh filsuf Jerman Arthur Schopenghauer, teori evolusi dan persahabatannya dengan komposer Jerman Richard Wagner.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Karya besarnya yang pertama, &lt;i style=""&gt;The Birth of Tragedy&lt;/i&gt;, diterbitkan pada tahun 1872. Karyanya yang terakhir, &lt;i style=""&gt;The Will to Power&lt;/i&gt; terbit pada tahun 1901. Karya emasnya, &lt;i style=""&gt;Thus Spake Zarathustra&lt;/i&gt;, diterbitkan dalam beberapa bagian yang dicetak antara tahun 1883 hingga 1885.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salah satu anggapannya adalah bahwa nilai-nilai tradisional (secara khusus Kristiani), telah kehilangan kekuatannya di kehidupan. Hal ini diproklamirkannya dalam ucapan “God is dead”. Ia percaya bahwa nilai-nilai tradisional pada dasarnya hanyalah ciptaan individu yang lemah yang membuat tradisi tersebut untuk kepentingan pribadi semata. Ia memimpikan “superman” yang berkonsentrasi pada dunia nyata tanpa perlu memikirkan tentang dunia selanjutnya yang dijanjikan agama, superman yang terkontrol rasio dan menguatkan kehidupan. Pendapatnya bahwa belum ada orang yang layak disebut superman. Sebaliknya Yesus, Socrates, Leonardo da Vinci dsb hanyalah orang yang dapat menjadi gambaran akan superman tersebut—namun belum menjadi sang superman. Akibat lebih lanjut adalah perbudakan dan beberapa hal lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ajaran Nietzche dan beberapa penulis yang sepikiran dengannya disebut Eksistansialisme, ajaran yang menekankan pada keberadaan dan kebebasan mutlak individu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342069755380409?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342069755380409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342069755380409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342069755380409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342069755380409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2003/04/friedrich-wilhelm-nietzche.html' title='Friedrich Wilhelm Nietzche'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342026851590081</id><published>2002-04-19T19:16:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:56:25.728+07:00</updated><title type='text'>Anne Frank vs. Marsinah: Suatu Ketidakadilan Sebagai Realita Yang Terpelihara? (1)</title><content type='html'>&lt;p style="font-style: italic; text-align: right; font-family: georgia;" class="Quote"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Saya heran, haruskah seseorang mati dulu, menjadi martir dan sesudah ia mati baru bukunya kemudian diterbitkan agar bisa diterima dan dihargai oleh para tetangganya”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-style: italic; text-align: right; font-family: georgia;" class="Quote"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;--Irene Fisch mengenai “The Diary of Anne Frank”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di jaman yang katanya serba modern ini, isu Hak Asasi Manusia selalu menjadi sebuah topik yang selalu hangat untuk diperdebatkan. Hampir setiap saat dapat ditemukan orang-orang dan lembaga-lembaga baru yang (katanya) memperjuangkan Hak Asasi Manusia. Dalam dekade terakhir ini, pertumbuhan tersebut semakin membludak, tidak hanya di dunia internasional, tetapi juga di dalam tubuh Indonesia sendiri. Dan bahkan isu HAM ini juga menjadikan Indonesia terjungkal di mata dunia. Mungkin masalah yang paling panas hingga kini adalah isu pelanggaran HAM di Timor Timur, suatu daerah yang kini telah menjadi negara baru—terlepas dari Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tetapi baiklah, kita tidak membincangkan Timor Timur dalam artikel ini. Secara khusus saya ingin menyoroti beberapa tokoh yang seringkali muncul dalam isu HAM. Anne Frank, mungkin masih banyak pembaca yang belum tahu siapa orang ini. Sebenarnya Anne Frank merupakan salah satu tokoh yang paling dikenal sejak penerbitan buku hariannya yang menggugah. Anne adalah salah satu korban Holocaust—pembantaian besar-besaran umat Yahudi. Anne menulis buku hariannya dalam tempat persembunyiannya hingga akhirnya ia beserta keluarganya ditangkap oleh pasukan Jerman. Salah satu idealismenya adalah lingkungan dimana semua orang diperlakukan sama. Anne Frank, korban pelanggaran HAM ketika HAM belum begitu ditekankan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tokoh kedua yang menjadi tonggak pembicaraan kita adalah Marsinah—kali in tokoh lokal, yang juga menjadi korban pelanggaran HAM. Untuk menyegarkan ingatan, Marsinah adalah pejuang hak kaum buruh, dan kemudian ia mengalami penculikan dan penyiksaan yang berakhir pada pembunuhan. Marsinah, korban pelanggaran HAM di waktu telah ada hukum mengenai HAM—terlebih di negara yang menjunjung HAM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebelum kejadian Anne Frank sendiri telah banyak pasang-surutnya perkembangan HAM. Suku Indian Amerika sebagai pemilik tanah menjadi orang-orang yang terusir hingga pada akhirnya dirumuskan Indian Reorganization Act pada tahun 1934 sebagai salah satu tonggak—walaupun tidak berarti sesudahnya tidak terjadi pelanggaran HAM Indian lagi; orang-orang berkulit hitam yang terkena politik apartheid sebelum Martin Luther King Jr. melancarkan aksi mogoknya; tidak terlupakan Holocaust dengan Kristallnacht-nya dan masih banyak contoh lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika membaca artikel tentang mereka, Indonesia juga dapat menjadi sorotan yang sangat mengasyikkan. Kenyataannya, di Indonesia penegakan HAM masih sangat lemah. Mengapa? Bukan hanya karena kesalahan rakyatnya yang telah tertanamkan bibit-bibit diskriminasi, bukan hanya kesalahan pemerintah saat ini, bukan hanya kesalahan pemerintah masa lalu. Tetapi perlu juga disorot peran serta masa-masa penjajahan. Masa dimana suatu etnis yang kini seringkali dinomorsekiankan sengaja diberikan hak-hak istimewa dalam ekonomi, dibandingkan rekan-rekannya yang lain etnis. Praktek ini terhitung cukup berhasil untuk memecahkan rakyat Indonesia dulu, karena terhitung cukup banyak kerusuhan rasial yang terjadi. Selain itu dengan cara ini, etnis tersebut menjadi perlu berlindung di balik Sang Penjajah, hal yang semakin memperkuat Penjajah dan semakin memperuncing pertikaian antaretnis Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hal ini terus berlangsung pada masa pemerintahan Indonesia. Bahkan kali ini, dapat dikatakan Indonesia sedang menanam kebun diskriminasi. Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi pegangan sendiri memiliki banyak kelemahan dalam hal Hak Asasi Manusia. Kerancuan yang paling terlihat mungkin dipenggunaan istilah “orang Indonesia asli.” Dengan istilah itu akan muncul pertanyaan, apa ciri-ciri orang Indonesia asli, dan apapula itu orang Indonesia palsu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Notes"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(to be continued)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342026851590081?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342026851590081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342026851590081' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342026851590081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342026851590081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2002/04/anne-frank-vs-marsinah-suatu.html' title='Anne Frank vs. Marsinah: Suatu Ketidakadilan Sebagai Realita Yang Terpelihara? (1)'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342152055338978</id><published>2002-02-25T21:37:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:58:04.032+07:00</updated><title type='text'>Terorisme, Lee Kuan Yew dan Indonesia</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejak musibah 11 September yang lalu, semua orang, tak terkecuali bangsa Indonesia, menjadi sangat sensitif terhadap kata “terorisme”. Terlebih ketika negara kita ini dituding sebagai salah satu tempat berlindungnya terorisme yang dapat mengancam negara lain oleh salah satu tokoh politik paling berperan di Asia Tenggara. Dalam kondisi emosional yang masih berupaya memulihkan diri dari bencana banjir nasional, sekilas pernyataan itu seperti hanya menguak luka baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan Lee Kuan Yew—Perdana Menteri Senior Singapura—tersebut, berbagai reaksi terlihat segera setelah pelontarannya. Namun sebenarnya cukup banyak bahan refleksi yang bisa kita peroleh dari pernyataan Lee. Yang jelas, kalaupun tidak menjadi tempat perlindungan teroris, satu hal yang pasti adalah bahwa Indonesia menghadapi ancaman terorisme. Dapat dengan mudah diingat berbagai aksi pengeboman yang sempat berlangsung, mulai dari pengeboman di depan Kedutaan Besar Filipina, pengeboman Atrium Senen, hingga pengeboman Gereja (yang secara ironis terjadi di malam Natal). Mengingat semuanya itu, bukankah pernyataan Lee menjadi “sentilan” bagi proses penegakan keamanan di Indonesia yang terbilang lamban. Tommy memang telah ditahan dan ditindaklanjuti (semoga memang dengan penegakan hukum yang sesungguhnya), namun proses peradilan Indonesia masih menempuh jaan yang amat panjang. Sentilan ini dapat menjadi cambuk untuk semakin menggiatkan usaha kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kembali berpijak pada peristiwa pengeboman Atrium Senen. Bukan kebetulan kalau waktu itu pelaku pengeboman tertangkap dan ternyata berasal dari kelompok Muslim radikal Malaysia. Kesimpulannya: Indonesia minimal telah menjadi daerah operasi yang cukup disenangi untuk kegiatan terorisme. Kenapa? Mungkin dapat dikatakan bahwa rakyat Indonesia termasuk gampang untuk diobok-obok, meminjam istilah Joshua si penyanyi cilik. Selain itu dapat pula dipengaruhi oleh fakta bahwa selama ini kompetensi penegakan hukum di Indonesia sangat merisaukan. Singkat kata, surga bagi terorisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Posisi dan sikap Indonesia sendiri di dalam peta terorisme terbilang agak membingungkan. Hampir semua negara tetangga, Singapura, Malaysia dan Filipina secara terbuka menyatakan perang terhadap terorisme dan &lt;i style=""&gt;menunjukkan&lt;/i&gt; sikap keras terhadap mereka yang dicurigai sebagai pelaku terorisme oleh masing-masing negara. Indonesia sementara itu, menyatakan perang terhadap terorisme, namun kemudian seperti terombang-ambing dalam kebingungan sendiri untuk melangkah lebih lanjut. Mungkin memang tidak dapat disalahkan sepenuhnya mengingat permasalah yang sedang dihadapi Indonesia pada saat itu. Tapi yang jelas, dari ketiga negara tetangga tersebut pula semakin tercium kemungkinan keberadaan suatu jaringan terorisme regional (atau internasional) di Singapura, Malaysia, Filipina dan ...&lt;i style=""&gt;Indonesia&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pandangan tersebut didapat dari tersangka-tersangka yang berhasil diamankan oleh aparat dari ketiga negara tetangga tadi. Diduga seorang tokoh yang saat ini berada di Indonesia adalah otak di balik segala kegiatan terorisme regional—dan orang ini pula yang saat ini sedang diinginkan oleh aparatur Singapura dan Malaysia. Bukan kebetulan jika &lt;i style=""&gt;kemungkinan&lt;/i&gt; orang ini pula yang dimaksudkan oleh Lee dalam pernyataannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika pengamatan difokuskan hanya kepada Indonesia dan Singapura, dapat terlihat beberapa hal yang menarik. Singapura jelas adalah negara yang pro-Barat. Bukam kebetulan pula jika di negara tersebut mayoritas penduduknya adalah non-Melayu dan non-Muslim. Dengan kondisi seperti itu, Singapura juga menjadi negara yang dikelilingi oleh negara-negara lain dengan mayoritas penduduk Muslim Melayu. Akibatnya tidak sedikit orang yang mengasosiasikan penyataan Lee sebagai “serangan” terhadap kenyataan ini sembari mencari poin dari Presiden Bush. Tudingan ini semakin diperkuat ketika kita ingat akan penahanan terhadap 13 orang warga Muslim Melayu Singapura yang diduga terlibat terorisme. Bagaimanapun kejadian ini dapat memicu sentimen publik bahwa pemerintahan Singapura bertindak keras terhadap Muslim Melayu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mungkin kondisi etnis-agama tersebut yang memicu reaksi keras dari banyak warga Indonesia. Kondisi ini semakin diperparah, lagi-lagi, oleh emosi publik yang masih terpengaruh musibah banjir dan juga kerusakan lingkungan akibat ekspor pasir laut—baik legal maupun ilegal—ke Singapura, walaupun memang tetap harus diakui faktor etnis-agama kelihatannya lebih banyak berperan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa respons masyarakat menuding pernyataan Lee cenderung yang menyerang begitu saja. Tapi sekali lagi, pernyataan Lee seharusnya menjadi bahan refleksi kita. Jika dianggap Lee (atau pemerintahan Singapura) berlaku tidak adil terhadap Indonesia atau etnis-agama, masa lalu Lee perlu ditinjau juga. Sejak dulu Lee dapat dikatakan sebagai pemerintah yang keras dan tegas terhadap pelanggaran hukum di negaranya tanpa pandang bulu. Jika hendak dikatakan Lee berorientasi pada etnis non-Melayu, hal ini dapat terbantahkan dengan fakta demonstrasi dan mogok kerja yang harus dihadapinya pada masa-masa awal pemerintahannya. Lee pernah menghadapi ancaman demonstrasi dan mogok kerja yang digerakkan baik oleh etnis Melayu maupun non-Melayu. Terhadap kedua belah pihak tersebut, sikap Lee tetap keras sesuai dengan pelanggaran mereka. Selain itu, sikap Singapura dalam kasus Michael Fay, warga negara Amerika Serikat yang tertangkap melakukan vandalisme, memperlihatkan komitmen mereka bahwa mereka bukan pihak yang hanya menjadi “yes-man” begitu saja terhadap Amerika. Dapat dikatakan bahwa Singapura bukanlah pro-Barat yang fanatik buta begitu saja, namun tetap menggunakan pertimbangan rasio.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada akhirnya, ada saja kemungkinan reaksi keras (dari elite politik Indonesia) terhadap pernyataan Lee sebenarnya hanya bertujuan untuk memainkan emosi publik dan mencari simpati, mengingat sebenarnya bukan hanya sekali ini Indonesia menerima kritik semacam ini. Dan juga tidak dapat dilupakan bahwa Indonesia juga pernah mengeluarkan pernyataan-pernyataan mengenai negara lain. Pada saat ini, diperlukan kerendahan dan keterbukaan hati untuk dapat menerima pernyataan Lee sebagai suatu kritik dan masukan yang akhirnya dapat mempererat dan membangun sesama negara Asia Tenggara. Paling tidak agenda anti-terorisme pasti merupakan agenda bersama. Dan terorisme adalah masalah yang pemecahannya tidak mungkin dilakukan sendiri, melainkan harus melalui kerjasama antarnegara. Alangkah baiknya bila Indonesia dan Singapura bergandeng tangan menghadapi terorisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342152055338978?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342152055338978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342152055338978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342152055338978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342152055338978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2002/02/terorisme-lee-kuan-yew-dan-indonesia.html' title='Terorisme, Lee Kuan Yew dan Indonesia'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-115925227750135994</id><published>2002-02-25T11:57:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:58:13.148+07:00</updated><title type='text'>Pers Menghadapi Tantangan Lingkungan</title><content type='html'>&lt;p  style="font-style: italic; text-align: right; font-family: georgia;font-family:georgia;" class="Quote"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Pers yang tidak bebas pasti buruk. Adapun pers bebas bisa baik, bisa buruk”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="font-style: italic; text-align: right; font-family: georgia;font-family:georgia;" class="Quote"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Albert Camus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebuah pernyataan dari filsuf Perancis di atas dapat menjadi cerminan bagi masyarakat pers Indonesia. Setelah mengalami masa-masa penuh kekangan dari pihak otoriter, pers Indonesia (akhirnya) berkesempatan untuk mengembangkan sayap kebebasannya—walaupun secara ironis kembali terkekang oleh kondisi keuangan pada waktu itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kondisi ini patut kita syukuri, walaupun pada sisi-sisi tertentu, kebebasan ini sempat pula keblablasan ke arah pers ugal-ugalan yang meninggalkan tatanan kode etik jurnalistik. Suatu eforia kebebasan pers, demikian banyak pengamat berkomentar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun disadari atau tidak, kebebasan pers yang telah disertai kompetensi profesional pun sebenarnya acapkali masih menjadi kebebasan yang terbelenggu—secara ironis oleh lingkungan terdekat insan pers bersangkutan. Ambil pasal pelaku pengekangan tersebut adalah keluarganya, temannya atau siapapun. Bagaimana mungkin?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setiap insan pers—yang telah mengaplikasikan visi media—dapat saja menghadapi tantangan ini. Tugas pers sendiri dapat digambarkan sebagai pengamat dengan komitmen yang kemudian senantiasa secara kontekstual menginformasikan berita. Secara singkat dapat dikatakan bahwa informasi dan komunikasi adalah tugas dan makanan sehari-hari bagi insan pers. Yang menjadi permasalahan kemudian adalah proses pelaporan fakta (atau berita) yang berkaitan, karena secara kasar dapat disebutkan bahwa apa yang dinamakan fakta pada akhirnya tidak lain dan tidak bukan merupakan apa yang menurut sang insan pers adalah fakta. Tentunya hal ini akan menjadi sangat subyektif, bergantung pada sang insan pers sendiri. Dalam hal ini, kepribadian insan tersebut akan memberikan warna tertentu pada berita itu; minat, intelektualitas, nilai budaya dan nilai keagamaan yang dipegangnya sebagai contoh. Dan dalam hal ini pula lingkungan di sekelilingnya akan mempengaruhinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Insan pers sebagai manusia juga merupakan makhluk sosial yang membutuhkan—dan terpengaruh—dalam interaksi sosialnya. Pengaruh ini dapat berkisar dari pengaruh yang “ringan” hingga nilai-nilai ekstrem. Contoh pada tingkat wartawan, apabila seorang temannya “merayu” agar sang wartawan tidak mengupas suatu tindakan korupsi yang membawa serta temannya tadi. Pada tingkat redaksional yang terjadi mungkin malah sebaliknya, ia dipengaruhi agar meloloskan sebuah tulisan yang sebenarnya tidak laik cetak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anggaplah pihak luar tersebut menggunakan ancaman (seperti sekarang masih seringkali terjadi). Pada saat ini, terjadi kondisi dimana insan pers harus dapat memilih antara idealismenya—dan kompetensi profesional pers—atau kepentingan (atau keamanan?) pribadi, entah itu merupakan kepentingan pribadi yang tulus maupun kepentingan pribadi yang dipaksakan (lagi-lagi karena ancaman?).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Harus diakui bahwa dalam kasus seperti ini, tantangan yang dihadapi insan pers cukup pelik. Ia juga merupakan bagian dari struktur sosial dan dapat menerima dampak yang tidak mengenakkan sebagai akibat pemberitaan yang dipegangnya tersebut. Lebih dipelikkan lagi karena jaminan kebebasan pers terhadap hal ini, belum—kalau tidak mau dikatakan tidak akan—ada. Perlindungan yang telah ada lebih ke arah serangan terhadap kebebasan pers dari pemerintah atau pihak dengan kekuatan otoriter atau dari kekerasan fisik. Tapi terhadap penolakan dari lingkungan? Kasus akan dipersulit dalam kondisi pelaku pengekangan tersebut sebenarnya telah intim dengan insan pers. Dengan kondisi seperti ini, kalaupun kasus dapat dibawa ke pihak yang berwajib, keputusan dilemparkan kembali pada insan pers yang pasti akan dipengaruhi oleh keengganannya sebagai akibat kedekatannya dengan “lawannya”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;font-family:georgia;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pers juga dihadapkan pada panggilannya untuk memajukan masyarakat—secara khusus pada model komunikasi. Selama ini, situasi Indonesia keruh karena kebiasaan komunikasi dalam masyarakat yang cenderung “bertopeng”, terlalu banyak berbasa-basi dan “penghalusan kalimat” sehingga masyarakat menjadi terbiasa untuk hidup dalam rekayasa—paling tidak hingga masa pra-reformasi/pra-kebebasan pers. Dalam masa kebebasan pers, kebiasaan berkomunikasi—secara khusus kebiasaan tulis-menulis—yang lama ditinggalkan dan digantikan dengan gaya yang lebih lugas dan tegas. Akibatnya khalayak yang (sebagian) tidak terbiasa mungkin akan menciptakan sikap defensif dan terkadang ofensif terhadapnya. Salah satu bentuk dari tantangan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Pada akhirnya mungkin memang tantangan dari lingkungan terdekat ini akan menjadi tantangan abadi yang senantiasa harus dihadapi oleh insan pers. Pertanyaan selanjutnya memang dikembalikan kepada insan pers tersebut kembali, apakah ia tetap maju berpegang pada kompetensi profesionalnya atau akan mundur dan mengalah kepada lingkungannya. Bukan suatu pertanyaan yang gampang dijawab memang. Tetapi mungkin penjabaran tugas pers tadi dan fungsi pers untuk membantu khalayak untuk dapat menempatkan diri serta memanfaatkan lingkungannya secara aktif dan kreatif dapat menjadi salah satu batu pegangan dalam menentukan keputusan. Memang menjadi insan pers berarti siap menghadapi banyak tantangan. Tantangan dari lingkungan tidak terkecuali.&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-115925227750135994?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/115925227750135994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=115925227750135994' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115925227750135994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/115925227750135994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2002/02/pers-menghadapi-tantangan-lingkungan.html' title='Pers Menghadapi Tantangan Lingkungan'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116279381737602256</id><published>2001-10-06T12:57:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T12:58:58.130+07:00</updated><title type='text'>Tragedi</title><content type='html'>&lt;p style="font-style: italic; text-align: right; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejarah berulang, pertama-tama sebagai tragedi, kemudian sebagai banyolan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-style: italic; text-align: right; font-family: georgia;" class="StyleItalicRight"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;--Karl Marx&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ini sebuah insiden yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pasti dianggap sangat penting dalam sejarah manusia—paling tidak dalam sejarah Amerika Serikat, pada suatu hari pada tanggal 11 September 2001. Sebuah pilar simbol keperkasaan dan kekayaan mengalami penyerangan kembali—dan kali ini hancur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika diingat, sebenarnya telah beberapa kali Gedung World Trade Center (WTC) mengalami serangan teroris. Pada tahun 1993, Sheikh Omar Abdel-Rahman dan komplotannya telah melakukan pengeboman di lantai underground WTC, menyebabkan paling tidak lima orang meninggal dunia dan 600 orang lainnya terluka. Selain itu juga tercatat beberapa kali usaha “penyerangan” ke WTC. Sebenarnya apa yang menyebabkan WTC sebegitu menariknya bagi para &lt;i&gt;teroris&lt;/i&gt;? Pernah dikatakan bahwa WTC menjadi simbol kekuatan ekonomi Amerika Serikat di dunia. Masalahnya sekarang, apakah memang kejadian Selasa Kelabu itu memang suatu ulangan tragedi ataukah suatu banyolan yang kelewatan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hampir semua media massa terkena efek dari Selasa Kelabu. Semua pasti memuat artikel mengenainya, bahkan masih menjadi headline dalam minggu-minggu terakhir ini. Menarik, karena kita mendapatkan informasi terbaru dari kejadian itu. Mengesalkan, karena jatah berita lainnya diambil olehnya dan menimbulkan kejenuhan. Namun yang seringkali tak diceritakan dalam laporan media massa tersebut adalah sebenarnya siapa yang menjadi teroris dalam kejadian tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tiap orang memiliki versi sendiri tentang siapa sebenarnya teroris dan pejuang dalam kejadian tersebut. Warga Amerika Serikat mengatakan bahwa Osama bin Laden, Taliban dan Afganistan adalah terorisnya; Tentara Amerika adalah pejuangnya. Osama dan para pendukungnya mengatakan merekalah pejuang; Amerika Serikat adalah terorisnya. (Sebagian) Warga Indonesia mengatakan bahwa mereka yang melakukan &lt;i&gt;sweeping&lt;/i&gt; adalah pejuangnya; Warga asing yang ada di Indonesia adalah terorisnya (memangnya mereka salah apa?).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbedaan antara pejuang dan teroris sangatlah tipis, bergantung kepada dari sudut pandang siapa saat ini sang penilai berada. Ya, bagaikan dunia yang menjadi objek relativisme, demikian juga penilaian terorisme. Dan sebenarnya di dalam kejadian ini banyak orang semakin dapat berkaca sambil membanyol, “apakah sebenarnya saya adalah seorang teroris?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyolan pertama yang kita dapat mungkin dari sisi Amerika Serikat. Bagaimana mungkin negara adigdaya yang (katanya) memiliki sistem pertahanan supercanggih itu dapat dikalahkan hanya dengan cutter? Bagaimana Osama (saya menghindari penggunaan kata teroris untuk menyebut Osama karena alasan yang telah disebutkan tadi) mengulangi sejarah Perang Vietnam dimana Amerika Serikat dengan persenjataannya yang canggih dikalahkan oleh Vietnam dengan kesederhanaan senjatanya. Tragedi memang karena banyak korban jiwa di kedua kejadian tersebut. Sejarah berulang dengan kembalinya jatuh korban, namun kali ini “teroris” di belakang mereka, bukan tentara komunis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyolan kedua kita dapatkan dari sisi masyarakat Amerika Serikat yang mendadak menjadi nasionalis dan bersatu. Padahal dalam minggu-minggu terakhir sebelum Selasa Kelabu, isu rasialisme antara kulit putih dan kulit hitam kembali merebak di Amerika Serikat. Banyolan dimana masyarakat hanya dapat bersatu ketika kenyamanan mereka terancam. Banyolan dimana mendadak pesanan bendera Amerika Serikat di seluruh dunia meningkat drastis—sampai-sampai pabrik bendera di China terpaksa mengalihkan produksinya. Tragedi, karena nasionalisme hanya terjadi di dalam keterpaksaan. Banyolan ketika kita pikirkan tentang perlunya ancaman untuk menimbulkan nasionalisme (sejati?).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyolan ketiga, mungkin yang terbesar, kita dapatkan dari Presiden Bush. Manusia politik yang sebelumnya menjadi bulan-bulanan politik dengan berbagai keputusannya yang cukup kontroversial—saingan Gus Dur mungkin?—kini menjadi superstar dengan segala keputusannya. Banyolan ketika Bush mendadak menjadi badut politik yang terjun ke reruntuhan WTC dengan selalu menenteng megaphone, meneriakkan semboyan antiterorisme—tanpa kejelasan siapakah teroris sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyolan yang sangat ironis juga tidak terlupakan. Banyolan dimana sedemikian cepatnya perhatian dunia lepas dari derita pada korban ke rencana penyerangan Amerika Serikat ke Afganistan. Banyolan Indonesia, ketika dapat mengatakan menentang rencana yang dapat menyebabkan rusaknya keamanan internasional sementara keamanan dalam negeri sendiri terlupakan. Banyolan dimana &lt;i&gt;sweeping&lt;/i&gt; terhadap warga keturunan dan agama tertentu pada Mei 1998 diganti dengan &lt;i&gt;sweeping&lt;/i&gt; terhadap masyarakat luar negeri. Banyolan dimana kita ingin mendapatkan bantuan dari luar negeri, namun kita men&lt;i&gt;sweeping&lt;/i&gt; masyarakat luar negeri yang (sedang sial) berada di negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kenapa pula pada saat ini posisi Amerika Serikat terlihat seperti pejuang? Mungkin karena keadaan sedikit berubah, Amerika yang biasanya menjadi “penyerang” kini menjadi pihak yang “diserang”. Penyerang dalam konteks ini, tidak harus menjadi penyerang secara militer. Entah sudah berapa kali Amerika menjadi penyerang dalam ekonomi, politik atau aspek lainnya terhadap negara-negara lainnya. Deklarasi Protokol Kyoto yang masih belum terlalu lama contohnya. Apakah tidak cocok bila suatu negara yang tidak peduli terhadap tingkat polusi global disebut sebagai teroris? Penyerangan ketika Amerika Serikat terlalu banyak mencampuri urusan negara lainnya—dengan begitu banyak campur tangannya yang seakan tak berkesudahan. Penyerangan ketika secara tidak langsung Amerika Serikat mengangkat dirinya menjadi polisi dunia yang berhak mengatur lalu-lintas segala hal di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebenarnya entah sudah berapa kali Amerika Serikat mengalami serangan dari mereka yang dicap “teroris”. Dan entah berapa kali pula Amerika Serikat seperti tidak puas untuk mengalaminya lagi. Entah berapa kali sejarah berulang, membuat semua terbiasa, tak ada yang perlu didebarkan atau dicemaskan. Hanya kali ini sedikit monumental saja caranya. Mungkin ini yang dimaksud Shakespeare dalam &lt;i&gt;“Comedy of Errors”&lt;/i&gt;-nya atau Judith Buttler dengan &lt;i&gt;“parodic performance”&lt;/i&gt;. Seperti terjadi pengulangan, pelaku mengikuti sebuah pola—padalah sesungguhnya sedang mempermainkannya. Tapi dapat saja saya salah menginterpretasikannya. Sebuah parodi tidak boleh menjadi sesuatu yang terlalu serius, bukan untuk mereka yang dapat memiliki keyakinan yang sangat kuat atas idenya sendiri. Parodi diperuntukkan bagi mereka yang tidak terlalu gila kekuasaan dan mengetahui batas-batasan tindakannya. Terlepas dari itu, yang tersaji hanyalah suatu banyolan konyol dari tragedi karena sejarah yang terulang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span class="Notes"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tulisan pernah dimuat di Website Persekutuan Oikoumene Bina Nusantara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116279381737602256?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116279381737602256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116279381737602256' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116279381737602256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116279381737602256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2001/10/tragedi.html' title='Tragedi'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-4190097907819079237</id><published>2000-06-14T08:48:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T13:00:17.118+07:00</updated><title type='text'>Kembali Mengarungi Angkasa Luar</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rasakanlah kembali teror ketika melawan Imperial Star Destroyer atau hadapilah Mon Calamari Cruiser…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anda pasti ingat trilogi &lt;i style=""&gt;Star Wars&lt;/i&gt; yang baru-baru ini edisi revisinya diluncurkan. Anda mungkin juga masih ingat pada game &lt;i style=""&gt;X-wing&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;TIE Fighter&lt;/i&gt; yang mengambil dasar dari film tersebut. Kini Anda diajak kembali mengarungi angkasa dalam sekuel terbarunya, &lt;i style=""&gt;X-wing vs. TIE Fighter&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pilihlah Pihak Anda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bila dalam &lt;i style=""&gt;X-wing&lt;/i&gt; Anda memihak Rebellion dan dalam &lt;i style=""&gt;TIE Fighter&lt;/i&gt; Anda memihak Empire, tidak demikian dalam &lt;i style=""&gt;XvT&lt;/i&gt;. &lt;i style=""&gt;XvT&lt;/i&gt; mengijinkan Anda untuk membela Empire atau Rebellion. Alur cerita tidak akan berubah bila Anda berpindah sisi. Anda hanya akan merasakan bagaimana berperang di suatu pihak dengan pihak lainnya. Misalnya di suatu misi Rebellion menyerang pangkalan Empire, jika Anda memihak Rebellion Anda akan merasakan tegangnya menyerang lawan dan di pihak Empire rasakanlah sulitnya mempertahankan pangkalan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Multiplayer Game&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Inovasi yang paling terasa dalam game ini jika dibandingkan kedua sekuelnya adalah kemampuan Multiplayernya. Anda dapat bermain sampai dengan 8 orang sekaligus melalui Internet, LAN, modem dan fasilitas-fasilitas lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anda dan teman-teman dapat bermain dalam satu pihak atau pihak-pihak yang berlawanan. Ada pula Melee, dimana akan dibentuk 4 &lt;i style=""&gt;flight group&lt;/i&gt; yang masing-masing beranggotakan 2 pesawat. Masing-masing kelompok akan berusaha untuk menghancurkan kelompok lainnya tanpa ikut hancur. Dengan fasilitas ini, Anda dapat membuktikan siapakah pilot terbaik di galaksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebenarnya LucasArts memang khusus menciptakan &lt;i style=""&gt;XvT&lt;/i&gt; untuk mewujudkan impian para &lt;i style=""&gt;gamers&lt;/i&gt; untuk bermain simulator via internet. Anda dapat mencobanya dengan mencari pemain-pemain lain di beberapa website. Kecepatan modem minimal untuk menikmati fasilitas ini adalah 28,8 kBps. Namun, performance yang Anda dapatkan tidak akan terlalu bagus. Karena itu dianjurkan untuk menggunakan modem dengan kecepatan yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun penekanan kemampuan multiplayer ini justru menimbulkan salah satu kelemahan &lt;i style=""&gt;XvT&lt;/i&gt;, yaitu bila Anda bermain sendiri. &lt;i style=""&gt;XvT&lt;/i&gt; tidak memunculkan story game yang membuat &lt;i style=""&gt;X-wing&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;TIE Fighter&lt;/i&gt; begitu populer di kalangan &lt;i style=""&gt;gamers&lt;/i&gt;. Namun game akan terasa lebih realistis karena kegagalan di suatu misi tidak akan menghambat permainan Anda. Anda akan terus ke misi selanjutnya. Tidak demikian dengan &lt;i style=""&gt;X-wing&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;TIE Fighter&lt;/i&gt;. Di kedua game tersebut, bila Anda kalah Anda harus terus mengulang misi tersebut hingga akhirnya Anda berhasil menaklukannya untuk melangkah ke misi selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain fasilitas multiplayer, &lt;i style=""&gt;XvT&lt;/i&gt; juga menampilkan Artificial Intelegence (AI). AI ditampilkan melalui pilot-pilot yang dikendalikan komputer yang akan menyesuaikan diri dengan pola serangan Anda dan juga jenis pesawat serta muatan amunisi yang Anda pilih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Grafik yang Mengagumkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mainkanlah &lt;i style=""&gt;XvT&lt;/i&gt; di komputer dengan kartu grafis yang baik, CD-ROM drive dan prosesor berkecepatan tinggi dan nikmatilah gambar yang mengagumkan. &lt;i style=""&gt;XvT&lt;/i&gt; menawarkan grafik yang benar-benar mengagumkan. Pada komputer dengan kemampuan tinggi, gambar yang dihasilkan bahkan dapat mendekati real.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sayangnya, pesawat-pesawat yang dapat digunakan dalam &lt;i style=""&gt;XvT&lt;/i&gt; tidak begitu banyak, bahkan pesawat yang sudah terkenal seperti B-wing yang dapat digunakan dalam &lt;i style=""&gt;X-wing&lt;/i&gt; tidak dimunculkan. Begitu pula dengan TIE Defender dari &lt;i style=""&gt;TIE Fighter&lt;/i&gt;. Namun kabarnya LucasArts akan melepaskan &lt;i style=""&gt;expansion CD&lt;/i&gt; untuk &lt;i style=""&gt;XvT&lt;/i&gt; yang akan mengijinkan pemain untuk menggunakan kedua pesawat tersebut. Selain menyediakan tambahan kedua pesawat itu, konon pemain akan dapat juga menggunakan &lt;i style=""&gt;Millennium Falcon&lt;/i&gt;, pesawat milik Han Solo yang sudah tersohor dalam trilogi &lt;i style=""&gt;Star Wars&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;XvT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; adalah game yang mengawali “serbuan” game &lt;i style=""&gt;Star Wars&lt;/i&gt; LucasArts yang diikuti oleh &lt;i style=""&gt;Yoda Stories&lt;/i&gt; (game roleplaying), &lt;i style=""&gt;Rebellion&lt;/i&gt; (game strategi), &lt;i style=""&gt;Jedi Knight: Dark Forces 2&lt;/i&gt; (game first person view, sekuel dari &lt;i style=""&gt;Dark Forces&lt;/i&gt;, 1993), &lt;i style=""&gt;Star Wars: Masters of Teras Kasi&lt;/i&gt; (game fighting dalam platform Sony Playstation) dan &lt;i style=""&gt;Shadows of the Empire&lt;/i&gt; (sebelumnya sudah pernah dirilis dalam platform Nintendo 64).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Star Wars: X-wing vs. TIE Fighter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebutuhan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="font-family: georgia;"&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Windows 95 (wajib)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Joystick (wajib)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;DirectX v3.0 (wajib)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;CD-ROM Drive 2x (minimal), CD-ROM Drive 4x atau lebih baik direkomendasikan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mouse (wajib)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Harddisk: Instalasi minimal 3 MB, instalasi standar 79 MB dan instalasi maksimum 180 MB&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kartu grafis: PCI graphics card&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Soundcard: Soundblaster dan kompatibel, minimal 16-bit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Memori minimal 16 MB&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Prosesor: Minimal Pentium 90 untuk single player; Pentium 100 untuk Multiplayer; Pentium 133 untuk Internet play.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-size:7;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Modem minimal 28,8 kBps, direkomendasikan 33,6 kBps.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-4190097907819079237?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/4190097907819079237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=4190097907819079237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/4190097907819079237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/4190097907819079237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/2000/06/kembali-mengarungi-angkasa-luar.html' title='Kembali Mengarungi Angkasa Luar'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-8635431415786177237</id><published>1999-11-14T08:47:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T13:01:37.504+07:00</updated><title type='text'>Ide Pembuatan Gebyar Nusantara 1997 dan Tanggapannya</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menurut Bapak TB. Silalahi, selaku Ketua Koordinator dan Pembina Gebyar Nusantara 1997 yang berhasil kami (tim Inspirath) wawancarai, beliau mengatakan bahwa ide pembuatan &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gebyar Nusantara&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; 1997 beliau dapat dari Pesta Olah Raga Olimpiade yang selalu menampilkan identitas bangsa dan kemajuan teknologi pada &lt;i style=""&gt;opening ceremonial­&lt;/i&gt;-nya. Beliau menambahkan bahwa budaya bangsa amat menentukan nasib bangsaitu sendiri dan budaya Indonesia merupakan modal yang sangat besar dalam menentukan nasibnya. Dengan kegiatan ini kita berusaha untuk menunjukkan bagaimana budaya kita itu pada bangsa luar. Untuk itu kriteria yang digunakan dalam pemilihan etnik adalah persamaan antaretnik dan dengan pemilihan sekolah. Berdasarkan kriteria tersebut diharapkan mampu mewakili berbagai golongan yang ada dalam bangsa Indonesia. Misalnya Pangudi Luhur yang menonjolkan agama Kristen (Kristiani; red.) dan SMU-SMU Negeri yang menonjolkan agama Islam. Kurangnya kesadaran dan kesungguhan dari para siswa merupakan kendala paling berat bagi beliau. Di akhir wawancara, ia hanya berharap agar generasi muda yang telah diberi kesempatan untuk mengharumkan nama bangsa tersebut mau menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Selain untuk kepentingan pribadi, gunakanlah kesempatan itu untuk kepentingan bangsa dan negara. “Pilih yang terbaik bagimu, pilih juga yang terbaik bagi bangsamu!,” pesannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rupanya hal bernada serupa juga dilontarkan oleh Kris Soewardjo, koreografer merangkap koordinator umum dari 37 koordinator lainnya dalam proses pelatihan GEBYAR NUSANTARA 1997 selama ini. Diakuinya bahwa seringkali ada anak yang tidak mau menurut, walaupun masih dalam batas-batas wajar dan tidak keterlaluan. Tetapi baginya, hal tersebut merupakan kendala yang ckuup berat. Sedangkan dari pengalamannya mengajar siswa T27a dalam Yayasan Krisna Indonesia yang berhasil ia dirikan, ternyata memberi masukan baginya untuk memilih T27a untuk ikut serta dalam acara pembukaan SEA Games XIX. Menurut mahasiswa IKJ jurusan tari yang sebelumnya pernah bergabung dengan Guruh Soekarno Putra (GSP Production dan Suara Mahardika) ini, T27a termasuk dalam kriteria sekolah terpilih karena siswanya yang disiplin dan mudah diatur. Ketika ditanyai soal tarian, ia menjelaskan bahwa tarian yang dibawakan tersebut sebenarnya hanya memeprmainkan sistem garis dan level seni yang digabungkan dengan cabang-cabang olahraga. Namun jika dilihat perkembangannya selama ini, ia berharap banyak agar SEA Games XIX ini bisa sukses dan selamat, baik tariannya, musiknnya, atletnya dan hal-hal lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain Mas Kris, koordinator lainnya adalah Mas Yohanes Nyoman Agung Sutomo (Sanggar Tari Putri Indonesia). Ia berpendapat bahwa hanya dipilihnya 12 etnik tersebut disebabkan oleh keterbatasan waktu atau merupakan keputusan dari atasan. Menurutnya, diambilnya 12 etnik yang terpilih itu diambil karena dirasakan familiar. Dalam menghadapi bakat yang tidak merata, Mas Nyoman mengatakan bahwa yang ia targetkan bukan pada bakat, melainkan keseragaman tariannya. Dan menurutnya 85% sudah ada keseragaman dan itu sudah mendekati harapannya. Sedangkan terpilihnya siswa-siswi SMU (bukan mahasiswa atau SMP) dalam GEBYAR NUSANTARA 1997 ini, menurutnya karena dilihat dari keberhasilan yang dialami Chiang Mai dalam SEA Games XVIII yaitu menampilkan siswa-siswa SMU dalam acara pembukaannya. Hal inilah yang mendorong indonesia untuk mencoba dan menerapkannya dalam SEA Games XIX, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mbak Pramungki Zakia (Kiki), salah seorang pelatih lainnya mengucapkan terima kasih kepada SMU-SMU yang telah mendukung pelaksanaan SEA Games. Ia berpendapat bahwa para peserta rapi, mau berlatih dan benar-benar berkorban untuk bangsa dan negara dalam pelaksanaan SEA Games XIX ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tak kalah pentingnya adalah Mas Deni, seorang koordinator yang juga melatih etnik Sulawesi Selatan yang diwakili oleh T27a. selain itu ia juga menjabat sebagai penata tari umum. Latar belakang di bidang tarinya secara formal belum ada. Namun ia pernah mengikuti beberapa klub-klub tari selama beberapa tahun. “Tarian-tarian etnik sebenarnya merupakan tari-tarian daerah yang sedikit dimodifikasi,” demikian jelasnya. Mengenai kendala, menurutnya yang paling berat adalah untuk mengumpulkan 5.000 orang siswa dari berbagai corak budaya. “Sekolah-sekolah yang dipilih adalah sekolah-sekolah yang dirasa tidak bermasalah,” tambahnya. Setiap etnik mempunyai keunikan tarian masing-masing, misalnya Sulawesi Selatan (tarian yang dibawakan T27a) dengan kipasnya dan Aceh dengan gerakannya yang melibatkan banyak peserta. Suka duka dalam melatih baginya adalah masalah waktu yang disebabkan oleh perbedaan jadwal tiap sekolah/siswa. Ia berharap agar GEBYAR NUSANTARA 1997 ini sukses dan semua peserta berhasil. Pendapatnya mengenai anak-anak T27a, sebenarnya semuanya baik, hanya saja seringkali anak-anak Theresia mengeluarkan pendapat dengan tiba-tiba dan tidak memperhatikan tempatnya. Namun ia juga salut pada pendapat-pendapat yang seringkali ada benarnya. Ia berpesan agar berlatih yang rajin, jangan sampai latihan yang sudah dilakukan selama ini sia-sia saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bila diatas sudah diulas tanggapan-tanggapan dari para pelatih dan koreografer, sekarang saatnya untuk menguals pendapat para peserta, khususnya peserta dari sekolah lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mureen, Monique dan Florensia dari SMU St. Ursula merasa bahwa pengalaman-pengalaman selama latihan ini tidak enak, sebal sekali dan capek. Ulangan seringkali tidak mereka ikuti, pelajaran ketinggalan dan mereka yakin nilai raport cawu I pasti &lt;i style=""&gt;jeblok&lt;/i&gt;. Namun mereka berusaha mengatasi masalah ini dengan membawa buku dan belajar di waktu-waktu istirahat yang disediakan. Kadang-kadang mereka juga kabur dari latihan, entah ke warung makanan atau penjual minuman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dixy dari SMU PSKD yang menjabat sebagai komandan etnik Yogya, menyatakan pengalamannya yang menurutnya enak, wajib diikuti dan butuh tanggung jawab yang besar. Diceritakanbahwa di awal latihan ia merasa agak grogi dan takut salah. Apalagi ia menjadi patokan yang posisinya di depan dan akan langsung disaksikan oleh Presiden dan para menteri. Namun kini ia merasa mampu mengatasi perasaan-perasaan tersebut. Ia begitu senang karena mendapat banyak teman baru tetapi duka yang dirasakannya adalah capek, panas dan lapangan yang berdebu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Uli dari SMU PSKD juga berpendapat bahwa sebenarnya latihan pembukaan SEA Games ini menyenangkan, karena bisa bertemu dengan anak-anak SMU lain dan menjalin hubungan antarpelajar. Duka yang dikemukakannya adalah keharusan untuk menahan panas, debu dan kewajiban untuk belajar dengan latihan yang cukup melelahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="Notes"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:8;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tulisan pernah dimuat di majalah Inspirath&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-8635431415786177237?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/8635431415786177237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=8635431415786177237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8635431415786177237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8635431415786177237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/1999/11/ide-pembuatan-gebyar-nusantara-1997-dan.html' title='Ide Pembuatan Gebyar Nusantara 1997 dan Tanggapannya'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-8231740012723761563</id><published>1999-11-07T08:57:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T09:05:13.438+07:00</updated><title type='text'>Renungan dalam Kematian</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ahh…!!!” Teriakanku dalam kesadaranku kembali. Namun, dimanakah aku? Dimana ini? Sekelilingku hanya terowongan gelap. Dan kenapa aku merasa ditarik ke depan? Ditarik tanpa bisa melawan! Namun tidak terlihat apa-apa. Gelap, hitam, temaram semuanya. Apa yang menarikku? Dimana ini sebenarnya? Kupandangi tubuhku. Namun, dimana pula tubuhku? Kenapa aku bisa merasakan jiwaku, namun tanpa tubuh? Tuhan, tolong aku. Dimanakah aku sebenarnya? Mengapa tubuhku tidak ada?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mendadak pikiran itu datang. Aku sudah mati! Kini hanya ada jiwaku saja. Tanpa ada tubuhku! Dan kini aku sedang mengarungi terowongan menuju ke tempat penghakiman terakhir. Tidak! Ini tidak mungkin! Mengapa aku sudah meninggal? Apa yang terjadi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seperti merupakan jawaban tehadap pertanyaanku, kenyataan itu muncul. Aku diingatkan pada masa-masa kehidupanku di dunia. Dimulai ketika aku masih kecil. Ahh, betapa indahnya saat itu. Aku tahu keluargaku memang bukan keluarga yang berada. Kami hanyalah keluarga gelandangan. Bapakku hanya seorang pemulung. Sementara kakakku satu-satunya menjadi seorang pedagang asongan. Untuk membayar uang sekolahku. Aku memang tidak bersekolah di tempat yang mewah, namun tetap saja bersekolah. Ibuku tinggal di rumah, atau lebih tepat disebut gubuk kami di bantaran kali Ciliwung merawat adik-adikku. Aku ingat sekali tahun-tahun itu. Dimana tiap pagi aku dengan bangga dan bersemangat meminta restu sekolah kepada kedua orang tuaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ahh…!!! Sampai kapan terowongan ini berakhir? Panjang sekali! Atau, bahkan tidak akan berakhir sama sekali? Apa ini yang disebut neraka? Tanpa api seperti gambaranku selama ini. Hanya terowongan gelap tak berkesudahan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku dapat bersekolah dengan baik sampai SMP. Sesudah itu aku drop-out. Tidak ada biaya, demikian kata bapakku. Aku juga sadar kalau memang biaya untuk adik-adikku tidaklah kecil. Kakakku ketika itu juga terpaksa berhenti sekolah demi aku dan adik-adikku. Jadi kelihatannya ini giliranku. Semenjak itu aku berdagang koran di bilangan Slipi. Namun aku tetap berhubungan dengan kawan-kawan lamaku di SMP sehingga aku paling tidak dapat belajar kecil-kecilan dari mereka. Itu awalnya. Namun kemudian aku semakin sibuk berdagang sehingga mau tidak mau jam belajarku hilang sedikit demi sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sudah berapa lama sebenarnya aku mengarungi terowongan ini? Lima menit? Lima belas? Atau bahkan sudah satu jam lebih? Entahlah? Aku sudah lupa berapa lama. Lagipula, apa waktu berguna di tempat yang kutuju?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekolah. Kalau diingat-ingat lucu juga. Sewaktu aku masih bersekolah entah berapa juta kali perasaan malas menghinggapiku. Aku tidak mendengarkan guru, tidak mengerjakan PR dan latihan, bahkan tidak jarang aku membolos sekolah. Namun aku ingat sekali ketika aku mulai berdagang, mengamen dan bahkan menjadi joki 3 in 1. Rindu. Rindu sekali aku akan bangku sekolah. Rasanya malu dan iri sekali kalau melihat anak-anak lain mengenakan baju seragam dan menunjukkan wajah cerah ke sekolah. Apalagi kalau melihat kakak-kakak yang sudah berpakaian bebas ke tempat yang namanya universitas. Universitas. Katanya kalau disana cara belajarnya beda. Lebih bebas. Namun entahlah…. Aku belum pernah merasakannya. Dan memang tidak akan pernah merasakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kegelapan. Sampai kapan kegelapan ini akan menyelimuti aku? Kegelapan yang benar-benar asing bagiku. Tidak seperti kegelapan malam atau kegelapan di dalam gubukku. Kegelapan yang benar-benar kelam. Menyeramkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku menjajakan koran selama beberapa tahun. Dan selama itu tiap hari aku sempat membaca koran yang kujajakan itu. Hasilnya, lumayan lah. Paling tidak aku tidak ketinggalan informasi dan tren. Ingat tentang tren aku jadi ingat waktu internet masuk disini. Aku memang tidak pernah menyentuh dan merasakan benda yang namanya internet itu. Maksudku internet betulan, bukan indomie telor kornet. Sebenarnya apaan ya internet itu? Apa emang benda atau …..? Koq orang-orang bisa tertarik banget ama benda itu? Malah aku sempat baca katanya ada orang yang kecanduan sama intenet. Hah! Ada-ada saja dunia ini. Mungkin internet itu sejenis ganja untuk orang kaya, yah? Buktinya bisa sampe ketagihan. Padahal waktu itu aku pernah nyoba-nyoba ke warnet, warung internet. Saking pengen tahunya aku tentang internet, aku nekat ngintip bahkan pernah nerobos masuk ke warnet. Tapi aku nggak ndapetin benda apapun yang asing bagiku. Semuanya sudah kuketahui. Cuma ada komputer, komputer dan komputer. Satu hal lain lagi yang juga tak pernah kusentuh. Tak kudapatkan internet, malah kudapatkan hardikan dan dorongan dari pramuniaga warnet itu yang mengusirku. Malu sekali rasanya waktu itu. Apalagi sewaktu handphone juga merasuki jiwa orang-orang borju di ibukota. Kayaknya hampir tiap orang bermobil mewah pasti nyupirnya sambil nenteng handphone. Dan nggak bisa kulupakan gaya anak-anak remaja seumuranku. Hah? Apa memang mereka memerlukan handphone itu atau cuma mau ikut-ikutan tren saja sih sebenarnya? Semuanya memegang atau mengantongi benda kecil hitam gelap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gelap! Gelap seperti terowongan ini. Apa bapakku yang meninggal sebelumku juga merasakannya? Bagaimana perasaannya ketika melewati terowongan ini? Atau, terowongan ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu? Tak tahulah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bapak. Bila kuingat bapakku, dadaku selalu terasa sesak dan penuh penyesalan. Ahh…. Kalau saja aku bisa membalikkan waktu. Mungkin tanpa ada aku, bapak masih hidup sampai sekarang. Ini semua gara-gara aku nekat mencoba menjadi tukang ojek payung sewaktu musim hujan tahun 1996. Rencananya sih sebenarnya uang hasil mengojek itu ingin kuberikan bapak dan ibu. Buat mbantuin sekolah adik-adikku. Seminggu pertama semuanya lancar. Penghasilanku besar dan aku semakin berbangga diri. Namun memasuki minggu kedua aku ingat sekali betapa panasnya tubuhku. Aku tidak bisa bangun selama hampir empat hari. Terpaksa uang hasil tabungan kedua orang tuaku dipakai untuk menebus puskesmas dan obat-obatanku. Memang kami kurang terdidik, namun kedua orang tuaku sudah tidak percaya lagi ke dukun-dukunan. Aku sempat dihardik kedua orang tuaku gara-gara ulahku mengojekkan payung itu. Namun sesudah kuterangkan maksudku memang keduanya memaklumi dan memaafkanku dengan tambahan aku tidak mengojekkan payung lagi. Aku tahan untuk menuruti nasehat itu selama 3 minggu, namun pada minggu keempat kembali payung menjadi sahabatku dalam hujan lebat di ibukota. Selama satu, dua hari tindakanku memang tidak disadari oleh kedua orang tuaku, namun akhirnya keduanya menjadi curiga karena tiap hari aku pulang dalam keadaan basah kuyup sambil membawa satu-satunya payung milik keluargaku. Hingga akhirnya bapakku menyelidiki tingkah-lakuku di suatu hari yang berhujan. Mungkin memang sudah nalurinya yang membawanya ke Slipi, tempat mangkalku. Masih sangat segar dalam ingatanku teriakannya ketika ia melihat diriku, namun aku malah lari karena takut dimarahi. Kelihatannya bapakku mencoba mengejarku, namun aku tak melihatnya secara jelas. Mendadak terdengar suara rem berdecit dan keributan massa di belakangku. Dan sebuah teriakan, teriakan yang sangat kukenal. Teriakan dari suara yang sangat akrab di telingaku, suara yang menjagaku setiap hari. Suara bapakku. Ketika kubalikkan badanku dan kuterobos kerumunan orang-orang, hanya jasad berlumuran darah bapakku yang kutemukan. Hanya jasad, tanpa nyawa. Tanpa jiwa. Bapakku. Bapakku yang begitu menyayangiku telah pergi karena ulahku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bapak. Kini anakmu yang durhaka ini mengikuti jejakmu. Namun apakah memang betul kuikuti jejakmu? Apakah kau juga melewati terowongan ini? Dan bagaimana dengan ibu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semenjak kematian bapak, sikap ibu dan saudara-saudaraku terhadapku mulai berubah. Kadang-kadang mereka dapat menjadi sangat dingin terhadapku. Namun sebenarnya yang benar-benar kucemaskan adalah ibuku. Kelihatannya ia sangat terpukul dengan kematian bapak. Kesehatannya kian memburuk. Sakit-sakitan. Uang tabungan kami hampir ludes untuk memeriksakan kesehatannya ke puskesmas setempat. Namun tidak kunjung nampak kemajuan kesehatannya. Sampai akhirnya saat yang kutakutkan itu terjadi. Satu lagi orang yang kusayangi terengut dari hidupku. Kini aku benar-benar yatim piatu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bapak. Ibu. Maukah kau memaafkan anakmu ini? Mungkin memang sudah terlambat bagiku. Karena kini aku terperangkap dalam terowongan ini. Kelihatannya terowongan ini tidak berujung, hanya gelap, gelap dan gelap. Ahh…. Betapa rindunya aku akan cahaya. Cahaya kehangatan dari bapak dan ibuku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selepas perginya kedua orang tuaku itu, aku dan kakakku semakin giat membanting tulang di jalanan. Aku sadar tanpa usaha keras kami, adik-adikku tidak akan mendapatkan masa depan yang baik. Namun sampai kapan kami akan mampu bertahan demikian? Kelihatannya kakakku juga sudah mulai berkurang kekuatannya. Ia tidak mampu lagi bekerja sampai malam seperti dahulu. Berat. Berat sekali kini beban keluarga yang harus kutanggung. Namun aku tidak akan mengecewakan keluargaku lagi, tidak akan kuulangi kesalahanku yang dulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sampai kapan kegelapan ini akah menyelimutiku? Kembali pertanyaan itu berkecamuk dalam anganku. Sendiri dalam kegelapan. Alangkah tidak enaknya. Kurindukan sekali seorang teman di saat seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku menjadi ingat pada teman-temanku. Entah berapa kali aku bertemu kembali dengan teman-teman lamaku semasa aku menggelandang. Kebanyakan memang sukses dan meneruskan pendidikannya. Namun bukan berarti tidak ada yang akhirnya seperti aku, menggelandang. Dan yang lebih parah lagi tidak sedikit yang jatuh ke dalam lembah kegelapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kegelapan seperti yang menemani aku sekarang ini. Kegelapan yang tidak berkesudahan. Seorang guruku pernah berkata, “hati-hati pada kegelapan. Sekali kau jatuh ke dalamnya, selamanya kau akan berada di dalamnya.” Huh! Kuharap kata-katanya itu tidak benar. Sebab kini aku sudah benar-benar tidak tenang melihat kegelapan ini. Kegelapan tanpa teman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tidak jarang temanku yang jatuh dalam kriminalitas itu menawariku untuk bergabung dengan mereka. Memang nampaknya mereka jauh lebih kaya sekarang. Jauh lebih mengundang, dan juga mengundangku untuk bergabung dengan mereka. Bahkan akhirnya aku pun sempat terjatuh mengikuti mereka. Ketika itu aku mencopet seorang ibu yang kelihatannya terkantuk-kantuk dalam sebuah bus. Ahh… kejahatanku sudah hampir sempurna ketika mendadak si ibu berteriak-teriak sambil menudingku. Dan dalam beberapa detik saja kurasakan puluhan pukulan mendarat di tubuhku, mengantar diriku semakin mendekat ketidaksadaran. Di antara ketidaksadaranku, aku masih sempat mendengar teriakan beberapa orang, termasuk ibu tadi untuk menyetop penganiayaan terhadap diriku. Namun apa daya, massa memang sudah terlalu panas dan beringas. Hingga akhirnya mereka datang. Mereka yang biasanya kutakuti karena sering menggusur pemukiman kumuh dan juga mengusirku ketika menjajakan daganganku. Mereka yang kadang dibenci masyarakat karena tindakannya sering semena-mena. Mereka yang disebut polisi. Walaupun aku juga pernah mendendam kepada mereka, namun di saat seperti ini, mereka sangat kutunggu-tunggu. Seiring kedatangan mereka, bubarlah kemumunan massa meninggalkanku. Meninggalkan si korban keberingasan. Singkat kata, entah bagaimana caranya kakakku dapat membebaskan aku dari tahanan. Mungkin dengan bantuan sifat umum mereka yang hingga kini masih terkenal, yaitu cukup dengan sodoran amplop? Yang jelas, sampai di gubukku, entah berapa ratus kata yang kuterima dari kakakku. Aku merasa malu sekali. Malu pada keluargaku. Malu kepada diriku. Malu kepada Tuhan atas pelanggaranku. Malu kepada segalanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kegelapan masih menjadi temanku. Mungkin akan menjadi temanku selama-lamanya? Atau bahkan kegelapan telah menjadi predator yang baru saja menelan jiwaku ini? Menelanku untuk kemudian dilumat perlahan-lahan hingga akhirnya menjadi satu dengan kegelapan itu sendiri?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ahh….. Aku benar-benar rindu kepada temanku. Terutama seorang teman karibku. Dia memang lebih berhasil dibandingkan aku. Jurusan elektro di sebuah universitas yang memang diidam-idamkannya sejak dulu berhasil diraihnya. Aku tahu ini ketika aku bertemu dengannya di dekat kampusnya. Dia bercerita tentang kehidupannya kini, dengan penuh kebahagiaan dan kebanggaan. Sementara aku, apa yang dapat kubanggakan? Gubukku? Prestasiku sebagai tukang koran dan pencopet gagal? Namun kusadari bahwa temanku ini memang benar-benar seorang teman. Bulan-bulan berikutnya entah sudah berapa banyak bantuan darinya kuterima. Otomatis keluargaku pun sangat terbantu olehnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun dimanakah ia kini? Bukankah seharusnya ia juga ada di dekatku kini? Atau memang ia mendapat tempat lain yang lebih layak bagi orang sepertinya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ingatanku kembali terbang ke pertengahan tahun 1998. Bulan Mei tepatnya. Keadaan negaraku semakin panas. Teman karibku ini entah telah berapa kali bercerita padaku tentang aksi mahasiswa teman-temannya menuntut pemerintah yang banyak melakukan praktek KKN. Korupsi Kolusi Nepotisme. Padahal seingatku dulu KKN itu artinya Kuliah Kerja Nyata. Mungkin memang jaman berubah berarti arti suatu singkatan juga berubah, ya? Katanya semua universitas kini aktif memerangi ketidakadilan hasil karya pemerintah. Termasuk universitasnya dan dirinya sendiri. Memperjuangkan hak-hak rakyat, katanya. Rakyat. Berarti aku termasuk, pikirku dalam hati. Apa adil kalau aku tidak ikut memperjuangkan hakku sendiri, pikirku. Pikiranku kembali menerawang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menerawang biasanya tidak dilakukan dalam kegelapan. Namun itulah yang kulakukan saat ini. Menerawang. Mencoba melihat sebisaku kalau-kalau ujung terowongan gelap ini sudah di pucuk penglihatan. Namun ternyata belum juga. Dan entah kapan akan kujamah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kuingat peringatan kakakku untuk berhati-hati sebelum aku mengikuti langkah temanku menuju kampusnya. Katanya hari ini akan diadakan aksi mahasiswa besar-besaran. Banyak yang ikut, tidak harus mahasiswa asal peduli kepentingan rakyat. Salah satu pesertanya adalah aku. Ya, aku. Seorang gelandangan. Namun aku peduli terhadap nasib keluargaku, nasib masyarakatku juga. Sudah bulat keputusanku untuk membantu mahasiswa dalam gerakan ini. Sesampainya di kampus temanku ini sudah banyak orang berkumpul. Kebanyakan mahasiswa dan masyarakat umum. Namun aku sempat memperhatikan sekumpulan orang-orang berpakaian hijau loreng-loreng berjaga-jaga di lingkaran luar kerumunan massa. Tentara, begitu namanya. Waktu itu orasi sudah dimulai. Seorang mahasiswa meneriakkan yel-yel perjuangan dan pidato yang banyak kata-katanya tidak dapat diraih oleh otakku yang hanya sampai SMP ini. Aku pun kembali jatuh ke lamunan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Melamun. Mungkin hanya itu yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat kulakukan sekarang. Tanpa akan kejelasan terowongan gelap ini. Kelihatannya melamun memang penyelesaian terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun tiba-tiba lamunanku terpecah. Suara letusan, letusan yang sangat nyaring. Dan mendadak semua orang di sekitarku sudah berlarian tak tentu arah. Apa yang terjadi? Temanku segera menarik tanganku yang kuikuti dengan refleks ikut berlari mengikutinya. Kelihatannya ia hendak menuju ke salah satu gedung kampusnya. 100 meter… 50 meter.. 20 meter… Gedung penyelamat itu sudah sangat dekat ketika tiba-tiba sebuah letusan terdengar lagi dan temanku itu jatuh. Jatuh dengan berlumuran darah. Secara refleks kutahan dia, namun kelihatannya dia mengalami luka yang cukup serius. Baru saja aku hendak berteriak meminta bantuan ketika mendadak terdengar suara letusan itu lagi. Kali ini lebih keras dan terasa mengiang di dalam telingaku. Dan mendadak kurasakan nyeri tak tertahankan di dadaku dan kutemukan darah berlumuran di tubuhku. Tubuhku mulai goyah dan lunglai. Kesadaranku sirna dan yang kulihat hanyalah….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kegelapan. Kegelapan yang hingga masih setia menemaniku walaupun aku telah jenuh olehnya. Ahh…!!!! Apa yang harus kulakukan untuk berpisah darinya? Apa? “Tuhan, tolong bantu aku. Aku memang sudah berdosa besar. Mengecewakan-Mu. Mengecewakan semua orang. Namun ampunilah aku. Bantulah aku,” ratapku dalam kegelapan itu. “Dan bantu pula sudara-saudaraku serta semua orang lainya,” tambahku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan sekonyong-konyong seperti sebagai jawaban atas doa ratapanku itu, terowongan gelap itu berakhir. Berakhir! Dan kutemui sebuah gerbang putih yang megah. Gerbang yang membatasi terowongan itu dengan suatu taman yang indah. Gerbang yang dengan anggunnya terbuka dan mengundangku. Kehangatan. Kehangatan dari gerbang itu menerpaku dan dibaliknya kutemukan pula kedua orang tuaku dan temanku yang dengan segera menghampiriku dan mengundangku ke dalam. Kulangkahkan kakiku-&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-kakiku, kini tubuhku telah kembali!--&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;untuk menuju apa yang kutahu pasti merupakan jawaban dari doaku. Seseorang yang pasti menerimaku dan menerima kalian semua yang bertobat dan mau menerima kuasa-Nya!&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-8231740012723761563?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/8231740012723761563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=8231740012723761563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8231740012723761563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/8231740012723761563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/1999/11/renungan-dalam-kematian.html' title='Renungan dalam Kematian'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-6133002724269147975</id><published>1999-11-07T08:39:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T08:42:20.021+07:00</updated><title type='text'>Bus Kota</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah pulang sekolah siang itu, seperti biasa aku sedang menunggu bus di Sarinah. Selain menumpang teman, bus kota memang menjadi pilihan terbaik bagi anak kost seperti aku. Tak sabar juga rasanya menunggu kendaraan umum ini. Entah mengapa, aku selalu mempunyai perasaan bahwa bus bila kutunggu akan muncul setelah waktu yang lama, namun bila bus itu sedang tidak kutunggu, ia akan selalu muncul.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Pancoran!! Pasar Minggu!!” Teriakan kenek bus itu memecah lamunanku. Itu dia bus yang kutunggu-tunggu. Aku segera bergegas berlari menuju bus itu. Namun sesampainya di pintu bus, kenek itu malah menghalangiku. “Pelajar tunggu bus lain saja!” hardiknya kasar. Bus pun berlalu meninggalkanku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam hati aku mendongkol juga. Begitulah memang perlakuan awak bus yang seringkali diterima oleh pelajar. Kelihatannya kalangan yang satu ini benar-benar musuh bagi mereka. Memang beberapa oknum pelajar suka mengganggu mereka, namun ‘kan hanya beberapa. Aku yakin aku tidak termasuk golongan yang beberapa itu. Mungkin mereka juga membenci pelajar karena ongkos yang dikenakan kepada pelajar sangat murah. Aku tidak tahu ini kesalahan si pelajar, awak bus atau pemerintah? Ada yang mengatakan ini kesalahan pelajar. Mereka seharusnya sadar harus membayar sesuai tarif umum (?). ada yang mengatakan ini kesalahan awak bus yang melanggar peraturan. Aku yakin orang yang mengatakan ini belum begitu paham tentang kehidupan awak bus yang nota bene harus membanting tulang untuk mencukupi kehidupan mereka yang pas-pasan. Namun memang sebenarnya ada benarnya juga pendapat ini. Adapula yang mengatakan ini kesalahan pemerintah yang memasang tarif semena-mena tanpa memberi subsidi kepada pengusaha bus &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;¾&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; masalahnya uang untuk subisidi itu sudah habis untuk membangun pabrik mobil, membuat pesawat dan membangun lahan peternakan di Jawa. Yang kena getahnya, ya jelas awak bus yang dikenakan setoran mencekik leher. Awak bus melampiaskannya pada pelajar. Jadi sekali lagi, siapa yang salah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bus lain datang. Beruntung kali ini mengijinkan aku masuk. Segera kucari kursi yang strategis. Aku pun mendaratkan tubuhku di kuris plastik PVC bus itu. Kursi yang sudah pecah sana-sini dan dipenuhi oleh coretan tangan-tangan jahil dan tak bertanggung jawab. Coretan manusia-manusia yang (mungkin) merasa tidak memiliki masa depan lagi. Baru saja aku ingin membuka jendela, sesuatu yang akhirnya kuurungkan karena kenyataan bahwa kaca jendela bus itu sudah pecah sana-sini, bus sudah berjalan kembali. Membawa aku, membawa penumpang ke tujuan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Cring… cring!!” Bunyi uang logam di tangan si Kenek. Tanda penumpang baru harus membayar ongkosnya. Tiba giliranku membayar. Kuberi ongkos sesuai peraturan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Nopek lagi! Kurang nih!” si Kenek membentakku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Saya pelajar, bang!” aku membela diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Emang gue peduli? Udah bayar aja atau turun!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;melihat bus sedang berada di daerah yang cukup terkenal kriminalitasnya, aku pun terpaksa menurutinya. Kuberi kenek itu tambahan sesuai keinginannya. Ia pun berlalu. Kemudian kupandangi sekelilingku. Nampaknya tidak ada yang peduli dengan ketidakadilan yang kuterima ini, kecuali satu orang bapak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kenapa tadi dibayar, dik?” si Bapak bertanya kepadaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kepaksa, Pak. Daerahnya bahaya gini,” jawabku tak bergairah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Harusnya sih nggak usah tadi,” tukasnya sebelum ia kembali ke Pos Kota di tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku sempat merasa panas juga karena sikapnya yang hanya berani menukasku ketika aku sudah keluar dari masalah tadi. Sementara sewaktu aku masih dalam masalah ia diam saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kudengar kembali suara cempreng si Kenek. Kelihatannya ada pelajar lain yang mengalami ketidakadilan. Seperti biasa, tidak ada yang peduli sekarang. Nanti, setelah si pelajar membayar lebih barulah sang pahlawan-pahlawan kesiangan itu bereaksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bus berhenti tiba-tiba. Semua penumpang cukup kaget dan terlempar. Ternyata bus hanya ingin menaikkan satu penumpang yang dengan anggun dan enaknya menyetop bus di tempat yang tidak seharusnya. Sebegitu parahkah mental awak kendaraan umum Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di belakang penumpang itu, membuntut seorang pengamen kecil. Kutaksir umurnya baru sekitar 7 tahun. Mengapa kau ada di sini dik? Bagaimana dengan sekolahmu? Namun ia takkan dapat membaca pikiranku. Dimainkannya alat musik buatannya sendiri, sebuah tutup botol bekas yang dipakukan ke kayu. Ia memperdengarkan suaranya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah sajian singkatnya usai, ia menyodorkan sebuah bekas kantong permen ke setiap penumpang. Ironis, hanya beberapa penumpang yang memberinya uang. Ironis, kelihatannya si kenek bus tidak senang dengan keberadaannya. Ironis, sang kenek meminta “uang konser” sebelum ia turun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa penumpang baru masuk ke dalam bus ini. Bus pun menjadi sangat penuh. Sudah tidak ada ruang gerak lagi bagi para penumpang kini. Semakin pengap pula rasanya bus ini. Aku sering bertanya-tanya pada diriku sendiri, bagaimana bisa bus menampung orang yang begitu banyak. Dan yang lebih hebat lagi kelihatannya si kenek masih ingin memasukkan lebih banyak penumpang lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa penumpang yang tadi merokok dengan sadar mematikan rokoknya. Namun beberapa perokok masih tetap “bertoleransi” untuk membagikan asap rokoknya dengan penumpang lainnya. Napas terasa semakin sesak pula dengan hadiah dari para perokok ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku mulai merasa mengantuk. Kulihat beberapa penumpang lainnya juga merasa sepertiku. Kulihat seorang ibu yang tidak kebagian kursi bahkan sudah seperti tidur berdiri. Aku pun tak mampu menahan kantukku. Kesadaranku pun sirna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Entah sudah berapa lama aku tertidur ketika mendadak aku terbangun karena rem mendadak dan ribut-ribut dari satu sudut bus. Kulihat ibu tadi berteriak-teriak, “Copet! Copet!” teriaknya sambil menuding seorang pemuda tanggung. Ternyata ia telah menjadi korban pencopet yang kebetulan tertangkap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apa yang kutakuti terjadi. Penumpang bus segera menggiring si pencopet keluar, dan dalam beberapa detik saja sang pencopet itu telah merasakan puluhan pukulan. Keributan itu mengundang orang-orang sekitar yang dengan senang hati tampak ikut menghadiahkan pukulan dan tendangan ke badan pencopet yang kian menjadi bulan-bulanan itu. Beberapa orang tampak berusaha menenangkan massa yang sudah menggila. Kulihat ibu yang menjadi korban pencopetan itu termasuk salah satunya. Namun kelihatannya usaha mereka sia-sia saja. Pikiranku pun kembali melayang, “bila si ibu saja tidak mau menggebukinya, mengapa mereka yang tidak tahu apa-apa berhak menjadi hakim?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Baru lima menit kemudian (Bagiku. Entah berapa abad bagi si pencopet.) aparat mulai muncul. Massa segera menyebar dan berlalu. Meninggalkan si pencopet. Meninggalkan si terhina. Meninggalkan manusia yang mereka anggap binatang. Mendadak kurasakan suatu perasaan di hatiku. Antara iba dan merasa puas melihat si pencopet. Kusadari ia butuh pertolongan, namun aku pun tidak mau menolongnya. Aku tidak lebih baik dari massa yang memukulinya. Mungkin malah lebih buruk. Kemelut dalam hatiku kembali bergejolak. Hati kecilku mengatakan bahwa aku tidak lebih baik dari si pencopet. Tidak lebih baik pula dari para pengeroyok. Lebih kejam dari binatang. Kusadari kebenaran dari hal itu. Namun aku memilih lebih untuk kembali ke bus. Mungkin aku memang seperti orang lainnya. Yang munafik. Yang hanya bisa berkata “jangan main hakim sendiri” namun di balik kata-kata itu dia-lah si hakim aspal itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di dalam bus kulihat penumpang lainnya bersikap biasa-biasa saja. Seperti tidak ada yang baru saja terjadi. Mungkin bagi mereka inilah kehidupan yang biasa. Tanpa pencopet yang bisa digebuki, ini bukanlah hidup. Sayup-sayup aku mendengar percakapan dua orang dibelakangku. “Mestinya tadi gue lebih keras nggebuk bangsat itu! Biar mampus sekalian!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kurasakan tubuhku terhenyak mendengarnya. Mungkin orang-orang lain memperhatikanku, mungkin juga tidak. Tapi yang pasti kedua orang tadi menyadarinya. Mata mereka nampak menyelidik. Mata orang yang baru saja hampir membunuh dan ingin benar-benar melakukannya sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Loe mau mbela copet gila itu?” tanya salah satunya padaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kurasakan jantungku berdetak semakin cepat. “Tidak, bang. Tidak.” Hanya itu yang dapat meluncur dari bibirku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Bagus, loe ta’u ‘kan apa yang bakal gue bikin sampe loe bela bangsat itu!” hardiknya sambil berdiri dan turun dari bus itu. Kawannya mengikutinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kulihat tatapan penumpang-penumpang lainnya tertuju padaku. Tatapan sinis. Tatapan yang sama dengan tatapan mereka pada si pencopet. Tatapan meremehkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku mulai merasa tidak enak. Akhirnya kuputuskan untuk tidak memperdulikannya dan kembali ke &lt;i style=""&gt;Inspirath&lt;/i&gt; yang ada di tanganku. Mulai kupikirkan ide untuk menulis artikel di majalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mendadak pemuda berpakaian lusuh yang duduk di kursi depanku berdiri. Aku sempat binging juga melihatnya, namun kemudian kusadari apa tujuannya. Seorang ibu berbadan dua mengambil alih kursinya. Dalam hati kurasa kagum pada pemuda itu. Tak kusangka masih ada juga orang berhati mulia di Jakarta ini. Terlebih dengan dandanannya yang lusuh dan seringkali dihubung-hubungkan dengan kaum preman dan kaum terbuang di metropolitan. Namun tanpa kusengaja kulihat juga tatapan beberapa penumpang terhadap pemuda itu. Tatapan sinis itu lagi. Tatapan meremehkan. Semakin kusadari sulitnya menjadi orang baik di kota sepeeti ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mendadak pikiranku buyar. Penyebabnya, teriakan seorang penjaja majalah. “Ayo, majalahnya mas! Masih baru! Di toko harganya delapan ribu rupiah. Di sini saya obral seribu lima ratus rupiah saja! Ayo majalah Gatranya! Inflasi membawa dampak pada pendapatan perusahaan-perusahaan, lihat di halaman sepuluh,” promosinya sambil membalik-balik halaman majalah di tangannya. Aku agak tertarik melihatnya karena seingatku ini majalah terbitan sebulan yang lalu. Benar saja! Sambil ia melaluiku aku sempat melihat nomor edisinya yang dihitamkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun si pedagang majalah “baru” ini kelihatannya tidak peduli. Tetap saja didagangkannya majalahnya itu dengan silat lidahnya. Mengingatkanku pada pedagang lainnya yang sering berdagang di bus dengan modal tambahan silat lidah juga. Entah mengapa mendadak aku teringat pada tukang obat, pakar silat lidah lainnya yang waktu kecil sering kutonton sebagai hiburan di kampung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Halte tujuanku nampak di depan kaca pengemudi. Suara cempreng si kenek meneriakkan nama halte itu. Aku bangkit dan bergegas ke pintu. Bus melambat dan menepi, namun bukan berarti berhenti betul. Ketika sudah dalam kecepatan yang aman, aku melompat turun. “Kaki kiri dahulu baru kemudian kaki kanan,” pesan ayahku yang selalu kutururi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Baru saja aku “mendarat:, bus sudah segera tancap gas. Membawa penumpang lainnya. Membawa angan-angan si kenek dan si supir. Membawa seorang pengamen. Membawa kekotoran duniawi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Depok! Pasar Minggu!” Kudengar kembali suara si kenek dalam langkahku menuju hari esok.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-6133002724269147975?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/6133002724269147975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=6133002724269147975' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6133002724269147975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/6133002724269147975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/1999/11/bus-kota.html' title='Bus Kota'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342129026110648</id><published>1998-12-25T19:34:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T13:04:26.583+07:00</updated><title type='text'>Merebut Dominasi Galaksi</title><content type='html'>&lt;p style="font-style: italic; font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bangunlah armada perang Anda, dan berdiplomasilah di planet-planet. Pokoknya, kuasailah dunia Star Wars Rebellion.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akhir-akhir ini, LucasArts semakin giat meluncurkan &lt;i style=""&gt;game-game&lt;/i&gt; bertema film &lt;i style=""&gt;Star Wars. &lt;/i&gt;Ini dimulai dengan X-wing vs. TIE Fighter, Jedi Knight, Yoda Stories, Mysteries of the Sith, dan akhirnya sebuah &lt;i style=""&gt;game&lt;/i&gt; strategi/&lt;i style=""&gt;tactical real time&lt;/i&gt;: &lt;b style=""&gt;Star Wars Rebellion.&lt;/b&gt; Anda mungkin menduga-duga makna tulisan strategi/tactical di atas. Benar, &lt;i style=""&gt;game&lt;/i&gt; ini memadukan unsur strategi dan unsur &lt;i style=""&gt;tactical game&lt;/i&gt;. Unsur strategi ditampilkan melalui sulitnya mengatur pembangunan, memberi perintah pada agen-agen Anda dan menyusun armada perang Anda. Sedangkan unsur taktis tampil melalui peperangan ruang angkasa 3D, dengan Anda bertindak sebagai jenderal pengatur siasat perang armada. Hati-hati, salah sedikit saja, armada Anda dapat dihabisi musuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saling Rebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Alur cerita dari &lt;i style=""&gt;game&lt;/i&gt; ini meneruskan film pertama dari trilogi &lt;i style=""&gt;Star Wars&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;A New Hope.&lt;/i&gt; Ingat bukan pada akhir film tersebut, Rebellion menghancurkan pangkalan Death Star milik Empire. Namun lokasi markas rahasia Rebellion di planet Yavin telah diketahui oleh Empire. Anda berhak memilih untuk berjuang demi Rebellion atau Empire. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di awal permainan, masing-masing pihak akan memiliki beberapa planet yang mendukung mereka. Masing-masing harus berusaha untuk merebut dukungan planet-planet tersebut dari lawan. Perjuangan itu dapat ditempuh melalui jalan diplomasi, penyerangan langsung atau memfitnah musuh. Dengan serangan langsung Anda dapat segera menguasai planet, tetapi biasanya diiringi pula dengan keributan di planet itu. Cara diplomasi dan menfitnah musuh memakan waktu dan kesabaran, tetapi rakyat planet tersebut akan menjadi loyal terhadap Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setting&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; waktu setelah Star Wars menyebabkan hadirnya beberapa karakter yang sudah Anda kenal dari filmnya, misalnya Luke Skywalker, Han Solo, Darth Vader dan Emperor. Demikian pula pesawat-pesawat yang telah akrab di mata Anda, seperti X-wing, Y-wing dan TIE Fighter. Gunakan mereka sebaik-baiknya. Khususnya karakter-karakter tersebut, sebelum Anda beri tugas, perhatikan juga kemampuan mereka. Jangan sampai karakter yang tidak pandai berdiplomasi tetapi pandai dalam spionase Anda kirim untuk misi diplomasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bila bermain sebagai Rebellion, selain Yavin Anda akan memiliki sebuah markas rahasia yang tidak diketahui letaknya oleh Empire. Namun hati-hati karena Empire akan menyebar armada dan mata-matanya untuk mencari markas rahasia ini. Empire juga biasanya akan menyerang Yavin. Saran saya: evakuasikanlah unit-unit Anda dari Yavin atau bangunlah sarana pertahanan sebaik mungkin. Tugas Anda adalah menangkap Emperor dan Darth Vader serta menundukkan markas Empire di planet Coruscant.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di sisi Empire, Anda diberi keuntungan dengan mampunya Anda membangun pangkalan Death Star. Pangkalan yang maha dahsyat ini mampu menghancurkan planet maupun kapal induk lawan dengan sekali tembak. Namun jangan terlalu sering menggunakannya untuk menghancurkan planet, karena dukungan terhadap Anda akan berkurang. Lindungi Emperor dan Darth Vader karena merekalah sasaran utama Rebellion. Untuk memenangkan permainan, Anda harus dapat menangkap Mon Mothma—pemimpin Rebellion—dan Luke Skywalker serta menghancurkan markas rahasia Rebellion yang harus Anda cari dulu letaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perlu Bantuan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penampilan dari &lt;i style=""&gt;game&lt;/i&gt; ini menggunakan &lt;i style=""&gt;window&lt;/i&gt;-&lt;i style=""&gt;window&lt;/i&gt; dan cukup mudah untuk dimengerti. Bila lupa sesuatu, Anda dapat mengklik menu &lt;i style=""&gt;help&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;encyclopedia&lt;/i&gt; yang tersedia. Bila lupa di mana terakhir kali Anda "meletakkan" agen Anda, kliklah fasilitas "Personnel Finder". Demikian pula dengan armada, planet-planet dan bala tentara Anda. Namun jangan sampai Anda melupakan tujuan akhir Anda. Untuk mewujudkan tujuan akhir itu, Anda memerlukan angkatan perang, alat-alat produksi dan juga alat-alat pertambangan. Banyak hal yang perlu Anda perhatikan dalam pembangunan alat-alat ini, misalnya bahan mentah, bahan ½ jadi dan juga tersedianya sumber tenaga. Bila sudah dibangun, siapkan pula pertahanan karena musuh dapat sewaktu-waktu menyerang Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Star Wars Rebellion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; dapat Anda mainkan bersama melalui Internet, TCP/IP, LAN, modem dan &lt;i style=""&gt;direct serial.&lt;/i&gt; Namun bila Anda ingin memenangkannya secara lebih cepat, pilihlah opsi "Headquarters Only Victory". Dengan opsi ini, Anda tidak perlu menangkap tokoh-tokoh khusus tadi, tetapi cukup merebut Coruscant atau menghancurkan markas rahasia Rebellion.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anda memiliki kendali penuh atas apa yang akan terjadi pada pasukan Anda. Namun tetaplah berusaha merebut dominasi galaksi, seperti semboyan &lt;i style=""&gt;game&lt;/i&gt; ini: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;To control a world, to command a galaxy&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Star Wars Rebellion&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Butuh:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Pentium 90 (minimal); Pentium 100 (&lt;i style=""&gt;multiplayer&lt;/i&gt;); Pentium 133 (Internet), kartu grafis PCI, memori 16MB (sebaiknya 32MB), &lt;i style=""&gt;CD-ROM drive&lt;/i&gt; 4X, Windows 95 + DirectX v5.00, kartu suara 16-&lt;i style=""&gt;bit&lt;/i&gt;, ruang harddisk 53 MB (&lt;i style=""&gt;minimal installatio&lt;/i&gt;); 113 MB (&lt;i style=""&gt;typical &lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;installation&lt;/i&gt;); 151 MB (&lt;i style=""&gt;maximum&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;installation&lt;/i&gt;), dan modem 28,8Kbps.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Notes"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Tulisan pernah dimuat di Majalah InfoKomputer Desember 1998&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342129026110648?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342129026110648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342129026110648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342129026110648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342129026110648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/1998/12/merebut-dominasi-galaksi.html' title='Merebut Dominasi Galaksi'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-3680581340056526017</id><published>1998-12-24T08:42:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T08:45:28.540+07:00</updated><title type='text'>Dibalik Barisan Musuh</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anda sedang mencari game strategi yang cukup serius? Jika ya, game &lt;i style=""&gt;Commandos: Behind Enemy Lines&lt;/i&gt; dari Eidos layak menjadi pilihan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam game ini, Anda mengatur sekelompok tentara komando yang ditugaskan untuk meyusup dan mengobrak-abrik markas tentara Jerman. Hanya dengan 6 orang prajurit dengan kemampuan berbeda-beda, Anda harus menyelesaikan misi-misi di berbagai penjuru dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kedengarannya biasa? Tunggu dulu. Game ini menonjolkan aspek intelegensia buatan/Artificial Intelegence yang terbilang hebat. Jangan berharap akan selamat jika Anda hanya mengandalkan tembakan membabi-buta atau cara mengeroyok tiap kali melihat musuh. Selain cukup sulit dalam mengkoordinasikannya, prajurit-prajutir musuh yang “mendengar” suara tembakan tadi akan bergerak menuju sumber suara. Bila kebetulan Anda menembak dekat gedung/barak, tidak tertutup kemungkinan prajurit-prajurit yang berada di dalamnya akan bergerak keluar untuk mencari Anda. Jadi kecuali terpaksa menggunakan pistol, bergerak dan lumpuhkanlah lawan secara diam-diam, dengan memakai pisau misalnya. Atau gunakanlah kemampuan salah satu anggota tim untuk menyamar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Jurus siluman” tadi juga Anda butuhkan ketika Anda ingin mengontrol prajurit Anda yang lain. Sebelum memindahkan perhatian kepada prajurit kedua, yakinkan dulu diri Anda bahwa Anda telah menyembunyikan prajurit Anda yang masih Anda kontrol di tempat yang cukup tersembunyi. Patroli Jerman seringkali memeriksa tempat-tempat yang mungkin Anda rasa aman. Jika Anda telah merasa cukup aman, jangan lupa untuk memerintahkan prajurit tersebut untuk bertiarap. Ada pula prajurit yang mampu “menguburkan diri” dalam pasir atau salju dan menyelam. Gunakan kedua kemampuan tersebut untuk melindungi prajurit Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cukupkah modal jurus siluman tadi untuk menyelesaikan misi Anda? Belum. Jangan pula Anda lupakan mayat tentara Jerman yang telah Anda bunuh. Tidak, mereka tidak akan menjadi zombie. Namun bila kawan-kawannya yang masih hidup melihat mayatnya, Anda dalam bahaya besar. Berkat AI game ini, tentara Jerman yang melihat mayat temannya tersebut akan segera memanggil teman-temannya yang lain. Setelah itu mereka akan memeriksa daerah di sekitarnya. Bila tentara Anda masih ada di dekatnya, ungsikanlah segera. Untuk mencegah hal yang tidak mengenakkan ini terjadi, ingatlah untuk selalu menyembunyikan mayat tentara Jerman yang Anda bunuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain AI, keunggulan game ini juga terletak pada grafiknya. Obyek-obyek ditampilkan cukup realistis dengan sentuhan 3D yang sangat terasa. Begitu pula dengan pencahayaan dan bayangan yang mendetail.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun game ini perlu disentil untuk interfacenya. Fungsi menyerang, pengobatan dan beberapa aksi lainnya yang disimbolkan dengan pisau, pistol, kotak medis dan benda lainnya disusun terlalu berdekatan dan bertumpukan sehingga akan membingungkan pemula. Demikian pula dengan beberapa menu lainnya yang iconnya kurang menonjol sehingga mungkin sekali untuk terlewatkan. Selain itu, untuk mengeksekusi beberapa fungsi pengguna harus menggunakan tuts keyboard yang tentunya akan cukup sulit untuk digunakan pada awal-awal penggunaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Biarpun begitu, game ini akan memenuhi selera penggemar game strategi serius. Dengan segala kekurangannya, Commandos masih tetap menjadi game yang menarik dan layak dicoba, biarpun Anda bukan maniak game strategi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Commandos: Behind Enemy Lines&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;, kebutuhan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; font-family: georgia;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Prosesor Pentium 100 Mhz&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;RAM 16 MB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mouse + Keyboard&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kartu SVGA 1 MB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;CD-ROM Drive 4x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Soundcard 16 bit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sistem Operasi Windows 9x&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-3680581340056526017?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/3680581340056526017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=3680581340056526017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/3680581340056526017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/3680581340056526017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/1998/12/dibalik-barisan-musuh.html' title='Dibalik Barisan Musuh'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-5025504402597879504</id><published>1998-11-07T08:51:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T08:54:01.888+07:00</updated><title type='text'>Lebih Mudah Membuat Makhluk Hidup</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seiring dengan semakin populernya animasi komputer, software-software raytracer pun semakin banyak beredar. Ada yang ditujukan untuk kalangan profesional &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;¾&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; misalnya SoftImage 3D, Alias WaveFront, Lightwave dan 3D Studio Max &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;¾&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; hingga kalangan pemula &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;¾&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; seperti Pixel 3D.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sayangnya, kebanyakan software-software tersebut tidak begitu mudah untuk digunakan, khususnya untuk membentuk obyek makhluk hidup, manusia misalnya. Bagaimana tidak, software-software tersebut biasanya hanya memberikan bentuk-bentuk dasar seperti kubus atau bola yang kemudian harus dimodifikasi untuk mendapatkan bentuk-bentuk rumit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun masalah tersebut kini teratasi dengan adanya Poser. Produk dari MetaCreations yang sudah mencapai rilis ketiganya ini akan sangat membantu Anda dalam membentuk animasi makhluk hidup. Ingin tahu bagaimana ia membantu Anda? Poser 3 menyediakan wireframe tubuh manusia bak model yang dapat Anda atur sendiri pose/gayanya. Namun untuk Anda yang tidak ingin repot, dalam library-nya Poser telah memberikan beberapa gaya yang cukup menarik. Setelah Anda puas mengatur gaya sang model, Anda cukup “menempelkan” file gambar/tekstur sebagai kulit dan pakaiannya, mengatur pencahayaan dan kemudian me-render karya Anda tersebut. Yang agak mengecewakan mungkin adalah pilihan format file gambar yang dapat menjadi kulit dan background karya Anda. Poser hanya mampu menangani format BMP dan TIFF yang ukuran filenya biasanya cukup besar bila dibandingkan dengan format JPEG.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anda dapat pula melengkapi karya Anda dengan beberapa ornamen yang dapat Anda ambil dari library Poser. Selain itu, Anda juga dapat mengimport karya-karya Anda yang pernah Anda buat dalam format 3D Studio (*.3DS), AutoCAD (*.DXF), AVI sequence (*.AVI) dan beberapa format lainnya. Atau Anda ingin kebalikannya, mengeksport karya Anda dari Poser ke program lainnya? Poser juga dapat mengeksport ke program-program dimana ia mampu mengimport filenya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Anda memerlukan hewan-hewan untuk menghias karya Anda? Juga bukan masalah bagi Poser 3. Selain template-template manusia, edisi standar Poser 3 juga menyertakan template anjing, kucing, kuda, lumba-lumba dan bahkan seekor velociraptor. Poser 3 juga memberikan beberapa benda mati sebagai templatenya. Hewan dan benda mati ini dapat Anda perlakukan seperti halnya model manusia. Anda dapat mula menambah template-template ini bila Anda merasa belum tercukupi dengan jumlah standarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bertanya-tanya tentang metode pencahayaan? Seperti gaya model-model Poser, software ini juga menyediakan beberapa metode pencahayaan otomatis. Namun jika Anda ingin mengarturnya secara manual, sumber cahaya ambient dan spot berada dalam kendali Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Animasi bergerak juga merupakan suatu hal menarik yang terdapat dalam software ini. Untuk membuat animasi hewan atau manusia yang berjalan, Anda cukup mendefinisikan path dari suatu obyek dan gaya berjalannya &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;¾&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; apakah biasa saja, mengendap-endap atau bahkan berlari &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;¾&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; ayunan tangan serta kepalanya. Lalu Anda hanya perlu menekan beberapa tombol dan Poser 3 akan memproses gerakan seluruh tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Satu hal yang merupakan keunggulan program ini adalah platform yang didukungnya. Poser 3 mendukung platform PC (Windows 95/98) dan MacIntosh. Software ini memang layak untuk dicoba, baik oleh kalangan profesional maupun hobiis, terutama pemula yang mungkin merasa kesulitan dalam membentuk animasi makhluk hidup. Sayangnya, biarpun sebenarnya mudah untuk digunakan, interfacenya cukup rumit sehingga mungkin dapat membingungkan pemula.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-5025504402597879504?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/5025504402597879504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=5025504402597879504' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/5025504402597879504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/5025504402597879504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/1998/11/lebih-mudah-membuat-makhluk-hidup.html' title='Lebih Mudah Membuat Makhluk Hidup'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-7531925823425669174</id><published>1998-10-28T08:54:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T13:05:26.836+07:00</updated><title type='text'>Mengupas Sebuah Legenda</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tentu Anda masih ingat akan rilis ulang trilogi Star Wars tahun lalu. Dengan rilis ulang tersebut, “kegilaan” dunia akan Star Wars berulang kembali. Banyak fans baru bermunculan, mungkin Anda termasuk didalamnya. Namun sudah cukupkah pengetahuan Anda tentang cerita yang melegenda ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Untuk menjawabnya, LucasArts--&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;perusahaan yang sudah berpengalaman dalam mendesain game-game bertema Star Wars--&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;meluncurkan &lt;i style=""&gt;Star Wars: Behind the Magic&lt;/i&gt;. Dengan menjalankan software ensiklopedia/kuis ini dijamin Anda akan menjadi seorang pakar dalam Star Wars. Bagi Anda yang sudah merupakan fans Star Wars, BtM juga dapat menjadi jalan keluar dari krismon. Maklum saja, semenjak krismon harga cinderamata Star Wars membumbung tinggi sehinga menyulitkan usaha koleksi dan mencari tahu mengenai perkembangan Star Wars. Namun dengan software ini Anda tidak perlu takut ketinggalan cerita yang terus berkembang melalui novel, komik dan game karena BtM menyertakan ulasan singkat dari setiap cinderamata Star Wars yang telah beredar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah Anda menginstall BtM dan DirectX v6.0 yang dapat Anda temukan di CD BtM, Anda dapat langsung menjalankan program ini. Sebelum sampai ke menu utama, Anda akan disuguhi potongan klip video &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;¾&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; dari proses pembuatan sampai hasil akhir dari trilogi ini. Menu utama terdiri lagi dari beberapa sub-menu. Salah satu hal yang menarik yang dapat Anda lihat dari menu utama ini adalah preview dari prekuel Star Wars Trilogy yang rencananya akan diluncurkan di tahun 1999.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salah satu syarat utama agar sebuah software menarik dan mudah digunakan adalah interface-nya. Dan interface merupakan salah satu kekuatan BtM. Kerja keras LucasArts dalam mendesain interface yang sederhana namun efektif membuahkan hasil yang baik. Seorang anak kecil dengan pengetahuan Bahasa Inggeris yang memadai akan dapat mengoperasikan BtM dengan cepat. Anda ingin tahu bagaimana interface BtM? Sebagian besar layar terisi oleh “halaman” ensiklopedia sementara di bagian bawah layar terdapat toolbar navigasi. Isi toolbar navigasi ini seperti Windows Explorer 98: terdapat tombol Back, Forward, Level Up, Print, Main Menu/Screen dan konfigurasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Halaman ensiklopedia tidak kalah sederhananya. Setelah Anda memilih sub-menu yang Anda inginkan, misalnya Characters, Anda cukup mengklik ikon obyek yang ingin Anda ketahui. Layar deskripsi singkat beserta gambar obyek tersebut akan muncul untuk Anda. Jika Anda menginginkan deskripsi yang lebih mendetail,klik saja tombol “explore”. Anda akan diberi deskripsi lebih jauh, keterangan pembuatan di belakang layar (Behind the Scenes Look), gambar-gambar detail dan (kadang-kadang) klip audio atau video dari obyek pilihan. Bila Anda merasa telah cukup mengetahui obyek, teslah pngetahuan Anda dengan mengklik bar “trivia”. Catatan berapa soal yang telah Anda jawab dan berapa yang benar dapat Anda lihat di Navigation Bar. Satu hal lagi mngenai deskripsi, terlihat bahwa LucasArts tidak melupakan bahwa banyak kata-kata khas Star Wars yang masih asing bagi kita. Oleh karena itu, seringkali Anda akan menjumpai kata-kata berwarna biru yang digarisbawahi. Coba saja klik kata tersebut dan Anda akan mendapatkan penjelasan singkat mengenainya. Bila Anda belum puas, Anda dapat langsung meluncur ke layar khusus (halaman ensiklopedi) mengenai kata tersebut. Anda dapat pula menggunakan fungsi Glossary yang tersedia di menu utama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mengenai navigasi umum, bila Anda bosan menjelajah secara konvensional, klik saja icon Map di Navigation Bar. Sebuah peta navigasi yang tingkat kedetilannya/cakupannya dapat Anda atur akan muncul. Ini akan memudahkan Anda yang ingin berpindah dari topik yang cukup jauh. Atau gunakan fungsi Find yang juga terdapat di Navigation Bar. Ketika Anda menggunakannya, pasti Anda akan teringat pada fungsi Find dari menu Help Windows 9x: mudah digunakan, cepat dan memberi hasil yang (biasanya) memuaskan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagi Anda pecinta games, dalam menu Expanded Universe, LucasArts mengulas beberapa game bertema Star Wars yang sudah dan akan beredar. Jadi BtM daoat menjadi sumber pertimbangan pembelian game. Begitu pula bagi Anda yang mencintai novel dan komik sains-fiksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;BtM memang menjadi semacam “kewajiban” dan obat refreshing bagi fans Star Wars. Namun khalayak umum pun dapat menggunakannya. Paling tidak desain interfacenya yang juga diiringi narasi dan musik latar dapat menjadi sumber inspirasi Anda yang sedang mendesain karya pribadi. Satu hal lagi, demi menambah kelengkapan BtM, LucasArts berencana untuk mengeluarkan Expansion Pack BtM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Star Wars: Behind the Magic&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="font-family: georgia;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebutuhan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Prosesor Pentium 133 MHz&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;RAM 16 MB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Harddisk 3 MB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;CD-ROM Drive 4x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kartu grafis True Color&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sistem Operasi Windows 95/98&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-7531925823425669174?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/7531925823425669174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=7531925823425669174' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7531925823425669174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/7531925823425669174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/1998/10/mengupas-sebuah-legenda.html' title='Mengupas Sebuah Legenda'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342015729555758</id><published>1998-03-01T19:14:00.000+07:00</published><updated>2007-01-04T12:20:54.013+07:00</updated><title type='text'>Dirgantara: Rusia vs AS vs Eropa: Siapa Pemenangnya?</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah dikalahkan oleh AS dalam Perang Dingin, dunia dirgantara Rusia yang pernah jaya dengan MiG-nya nampaknya menjadi beku. Namun, kini muncul Sukhoi, pengganti MiG yang mulai unjuk gigi dalam dunia kedirgantaraan. Kemunculan pesawat-pesawat dari pabrik ini mampu menggetarkan dunia, terlebih setelah Sukhoi Su-27 &lt;i style=""&gt;Flanker&lt;/i&gt; muncul. Pesawat yang terkenal dengan manuver &lt;i style=""&gt;Kobra Pugachev&lt;/i&gt; ini sempat pula muncul di &lt;i style=""&gt;Indonesia Air Show 1996 (IAS ’96)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sejak kemunculan Su-27, Sukhoi mulai menggenjot produksinya. Terbukti dengan diproduksinya model-model baru, misalnya Su-30 (baru-baru ini Indonesia membeli pesawat ini), Su-32, Su-35 dan yang terbaru Su-37. Yang unik dari pesawat-pesawat “generasi selanjutnya” itu adalah bentuknya yang mirip satu sama lainnya. Hal ini terjadi karena semuanya dibuat berdasarkan Su-27. Selain itu, ukuran pesawat-pesawat ini tergolong “bomber” jika dibandingkan dengan rata-rata pesawat tempur umumnya. Yang sangat membedakan mereka adalah kemampuan dan avionik kodenya. Selain itu, pada jenis-jenis yang baru terdapat pula &lt;i style=""&gt;canard&lt;/i&gt; (sayap tambahan kecil di moncong pesawat).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Su-37 yang juga dikenal dengan nama “Proyek 711” kemudian disegani sebagai pesawat yang ber-&lt;i style=""&gt;Angle of Attack (AoA)&lt;/i&gt; yang sangat baik. Angle of Attack adalah sudut pesawat terhadap arah terbangnya. Semakin besar AoA, semakin hebat pula daya serang pesawat. AoA Su-37 didukung oleh &lt;i style=""&gt;TVC (Thrust Vector Contol)&lt;/i&gt;, suatu teknologi dirgantara yang menyebabkan pesawat mampu membelokkan arah semburan jetnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Amerika yang juga tengah mengembangkan proyek pesawat dengan AoA yang tinggi (dikenal dengan proyek X-31) mengakui bahwa AoA dari Su-37 sangat baik, namun mereka juga menambahkan bahwa Rusia belum memiliki ahli dalam TVC sehingga mereka meragukan kelanjutan Su-37. Banyak orang menduga Amerika mengatakan demikian karena tidak menerima kekalahan X-31 mereka atas Su-37 Rusia. Di saat X-31 masih dalam proyek, Su-37 sudah mulai dipasarkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun, Amerika masih memiliki senjata andalan. Apalagi kalau bukan F-22 &lt;i style=""&gt;Raptor&lt;/i&gt; yang baru saja mulai dipasarkan. &lt;i style=""&gt;ATF (Advanced Tactical Fighter)&lt;/i&gt; ini memang menggegerkan. Pembuatan pesawat ini memberi pesan bahwa Amerika sebagai negara adidaya mampu berbuat apa saja. Sementara F-15 &lt;i style=""&gt;Eagle&lt;/i&gt; yang akan digantikan F-22 belum dapat dimiliki semua negara, dengan enaknya Amerika menggantinya dengan F-22. Padahal F-15 sendiri masih dapat diandalkan dalam pertempuran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;F-22 didasari tuntutan pemerintah Amerika atas pesawat yang mampu mencapai kecepatan suara tanpa menggunakan &lt;i style=""&gt;afterburner&lt;/i&gt; sehingga mampu menghemat bahan bakar, menggunakan teknologi &lt;i style=""&gt;stealth&lt;/i&gt; dan mampu beroperasi dalam berbagai cuaca dan berbagai misi. Tanpa afterburner berarti juga mengurangi kerentaan F-22 terhadap rudal-rudal lawan. F-22 mampu menjangkau lebih dari daya jangkau F-15 hingga 9.000 km. Dalam persaingannya, F-22 yang merupakan hasil kerja sama Lockeed, General Dynamics dan Boeing ini mampu menyingkirkan rekannya Northrop dan McDonnel Douglas yang mengandalkan F-23. Kemampuan F-22 yang mampu mencapai 1,5 mach tanpa afterburner dan 1,78 mach dengan afterburner ini memang sangat mendukung peranannya sebagai &lt;i style=""&gt;interceptor&lt;/i&gt;. Apalagi ditambah dengan kemampuan stealth-nya. Persenjataan tersimpan rapi dalam sebuah &lt;i style=""&gt;weapon bay&lt;/i&gt; yang terletak di dalam fuselagenya. Selain itu persenjataannya juga terdapat di &lt;i style=""&gt;pylon-pylon&lt;/i&gt; yang terdapat di sayapnya. F-22 mampu mengangkut &lt;i style=""&gt;AMRAAM (Advanced Medium Range Air to Air Missile)&lt;/i&gt;, AIM-9M &lt;i style=""&gt;Sidewinder&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;JDAM (Join Direct Attack Munition)&lt;/i&gt; dan memiliki satu gun barrel. Modelnya yang futuristik memang memberi bayangan akan kemampuan dan perannya sebagai pesawat tempur masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain F-22, Amerika juga mempunyai sebuah proyek rahasia lagi. &lt;i style=""&gt;Aurora&lt;/i&gt;, demikian nama proyek ini. Proyek ini masih sangat dirahasiakan dari umum. Namun, menurut wartawan-wartawan dirgantara, ada dua kemungkinan bentuk pesawat ini. Kemungkinan pertama, pesawat ini berbentuk seperti cacing pipih/hati yang berwarna hitam. Kemungkinan kedua, Aurora terdiri dari dua pesawat, yaitu SR-75 dan &lt;i style=""&gt;Thunderdart&lt;/i&gt;. SR-75 adalah pesawat pengintai yang merupakan pengembangan dari SR-71 &lt;i style=""&gt;Blackbird&lt;/i&gt;. Sementara &lt;i style=""&gt;Thunderdart&lt;/i&gt; adalah pesawat yang betul-betul baru dan berbentuk seperti F-117 &lt;i style=""&gt;Nighthawk&lt;/i&gt;. Kabarnya,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Thunderdart&lt;/i&gt; akan diluncurkan dari SR-75 dalam kecepatan maksimum sehingga kecepatan akhir dari &lt;i style=""&gt;Thunderdart&lt;/i&gt; akan mencapai beberapa mach. Benar-tidaknya info-info ini kurang begitu diketahui mengingat kerahasiaan dari Aurora.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Eropa, khususnya Jerman, Itali, Spanyol dan Inggris serta Swedia juga tidak dapat dilupakan dalam dunia kedirgantaraan. Keempat negara yang disebutkan pertama telah menelurkan pesawat gado-gadonya yang pertama, &lt;i style=""&gt;Eurofighter 2000&lt;/i&gt; (EF2000). EF2000 juga memiliki canard dengan &lt;i style=""&gt;air intake&lt;/i&gt; yang terletak di bawah fuselage. EF2000 pertama kali muncul di Fanborough Air Show, biarpun sebelumnya sudah banyak didesas-desuskan. Penyebab keterlambatan tersebut adalah silang pendapat antara negara-negara pembuatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Swedia sebagai produsen Jas-39 &lt;i style=""&gt;Grippen&lt;/i&gt; juga telah membuktikan kemampuan dari pesawat tempur buatannya ini dalam beberapa even-even penting dirgantara. Grippen merupakan suatu pilihan menarik jika dilihat dari harganya dibandingkan dengan kemampuannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari antara keseluruhan pesawat-pesawat yang muncul ini, memang sulit untuk memilih yang terbaik darinya. Namun untuk sementara ini, kelihatannya Su-37 akan menjadi pesawat yang paling memimpin selain &lt;i style=""&gt;Grippen&lt;/i&gt;. Sukhoi telah mampu mempertontonkan dan membuktikan kemampuan dari pesawat andalannya ini dengan harga jual yang murah. Sementara itu, EF2000 telah mampu pula membuktikan kemampuannya, namun harga sebuah pesawat ini sangat tinggi sehingga tidak semua negara mampu membelinya. Sedangkan F-22 masih belum cukup membuktikan dirinya mengingat pesawat ini baru saja mulai dijual.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342015729555758?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342015729555758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342015729555758' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342015729555758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342015729555758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/1998/03/dirgantara-rusia-vs-as-vs-eropa-siapa.html' title='Dirgantara: Rusia vs AS vs Eropa: Siapa Pemenangnya?'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342047128926319</id><published>1998-02-01T19:20:00.000+07:00</published><updated>2007-01-04T11:30:03.266+07:00</updated><title type='text'>Danau Toba</title><content type='html'>&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Objek wisata yang terletak di Sumatera Utara ini memang sudah tersohor namanya. Danau ini terkenal dengan keindahan dan keunikannya. Antara lain Pulau Samosir yang terletak di tengah-tengahnya. Namun sedikit dari kita yang tahu bahwa sebenarnya Pulau Samosir awalnya menyatu dengan Pulau Sumatera. Sebelum jaman pendudukan Jepang, begitulah keadaannya. Namun Jepang berinisiatif untuk memisahkan pulau ini dari Pulau Sumatera. Maka, jadilah Samosir seperti yang ada sekarang ini, terpisah dari Pulau Sumatera.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di Danau Toba, dapat dilihat budaya Tapanuli yang menarik, misalnya Sigale-gale yang terdapat di Tomok, Pulau Samosir. Sigale-gale adalah boneka kayu yang berbentuk manusia yang didirikan di atas sumbu yang dapat bergerak bebas, lalu diikat dengan tali. Tali ini kemudian ditarik oleh orang-orang yang berada di belakang boneka tersebut sehingga boneka tersebut terlihat seperti menari-nari. Tarian ini diikuti oleh lagu-lagu tradisional Tapanuli. Bila Anda tertarik pada kesenian ini, sebaiknya Anda datang dalam rombongan karena Sigale-gale hanya ditampilkan untuk turis yang datang dalam rombongan. Ini dikarenakan tarif yang dikenakan untuk menyaksikan kesenian ini cukup tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain Sigale-gale, di Pulau Samosir dapat disaksikan rumah seorang raja/kepala suku yang bernama Sidabutar dan rumah ini dibuka untuk umum. Di dalam rumah yang kini berfungsi juga sebagai museum ini dapat dilihat silsilah Raja-raja Toba, alat-alat tradisional dan barang-barang lainnya, misalnya kalender yang diukirkan pada kayu, topeng-topeng dan alat-alat rumah tangga. Percaya atau tidak, tiang kayu rumah tersebut sudah berumur 100 tahun lebih!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada pula peti-peti kuburan batu dari pemuka-pemuka masyarakat Toba. Kuburan-kuburan ini berukuran &lt;u&gt;+&lt;/u&gt; sebesar meja pingpong dan tingginya &lt;u&gt;+&lt;/u&gt; satu muter. Seluruh peti terbuat dari batu! Ada beberapa kuburan yang dapat ditemui di Pulau Samosir. Peti-peti ini memuat jenazah raja, panglima perang dan kerabatnya. Di dekat kuburan-kuburan dapat ditemukan tempat pertemuan masyarakat Batak jaman dahulu. Kursi-kursi batu disusun berbentuk lingkaran dengan bagian tengah yang kosong. Dengan adanya artefak-artefak ini, dapat disimpulkan bahwa Bangsa indonesia sejak dahulu sudah memegang prinsip-prinsip pemerintahan dan musyawarah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bila Anda ingin mengunjungi Pulau Samosir, sarananya sangat mudah. Dari Kota Parapat (kota ini merupakan kota urban Danau Toba dan masih berada di Pulau Sumatera), Anda tinggal memilih jenis kapal yang akan Anda gunakan. Bila Anda mempunyai cukup uang, Anda dapat menggunakan speedboat yang tarifnya sekitar Rp. 60.000,- pulang-pergi. Perjalanan akan terasa cepat dan &lt;i style=""&gt;privacy&lt;/i&gt; Anda terjamin. Namun, jika Anda ingin mengirit uang, gunakan saja kapal-kapal penyeberangan orang yang mudah didapatkan. Ongkosnya hanya Rp. 3.000,- saja. Namun, kesabaran Anda harus lebih tinggi bila menggunakan kapal ini, karena ia bertindak seperti bus kota. Kapal ini akan menyusuri pantai untuk mencari penumpang sebelum menuju Pulau Samosir. Karenanya, perjalanan dengan kapal ini memakan waktu yang lebih panjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apapun jenis kapal yang Anda gunakan, dapat dipastikan Anda akan menikmati keindahan alam yang terdapat di sepanjang perjalanan. Danau yang dikelilingi lereng-lereng terjal dan ditambah dengan sejuknya udara pasti akan membawa jiwa Anda ke suatu kesegaran yang tak akan Anda dapatkan di kota. Satu hal lagi mengenai perjalanan kapal, juru mudi akan membawa Anda ke satu daerah dimana Anda dapat menyaksikan suatu lereng yang memiliki sebentuk batu yang bergantung di bawahnya. Fenomena alam ini akrab disebut batu gantung oleh masyarakat Toba. Dan karena bentuknya itu, masyarakat mengarang suatu legenda mengenai kisah percintaan dua remaja, dimana sang remaja pria akhirnya tewas tenggelam di Danau Toba. Sang Putri tidak menerimanya dan memilih untuk ikut tewas bersama kekasihnya, sehingga ia terjun dari sebuah lereng. Malang kakinya tersangkut di ujung lereng tersebut dan ia berubah menjadi batu yang menempel di lereng tersebut dan akhirnya disebut Batu Gantung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagi Anda yang menggunakan mobil pribadi, dapat pula membawa mobil Anda ke Samosir. Beberapa menit perjalanan dari Parapat, tersedia pelabuhan kapal feri yang mampu mengangkut mobil Anda. Tarif kapal ini tidak begitu mahal. Di sekitar pelabuhan ini, Anda dapat berbelanja di kios-kios yang tersedia di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di Kota Parapat, Anda dapat pula berolah raga air. Ada beberapa fasilitas yang disediakan disini, yaitu: jet ski, speedboat, ski air dan sepeda air. Tarif untuk kendaraan-kendaraan ini cukup murah dibandingkan dengan tarif di objek wisata lainnya. Anda dapat juga berenang di tempat-tempat yang disediakan (ada pembatas-pembatas keamanan dari bambu). Selain olahraga air ada pula hangglider. Untuk olahraga yang satu ini, Anda harus pergi ke puncak sebuah bukit yang dijadikan tempat peluncurannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pasar Parapat menyediakan suvenir-suvenir bagi Anda sebagai kenang-kenangan. Ada pakaian, kerajinan tangan dan juga benda-benda khas lainnya. Bagi Anda yang ingin mengisi perut, tidak usah pusing-pusing. Rumah-rumah makan berjejer di Parapat. Tinggal memilih mana yang sesuai dengan selera Anda. Ada masakan Cina, masakan muslim, masakan Padang bahkan adapula restoran &lt;i style=""&gt;fast food&lt;/i&gt;. Namun, yang tidak boleh Anda lewatkan adalah hombus-hombus. Makanan daerah ini rasanya seperti kue putu namun bentuk dan cara pembuatannya agak berbeda. Konon, nama hombus-hombus didapat karena ketika memakannya, orang seringkali menghembus-hembusnya karena memang hombus-hombus dikonsumsi dalam keadaan hangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penginapan juga mudah ditemukan di Parapat. Kelasnya pun bervariasi. Dari losmen dan hotel-hotel melati sampai ke hotel berbintang. Bahkan salah satu hotel merupakan hotel di bawah jaringan perhotelan Natour yang sudah ternama. Jadi, kualitasnya sudah terjamin. Bila Anda ingin yang lebih murah lagi, ada beberapa rumah penduduk yang menyediakan penginapan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain danaunya sendiri, Danau Toba juga memiliki potensi wisata yang lain, yaitu Hutan Penangkaran Kera. Penangkaran ini mirip dengan Hutan Sangeh di Bali. Kera-kera yang ada dibiarkan hidup bebas disana. Bila Anda ingin memberi makan, silakan saja. Ada penjual kacang yang berjualan di sana. Bila Anda beruntung, Anda dapat melihat lutung yang juga ditangkarkan di sana. Lutung ini hanya sekali-sekali saja muncul dari dalam hutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di Hutan Penangkaran ini juga terdapat sebuah monumen pejuang. Di dinding yang mengitari monumen tersebut terdapat relief-relief sejarah. Ini merupakan monumen peringatan sejarah pembentukan suatu organisasi dan sejarah daerah Danau Toba. Anda dapat dengan mudah melihat monumen ini dari jalanan. Jadi, tidak sulit untuk mencari hutan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mungkin Anda ingin pula mengunjungi Air Terjun Sigura-gura (Sampurharimau). Sebaiknya, sebelum Anda berwisata, Anda mengurus surat-surat ijinnya dulu, karena Sigura-gura tidak terbuka untuk umum mengingat adanya PLTA Asahan di air terjun itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sepulang dari Danau Toba, mungkin juga Anda ingin mengunjungi kota-kota disekitarnya, misalnya Sibolga yang merupakan pelabuhan laut tradisional. Dari Pulau Sibolga Anda dapat dengan mudah menyeberang ke Pulau Nias. Objek wisata di sana tidak kalah menariknya dengan Danau Toba. Yang sudah ternama dari pulau ini apalagi kalau bukan budaya megalitikum dan kesenian lompat batunya. Puas dengan Pulau Nias? Bukan masalah, masih banyak menu kunjungan wisata lainnya, misalnya Pematang Siantar atau kota-kota lainnya. Bagi Anda yang mengambil jalan darat melalui Kota Balige, jangan lupa untuk mengunjungi makam Raja Sisingamanganraja XII yang berjuang melawan penjajah. Akhir kata, selamat berwisata!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342047128926319?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342047128926319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342047128926319' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342047128926319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342047128926319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/1998/02/danau-toba.html' title='Danau Toba'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-30527748.post-116342054033887221</id><published>1997-12-01T19:21:00.000+07:00</published><updated>2006-12-17T14:45:35.086+07:00</updated><title type='text'>Profesi Masa Depan: Dari Hobi ke Profesi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Kalian pasti sering melihat foto-foto menarik pada iklan-iklan yang ada di majalah atau di koran. Dan mungkin kalian akan bertanya tentrang fotografer yang membuatnya? Ariady Sugita (24) adalah salah satu dari sekian fotografer produk-produk yang diiklankan tersebut. Selepas SMA tahun 1992, Ariady Sugita yang lebih akrab dipanggil Ari, mulai mengembangkan hobi fotografinya dengan mengikuti kursus-kursus dan seminar-seminar fotografi. Mulanya dia hanya menggunakan kamera otomatis saja, namun semenjak mengikuti kursus, kamera SLR (&lt;i&gt;Single Lens Reflex&lt;/i&gt;) menjadi sahabat karibnya hingga saat ini. Ayahnya yang kebetulan juga memiliki hobi yang sama, tentu saja tidak keberatan kameranya digunakan anaknya. Dengan modal satu kamera dan pengetahuan yang dimilikinya, akhirnya ia berhasil mendirikan studio sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Di awal profesinya, selain menjadi fotografer spesialis produk, Ari juga condong ke fotografi model/fashion. Untuk foto model/fashion ini awal-awalnya ia tidak memasang tarif, alias gratis! “Hitung-hitung menambah pengalaman,” kataya. Namun akhirnya untuk menambah modal usahanya, ia melakukan pemotretan bagi murid-murid SMA yang biayanya hanya Rp. 50.000/rol. Dengan usaha foto kecil-kecilan inilah ia mempersiapkan langkah besar bagi pengembangan kariernya di masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Kemudian ia mencoba mendirikan studio sendiri. Ruang tamu sederhana di rumahnya menjadi bengkel fotonya yang pertama. Pada bulan September 1993 dengan modal tiga lampu studio, kamera dan sebuah background home-made serta promosi dari mulut ke mulut antar sesama teman eks-SMA, ia pun mulai menerbangkan sayapnya dalam bidang fotografi. Maka, Ari Studio yang dikomandani olehnya sendiri pun mulai meramaikan kancah perfotografian Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Tidak hanya bidang modelling dan foto produk, ia juga menekuni bidang seni murni fotografi. Prestasi demi prestasi berhasil diukir oleh fotografer muda ini. Tahun 1994, ia berhasil menggondol juara pertama lomba fotografi di Fakultas Trisakti. Momen inilah salah satu momen yang paling berpengaruh dalam hidupnya. Sejak memenangkan perlombaan itu, tawaran demi tawaran akan pemotretan produk terus diajukan kepadanya. Hingga kini, karya-karyanya dapat dinikmati dalam iklan-iklan Kopi Kapal Api, Pasific Internet, Café Expresso, Café Excelso, Ajibon, Susu ABC, Internet Café, Cup Noodle, permen Candi-O, Lippo Bank, BMW dan masih banyak lagi. Beberapa darinya mungkin sudah pernah kalian lihat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Bagi kalian yang pernah melihat hasil karyanya, pasti akan memperhatikan peranan cahaya dalam karyanya tersebut. Memang diakuinya bahwa ia sangat menyenangi efek-efek pencahayaan pada fotografi. Dan foto produk memang memerlukan efek pencahayaan sebagai salah satu penambah nilai artistiknya. Selain itu, cahaya juga akan memberi kesan-kesan menonjol pada beberapa bagian foto. Apalagi jika digunakan lensa-lensa yang mendukung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Selain menghiasi iklan-iklan produk, karyanya juga pernah menghias lembaran Majalah Foto Media edisi Februari 1997. Dalam artikel buatannya itu, ia lagi-lagi menonjolkan efek pencahayaan yang sangat kuat. Foto-fotonya juga seringkali menghiasi kartu-kartu ucapan dan kartu-kartu undangan. Entah itu kartu Natal, Lebaran, kartu ulang tahun atau kartu-kartu lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Ketika dimintai pendapatnya tentang kamera digital, ia mengatakan kalau perkembangan digital imagine lebih condong ke arah “advertising photography” (fotografi periklanan) karena kamera jenis ini didukung oleh “Advanced Photo System (APS)” sehingga citra yang dihasilkan kamera digital dapat di-edit dengan komputer sebelum dicetak. Ia berpendapat bahwa belum saatnya ia memiliki kamera seperti itu. Begitu pula dengan kalangan masyarakat umum. Bila hanya untuk “fun”, lebih baik menggunakan kamera yang masih umum saja. Namun ia menambahkan jika berkesempatan untuk menggunakan kamera ini, ia akan mencobanya dan mempelajarinya. Begitu pula dengan fotografi animasi komputer. Bidang ini juga akan mengalami kemajuan yang sangat pesat menurutnya. Ia melanjutkan bahwa nanti fotografi murni, digital dan animasi komputer akan saling mendukung satu sama lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Tak lupa ia memberi kiat-kiat bagi para pemula. Ia menganjurkan agar para pemula sering melakukan pemotretan “outdoor” untuk mendapatkan momen yang bagus, karena seringkali momen-momen unik muncul di ruang terbuka. Jangan pula malu untuk bertanya pada yang senior bila ada hal-hal yang mengganjal. Kalau bisa, hadirilah seminar-seminar yang berhubungan dengan fotografi. Untuk klub foto T27A, ia juga memberikan pesan-pesan untuk mengadakan seminar atau sarasehan fotografi dan mendatangkan pembicara-pembicara untuk topik tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Ia juga mengatakan bahwa fotografer merupakan suatu profesi yang cerah di masa yang akan datang. “Di masa yang akan datang kebutuhan akan fotografer akan meningkat seiring dengan kemajuan peralatan fotografi. Memang fotografi terlihat lebih mudah dengan adanya alat-alat otomatis, namun fotografi yang menggunakan teknik manual masih tetap akan diperlukan dan memiliki keunggulan dari fotografi yang menggunakan teknik otomatis. Orang mungkin saja dapat membuat foto yang baik, namun itu tidak berarti ia adalah fotografer yang baik. Ada sifat-sifat tertentu yang harus dimiliki oleh seorang fotografer,” ujarnya habis-habisan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-family:georgia;"&gt;Jadi, dari pembicaraan yang didapat darinya, dapat disimpulkan bahwa fotografi merupakan profesi yang menggairahkan di masa yang akan datang. Maka, bila kalian berminat, tekunilah terus bidang fotografi. Tidak usah berkecil hati bila keuangan kalian tidak melimpah. Nyatanya, Ari yang mengawali karirnya dengan modal yang pas-pasan akhirnya berhasil dalam profesi ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Notes"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic;font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Inspirath&lt;/span&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30527748-116342054033887221?l=sagara-sagara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/feeds/116342054033887221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=30527748&amp;postID=116342054033887221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342054033887221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/30527748/posts/default/116342054033887221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sagara-sagara.blogspot.com/1997/12/profesi-masa-depan-dari-hobi-ke.html' title='Profesi Masa Depan: Dari Hobi ke Profesi'/><author><name>Sagara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17134465266684257501</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
